ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai pada 2026 apabila tidak terkendala anggaran, ketersediaan suku cadang, tenaga teknis maupun proses perizinan.

15 Juli 2026
0
Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Pesawat Cessna Grand Caravan C208B EX dan helikopter Airbus H125 tidak lagi mengudara. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Di balik hanggar Bandara Moses Kilangin, tersimpan dua aset bernilai miliaran rupiah milik Pemerintah Kabupaten Mimika yang selama bertahun-tahun hanya menjadi penghuni tetap hanggar.

Pesawat Cessna Grand Caravan C208B EX dan helikopter Airbus H125 tidak lagi mengudara, padahal keduanya pernah menjadi tulang punggung pelayanan transportasi udara menuju wilayah pedalaman.

ADVERTISEMENT

Kini pemerintah menyiapkan anggaran perbaikan, sementara masyarakat pedalaman bertahun-tahun bergantung pada maskapai lain untuk akses logistik dan layanan dasar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah sekitar lima hingga enam tahun menganggur, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika baru memulai proses menghidupkan kembali kedua armada tersebut.

Baca Juga

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Perbaikan besar-besaran mulai dilakukan, di antaranya penggantian komponen, registrasi ulang, hingga sertifikasi kelayakan terbang. Seluruh tahapan ditargetkan selesai pada 2026.

Namun, rencana ini sekaligus memunculkan pertanyaan, mengapa aset strategis yang dibeli dengan uang rakyat dibiarkan tidak beroperasi selama bertahun-tahun hingga kini membutuhkan biaya besar untuk diaktifkan kembali?.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Alfasiah, mengakui helikopter Airbus H125 telah berhenti beroperasi sekitar lima tahun.

Sedangkan pesawat Cessna Grand Caravan sudah enam tahun tidak lagi terbang. Keduanya tersimpan di hanggar sejak dikembalikan PT Asian One Air kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

Menurut Alfasiah, ketika dikembalikan kondisi kedua armada masih laik terbang dan sertifikat kelaikan masih berlaku.

Namun karena terlalu lama tidak dioperasikan, banyak komponen yang kini wajib diganti sesuai standar keselamatan penerbangan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan cukup banyak komponen yang harus diganti dan membutuhkan biaya yang besar. Ada komponen yang penggantiannya berdasarkan jam terbang, siklus penggunaan maupun masa berlaku. Karena lama tidak beroperasi, banyak yang harus diganti dan diuji ulang,” ujarnya.

Pemkab Mimika telah mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk membiayai seluruh proses tersebut.

Selain penggantian suku cadang, armada juga harus menjalani registrasi ulang karena status registrasinya sudah tidak aktif.

Kemudian dilanjutkan dengan uji terbang sebelum memperoleh kembali sertifikat kelayakan terbang.

Proses perbaikan nantinya dilakukan melalui pelelangan dengan melibatkan bengkel pesawat bersertifikat (Approved Maintenance Organization/AMO) yang bekerja sama dengan operator penerbangan pemegang Air Operator Certificate (AOC).

Di sisi lain, lamanya kedua armada berhenti beroperasi berdampak langsung terhadap pelayanan transportasi udara di wilayah pedalaman.

Padahal, Mimika merupakan daerah dengan kondisi geografis yang sangat bergantung pada jalur udara untuk distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga mobilitas aparatur pemerintah.

Sebelum berhenti beroperasi, pesawat Cessna Grand Caravan melayani berbagai rute perintis seperti Timika-Moanemani, Enarotali, Waghete, Kenyam, Kaimana, Fakfak, serta sejumlah distrik di Mimika seperti Potowaiburu, Agimuga, dan Kokonao.

Sementara helikopter Airbus H125 menjadi andalan menjangkau wilayah pegunungan yang tidak memiliki landasan memadai, termasuk mengangkut logistik, bantuan bencana, operasi SAR, hingga mendukung pelayanan pemerintahan.

Menurut Alfasiah, hingga kini kebutuhan pengiriman logistik ke pedalaman mencapai sekitar 200 ton setiap pekan, sedangkan kapasitas penerbangan yang tersedia masih terbatas.

Ironisnya, di tengah tingginya kebutuhan tersebut, dua armada milik pemerintah justru tidak dapat dimanfaatkan selama bertahun-tahun.

Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat sepenuhnya bergantung pada operator penerbangan lain.

Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai pada 2026 apabila tidak terkendala anggaran, ketersediaan suku cadang, tenaga teknis maupun proses perizinan.

Namun persoalan yang muncul tidak berhenti pada proses perbaikan semata. Publik juga berhak mengetahui mengapa kedua aset strategis tersebut bisa berhenti beroperasi begitu lama.

Termasuk berapa total biaya yang harus dikeluarkan untuk mengaktifkannya kembali, serta siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset hingga menimbulkan pembengkakan biaya pemulihan.

Sebab, bagi masyarakat pedalaman Mimika, pesawat bukan sekadar alat transportasi. Tetapi merupakan akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, distribusi pangan, dan kehadiran negara.

Ketika armada pemerintah berhenti mengudara selama bertahun-tahun, yang sesungguhnya ikut tertunda bukan hanya penerbangan, melainkan juga pelayanan publik bagi ribuan warga di wilayah terpencil. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

12 Agustus 2026
Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

12 Agustus 2026
Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

Peserta Antusias, Seminar Kesehatan Reproduksi di Kuala Kencana Berlangsung Interaktif

12 Agustus 2026
Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

Dinkes Mimika Selenggarakan Seminar Kesehatan Reproduksi, Dorong Masyarakat Kenali Risiko Kehamilan

12 Agustus 2026
Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

Kejar Target 17 Ton, Warga Mimika Baru Kumpulkan Delapan Ton Sampah dalam Lima Hari

12 Agustus 2026
Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

12 Agustus 2026

POPULER

  • Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

    “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    640 shares
    Bagikan 256 Tweet 160
  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    577 shares
    Bagikan 231 Tweet 144
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Meriahkan HUT RI ke-81: Pesta Rakyat 17 Agustus di Distrik Jita Makin Meriah, Black Brothers hingga Band Lokal Siap Tampil

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Pemkab Mimika Rencanakan Perluasan Areal TPU SP1 hingga 14 Hektar

Pemkab Mimika Rencanakan Perluasan Areal TPU SP1 hingga 14 Hektar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id