JAYAPURA, Koranpapua.id– BP Tapera terus mendukung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyaluran BSPS yang dilaksanakan di Desa Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, menjadi simbol dimulainya pelaksanaan Program BSPS di wilayah Papua Raya dengan alokasi 4.001 unit rumah yang akan ditingkatkan kualitasnya sepanjang tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, Wali Kota Jayapura.
Hadir juga jajaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang diwakili oleh Plt. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan dan Staf Ahli Menteri PKP Teddy Siagian.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan di Desa Mosso merupakan simbol dimulainya pelaksanaan Program BSPS di seluruh Papua Raya.
Pemerintah mengalokasikan sebanyak 4.001 unit BSPS pada tahun 2026 sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas rumah masyarakat sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di wilayah Papua.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kondisi perumahan di Papua Raya yang masih memerlukan perhatian serius.
Berdasarkan hasil pendataan, masih terdapat sekitar 71.500 warga yang menempati rumah tidak layak huni atau lebih dari 30 persen secara persentase.
Ia mencontohkan kondisi salah satu penerima BSPS, Jems Nufri, yang tinggal bersama enam anggota keluarganya di rumah seluas sekitar 36 meter persegi.
Kondisi ini memaksa setiap anggota keluarga hanya memiliki ruang sekitar 6 meter persegi, sehingga masih berada di bawah standar kecukupan ruang hunian layak sebesar 7,2 meter persegi per orang.
Jems Nufri yang berprofesi sebagai petani dengan penghasilan rata-rata Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per bulan mengaku sangat bersyukur menjadi penerima Program BSPS.
Selama ini rumah yang ditempatinya belum memiliki fasilitas sanitasi berupa kloset dan kondisinya sudah tidak memenuhi standar kelayakan huni.
Melalui bantuan BSPS, rumahnya akan ditingkatkan kualitasnya sehingga menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarganya.
Bantuan serupa juga diterima oleh Sem Nuta Foa, warga Desa Mosso yang rumahnya masuk kategori rumah tidak layak huni.
Program BSPS diharapkan mampu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dalam pembangunan rumah swadaya.
Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas pelaksanaan Program BSPS di Papua.
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.
Sebagai badan yang mengemban amanat pengelolaan pembiayaan perumahan, BP Tapera terus mendukung berbagai program strategis pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Melalui sinergi bersama Kementerian PKP dan pemerintah daerah, BP Tapera berkomitmen mendukung keberhasilan pelaksanaan Program BSPS agar tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Papua Raya. (Redaksi)










