ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai pada 2026 apabila tidak terkendala anggaran, ketersediaan suku cadang, tenaga teknis maupun proses perizinan.

15 Juli 2026
0
Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Pesawat Cessna Grand Caravan C208B EX dan helikopter Airbus H125 tidak lagi mengudara. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Di balik hanggar Bandara Moses Kilangin, tersimpan dua aset bernilai miliaran rupiah milik Pemerintah Kabupaten Mimika yang selama bertahun-tahun hanya menjadi penghuni tetap hanggar.

Pesawat Cessna Grand Caravan C208B EX dan helikopter Airbus H125 tidak lagi mengudara, padahal keduanya pernah menjadi tulang punggung pelayanan transportasi udara menuju wilayah pedalaman.

ADVERTISEMENT

Kini pemerintah menyiapkan anggaran perbaikan, sementara masyarakat pedalaman bertahun-tahun bergantung pada maskapai lain untuk akses logistik dan layanan dasar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah sekitar lima hingga enam tahun menganggur, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika baru memulai proses menghidupkan kembali kedua armada tersebut.

Baca Juga

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Perbaikan besar-besaran mulai dilakukan, di antaranya penggantian komponen, registrasi ulang, hingga sertifikasi kelayakan terbang. Seluruh tahapan ditargetkan selesai pada 2026.

Namun, rencana ini sekaligus memunculkan pertanyaan, mengapa aset strategis yang dibeli dengan uang rakyat dibiarkan tidak beroperasi selama bertahun-tahun hingga kini membutuhkan biaya besar untuk diaktifkan kembali?.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Alfasiah, mengakui helikopter Airbus H125 telah berhenti beroperasi sekitar lima tahun.

Sedangkan pesawat Cessna Grand Caravan sudah enam tahun tidak lagi terbang. Keduanya tersimpan di hanggar sejak dikembalikan PT Asian One Air kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

Menurut Alfasiah, ketika dikembalikan kondisi kedua armada masih laik terbang dan sertifikat kelaikan masih berlaku.

Namun karena terlalu lama tidak dioperasikan, banyak komponen yang kini wajib diganti sesuai standar keselamatan penerbangan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan cukup banyak komponen yang harus diganti dan membutuhkan biaya yang besar. Ada komponen yang penggantiannya berdasarkan jam terbang, siklus penggunaan maupun masa berlaku. Karena lama tidak beroperasi, banyak yang harus diganti dan diuji ulang,” ujarnya.

Pemkab Mimika telah mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk membiayai seluruh proses tersebut.

Selain penggantian suku cadang, armada juga harus menjalani registrasi ulang karena status registrasinya sudah tidak aktif.

Kemudian dilanjutkan dengan uji terbang sebelum memperoleh kembali sertifikat kelayakan terbang.

Proses perbaikan nantinya dilakukan melalui pelelangan dengan melibatkan bengkel pesawat bersertifikat (Approved Maintenance Organization/AMO) yang bekerja sama dengan operator penerbangan pemegang Air Operator Certificate (AOC).

Di sisi lain, lamanya kedua armada berhenti beroperasi berdampak langsung terhadap pelayanan transportasi udara di wilayah pedalaman.

Padahal, Mimika merupakan daerah dengan kondisi geografis yang sangat bergantung pada jalur udara untuk distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga mobilitas aparatur pemerintah.

Sebelum berhenti beroperasi, pesawat Cessna Grand Caravan melayani berbagai rute perintis seperti Timika-Moanemani, Enarotali, Waghete, Kenyam, Kaimana, Fakfak, serta sejumlah distrik di Mimika seperti Potowaiburu, Agimuga, dan Kokonao.

Sementara helikopter Airbus H125 menjadi andalan menjangkau wilayah pegunungan yang tidak memiliki landasan memadai, termasuk mengangkut logistik, bantuan bencana, operasi SAR, hingga mendukung pelayanan pemerintahan.

Menurut Alfasiah, hingga kini kebutuhan pengiriman logistik ke pedalaman mencapai sekitar 200 ton setiap pekan, sedangkan kapasitas penerbangan yang tersedia masih terbatas.

Ironisnya, di tengah tingginya kebutuhan tersebut, dua armada milik pemerintah justru tidak dapat dimanfaatkan selama bertahun-tahun.

Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat sepenuhnya bergantung pada operator penerbangan lain.

Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai pada 2026 apabila tidak terkendala anggaran, ketersediaan suku cadang, tenaga teknis maupun proses perizinan.

Namun persoalan yang muncul tidak berhenti pada proses perbaikan semata. Publik juga berhak mengetahui mengapa kedua aset strategis tersebut bisa berhenti beroperasi begitu lama.

Termasuk berapa total biaya yang harus dikeluarkan untuk mengaktifkannya kembali, serta siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset hingga menimbulkan pembengkakan biaya pemulihan.

Sebab, bagi masyarakat pedalaman Mimika, pesawat bukan sekadar alat transportasi. Tetapi merupakan akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, distribusi pangan, dan kehadiran negara.

Ketika armada pemerintah berhenti mengudara selama bertahun-tahun, yang sesungguhnya ikut tertunda bukan hanya penerbangan, melainkan juga pelayanan publik bagi ribuan warga di wilayah terpencil. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

29 Agustus 2026
Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Kuliah Perdana ITB Dibuka, 176 Mahasiswa Disiapkan Jadi Generasi Penggerak Teluk Bintuni

29 Agustus 2026
Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

29 Agustus 2026
Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

29 Agustus 2026
Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

29 Agustus 2026
DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

29 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Pemkab Mimika Rencanakan Perluasan Areal TPU SP1 hingga 14 Hektar

Pemkab Mimika Rencanakan Perluasan Areal TPU SP1 hingga 14 Hektar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id