ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Desi berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga ke depan semakin banyak karya jurnalistik berkualitas lahir dari Papua Tengah.

29 Agustus 2026
0
Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Belasan wartawan Timika gambar bersama usai malam inaugurasi yang berlalngsung di salah satu hotel di Tmika, Jumat 28 Agustus 2026. (foto :redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Tempo Institute terus mendorong peningkatan kapasitas jurnalis di Papua Tengah melalui program pengembangan jurnalistik yang mempertemukan wartawan dari Timika dan Nabire.

Program tersebut ditandai dengan malam inaugurasi yang digelar di salah satu hotel di Timika, Jumat 28 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang sebelumnya diawali dengan pelatihan jurnalistik dan lomba penulisan profil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Direktur Eksekutif Tempo Institute, Qaris Tajudin, mengatakan program kolaborasi PTFI dan Tempo Institute tersebut diikuti 27 jurnalis, terdiri dari 14 peserta asal Timika dan 13 peserta dari Nabire.

Baca Juga

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Menurut Qaris, malam inaugurasi bukan menjadi akhir dari program. Setelah rangkaian pelatihan dan lomba, program akan dilanjutkan dengan fellowship yang melibatkan sejumlah jurnalis terpilih.

“Ini bukan puncak dalam arti bukan akhir dari kegiatan. Ada pelatihan, kemudian lomba, dan nanti dilanjutkan dengan fellowship,” kata Qaris.

Ia mengungkapkan, salah satu hal yang menarik dari program tersebut adalah karya para jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat biasa dengan sisi kemanusiaan yang kuat.

Dari 27 karya yang masuk, menurut Qaris, sebagian besar mengangkat cerita inspiratif dari berbagai latar belakang, mulai dari guru, dokter, pedagang, perajin hingga seniman.

“Kisah-kisah itu bukan tentang orang-orang besar yang bisa kita temukan di mana-mana. Ini kisah orang-orang biasa yang kita temui sehari-hari, tetapi mereka punya kisah yang luar biasa,” ujarnya.

Qaris menilai, cerita-cerita tersebut layak mendapat ruang lebih luas karena dapat menghadirkan perspektif positif tentang Papua dan masyarakatnya.

Ia menyebutkan, nantinya akan dipilih enam media, masing-masing tiga dari Timika dan tiga dari Nabire, untuk mengikuti program fellowship.

Jurnalis yang terpilih akan mendapat tugas menulis empat profil selama dua bulan, dengan dukungan penggantian biaya peliputan selama program berlangsung.

“Yang membuat kami senang adalah tulisan teman-teman sangat rapi, kuat secara human interest, memiliki originalitas, dan yang paling penting ada kekuatan kemanusiaan dari tokoh yang diceritakan,” katanya.

PTFI: Bukan Sekadar Program, Tapi Memperkuat Ekosistem Pers

Sementara itu, Manager PT Freeport Indonesia, Desi Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan para wartawan di Papua Tengah.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi jurnalis saat ini semakin kompleks. Wartawan tidak lagi hanya dituntut mampu menulis, tetapi juga harus menguasai berbagai bentuk peliputan dan beradaptasi dengan perkembangan media digital.

“Sekarang kita sudah tidak bisa menulis saja. Kita harus bisa melakukan reportase langsung, kemudian menghadapi tantangan audience dan bisnis media yang semakin kompleks,” ujarnya.

Karena itu, PTFI berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membantu jurnalis meningkatkan kapasitas sekaligus beradaptasi dengan perubahan ekosistem media.

Desi menegaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem informasi yang berkualitas, kredibel dan profesional di Papua Tengah.

“Ini bukan sekadar program saja. Mudah-mudahan selain meningkatkan kapasitas para jurnalis, juga bisa mendorong dan memperkuat ekosistem informasi yang berkualitas, kredibel dan profesional di Papua Tengah,” katanya.

Desi berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga ke depan semakin banyak karya jurnalistik berkualitas lahir dari Papua Tengah.

Desi juga mengingatkan para jurnalis untuk tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik, yakni kebenaran, data, fakta dan konteks.

“Semoga teman-teman terus bersemangat berkarya dan tetap berpegang pada kebenaran, data, fakta dan konteks,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ril Minggu

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

29 Agustus 2026
Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

29 Agustus 2026
DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

29 Agustus 2026
Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

28 Agustus 2026
Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

28 Agustus 2026
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

28 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id