ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Uskup juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan yang dapat merusak lingkungan dan mengabaikan martabat manusia.

23 Mei 2026
0
Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Timika, Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA memimpin misa syukur perayaan 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Pulau Bonyom, Fakfak, Papua Barat, Sabtu 23 Mei 2026. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id- Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menyerukan untuk melawan semua tindakan ketidakadilan yang terjadi di Tanah Papua.

Seruan ini disampaikan Uskup Bernadus dalam khotbahnya ketika memimpin perayaan syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Pulau Bonyom, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Sabtu 23 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan ungkapan syukur satu tahun tahbisan episkopal Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Uskup Bernardus menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberanian moral, perjuangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta tanggung jawab menjaga alam dan martabat masyarakat Papua di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.

Baca Juga

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

Momentum tersebut menjadi bagian dari napak tilas sejarah masuknya Gereja Katolik di Tanah Papua melalui misionaris pertama, Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, SJ, yang tiba di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894.

Dari wilayah tersebut, ajaran Katolik kemudian berkembang ke berbagai daerah di Papua.

Mengawali khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak umat merenungkan keteladanan Rasul Petrus dan Rasul Paulus sebagai fondasi Gereja serta teladan iman bagi umat Kristiani.

Menurutnya, Rasul Petrus menunjukkan keberanian dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan iman meski pernah mengalami kegagalan.

“Petrus memiliki semangat keberanian dan pengorbanan. Walaupun pernah jatuh, ia bangkit kembali dan memberikan hidupnya bagi Kristus. Spiritualitas Petrus harus menjadi kekuatan Gereja saat ini,” ujarnya.

Sementara Rasul Paulus, lanjutnya, menjadi teladan pengabdian dan pengorbanan melalui pelayanan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan.

“Paulus menunjukkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan keberanian menghadapi tantangan demi pewartaan Injil,” katanya.

Di hadapan ribuan umat yang hadir, Uskup Bernardus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Ia mengatakan perbedaan budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial seharusnya dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat persaudaraan, bukan menjadi pemicu konflik.

“Perbedaan bukan masalah untuk dijadikan konflik. Perbedaan adalah kekayaan yang harus diselesaikan dengan iman, harapan, dan cinta kasih,” tegasnya.

Dalam bagian khotbahnya, Uskup Bernardus juga menyoroti kondisi sosial Papua dan mengajak seluruh umat, tokoh masyarakat, serta para pemangku kebijakan agar memiliki keberanian menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Menurut dia, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keutuhan ciptaan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kita harus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, keutuhan ciptaan, dan keindahan alam Papua,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan yang dapat merusak lingkungan dan mengabaikan martabat manusia.

Pesan tersebut secara khusus disampaikan kepada para pemimpin daerah, unsur pemerintahan, serta tokoh masyarakat yang hadir dalam perayaan itu.

Uskup juga menegaskan bahwa peringatan 132 Tahun Misi Katolik tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali semangat para misionaris yang datang ke Papua dengan pengorbanan besar.

Ia mengenang perjalanan para misionaris yang meninggalkan tanah kelahiran mereka demi melayani masyarakat Papua dalam berbagai keterbatasan.

“Mereka datang dengan semangat pengabdian dan pelayanan karena panggilan iman,” ujarnya.

Menutup khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak seluruh umat untuk menjaga tanah Papua, melindungi hutan, tanah adat, budaya, serta martabat masyarakat Papua sebagai warisan yang harus dipertahankan.

Suasana haru menyelimuti Pulau Bonyom ketika ribuan umat berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Hai Tanahku Papua.

Lagu tersebut menandai simbol kecintaan terhadap Papua dan komitmen menjaga warisan iman yang telah tumbuh selama 132 tahun di Bumi Cenderawasih. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

12 Juni 2026
100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

12 Juni 2026
“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

12 Juni 2026
Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

12 Juni 2026
DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

12 Juni 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

12 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    625 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
Next Post
Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Langkah Cepat Ribka Haluk Damaikan Konflik Suku di Wamena Perlu Diapresiasi

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id