ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk pembukaan lahan dan pemberian bantuan perlengkapan pertanian.

25 Agustus 2026
0
500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama dengan Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, di Jakarta sehabis Audiensi pada Senin, 14 Agustus 2026 (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Seluas 500 hektare perkebunan kopi akan dikembangkan di wilayah Provinsi Papua Tengah. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan rencana 500 hektare lahan yang akan dibuka secara bertahap berlokasi di Kabupaten Puncak. 

ADVERTISEMENT

“Untuk kopi arabika, coba mulai dulu 100 hektare. Kalau mampu dan berhasil, kita tambah sampai 500 hektare,” ujar Amran dalam acara audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Puncak di kantornya, Senin 24 Agustus 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Keputusan tersebut disampaikan setelah Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal meminta dukungan pemerintah untuk mengembangkan kopi arabika di wilayahnya. 

Baca Juga

Natalius Pigai Desak 10 Persen Saham Freeport Jadi Hak Papua Tengah

Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

Naftali mengatakan Kabupaten Puncak memiliki wilayah dengan ketinggian yang cocok untuk pengembangan sejumlah komoditas.

Kondisi wilayah yang dingin dinilai mendukung pengembangan kopi, peternakan, dan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Puncak meminta Kementerian Pertanian mendorong budidaya kopi arabika di 25 distrik yang berada di wilayah tersebut. 

Menindaklanjuti permintaan itu, Amran meminta Pemerintah Kabupaten Puncak segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan. 

Koordinasi tersebut diperlukan untuk membahas rencana pengembangan budidaya kopi arabika di Kabupaten Puncak.

Amran menilai pembangunan pertanian di Papua perlu disesuaikan dengan potensi setiap wilayah. 

Menurut dia, pemilihan komoditas sesuai karakteristik wilayah akan membantu meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan masyarakat. 

“Jika sesuai dengan potensi, maka aktivitas bercocok tanam diharapkan lebih membuahkan hasil yang optimal, sehingga bisa mendatangkan keuntungan untuk masyarakat,” ujar Amran. 

Pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung pengembangan pertanian di seluruh wilayah Papua. 

“Kami sangat peduli dengan Papua. Anggaran total Rp 5 Triliun tahun 2025-2026 di seluruh wilayah Papua,” jelas Amran. 

Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk pembukaan lahan dan pemberian bantuan perlengkapan pertanian. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Natalius Pigai Desak 10 Persen Saham Freeport Jadi Hak Papua Tengah

25 Agustus 2026
500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

25 Agustus 2026
Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

25 Agustus 2026
Polisi Sita 288 Liter Miras Lokal dari Penumpang KM Leuser di Pelabuhan Pomako Timika

Polisi Sita 288 Liter Miras Lokal dari Penumpang KM Leuser di Pelabuhan Pomako Timika

25 Agustus 2026
Pemkab Mimika Targetkan Pengukuran IPM Sampai Tingkat Kampung, Fokus SDM dan Ekonomi Lokal 2026

Realisasi Fisik dan Keuangan di Bawah 40 Persen, Waktu Kejar Target Tinggal Tiga Bulan

25 Agustus 2026
Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

25 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    632 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post

Natalius Pigai Desak 10 Persen Saham Freeport Jadi Hak Papua Tengah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id