ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Uskup juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan yang dapat merusak lingkungan dan mengabaikan martabat manusia.

23 Mei 2026
0
Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Timika, Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA memimpin misa syukur perayaan 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Pulau Bonyom, Fakfak, Papua Barat, Sabtu 23 Mei 2026. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id- Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menyerukan untuk melawan semua tindakan ketidakadilan yang terjadi di Tanah Papua.

Seruan ini disampaikan Uskup Bernadus dalam khotbahnya ketika memimpin perayaan syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Pulau Bonyom, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Sabtu 23 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan ungkapan syukur satu tahun tahbisan episkopal Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Uskup Bernardus menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberanian moral, perjuangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta tanggung jawab menjaga alam dan martabat masyarakat Papua di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.

Baca Juga

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

Solidaritas PMKRI Timika untuk Korban Gempa NTT, Rp24 Juta Terkumpul

Momentum tersebut menjadi bagian dari napak tilas sejarah masuknya Gereja Katolik di Tanah Papua melalui misionaris pertama, Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, SJ, yang tiba di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894.

Dari wilayah tersebut, ajaran Katolik kemudian berkembang ke berbagai daerah di Papua.

Mengawali khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak umat merenungkan keteladanan Rasul Petrus dan Rasul Paulus sebagai fondasi Gereja serta teladan iman bagi umat Kristiani.

Menurutnya, Rasul Petrus menunjukkan keberanian dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan iman meski pernah mengalami kegagalan.

“Petrus memiliki semangat keberanian dan pengorbanan. Walaupun pernah jatuh, ia bangkit kembali dan memberikan hidupnya bagi Kristus. Spiritualitas Petrus harus menjadi kekuatan Gereja saat ini,” ujarnya.

Sementara Rasul Paulus, lanjutnya, menjadi teladan pengabdian dan pengorbanan melalui pelayanan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan.

“Paulus menunjukkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan keberanian menghadapi tantangan demi pewartaan Injil,” katanya.

Di hadapan ribuan umat yang hadir, Uskup Bernardus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Ia mengatakan perbedaan budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial seharusnya dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat persaudaraan, bukan menjadi pemicu konflik.

“Perbedaan bukan masalah untuk dijadikan konflik. Perbedaan adalah kekayaan yang harus diselesaikan dengan iman, harapan, dan cinta kasih,” tegasnya.

Dalam bagian khotbahnya, Uskup Bernardus juga menyoroti kondisi sosial Papua dan mengajak seluruh umat, tokoh masyarakat, serta para pemangku kebijakan agar memiliki keberanian menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Menurut dia, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keutuhan ciptaan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kita harus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, keutuhan ciptaan, dan keindahan alam Papua,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan yang dapat merusak lingkungan dan mengabaikan martabat manusia.

Pesan tersebut secara khusus disampaikan kepada para pemimpin daerah, unsur pemerintahan, serta tokoh masyarakat yang hadir dalam perayaan itu.

Uskup juga menegaskan bahwa peringatan 132 Tahun Misi Katolik tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali semangat para misionaris yang datang ke Papua dengan pengorbanan besar.

Ia mengenang perjalanan para misionaris yang meninggalkan tanah kelahiran mereka demi melayani masyarakat Papua dalam berbagai keterbatasan.

“Mereka datang dengan semangat pengabdian dan pelayanan karena panggilan iman,” ujarnya.

Menutup khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak seluruh umat untuk menjaga tanah Papua, melindungi hutan, tanah adat, budaya, serta martabat masyarakat Papua sebagai warisan yang harus dipertahankan.

Suasana haru menyelimuti Pulau Bonyom ketika ribuan umat berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Hai Tanahku Papua.

Lagu tersebut menandai simbol kecintaan terhadap Papua dan komitmen menjaga warisan iman yang telah tumbuh selama 132 tahun di Bumi Cenderawasih. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

22 Agustus 2026
Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

22 Agustus 2026
Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

22 Agustus 2026
60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

22 Agustus 2026
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan: Pemprov Kerahkan Armada Gabungan, Kabut Asap Terlihat Nyata di Nabire

22 Agustus 2026
23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

22 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Langkah Cepat Ribka Haluk Damaikan Konflik Suku di Wamena Perlu Diapresiasi

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id