NABIRE, Koranpapua.id- Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Perparawi) Nasional XIV Tahun 2006 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 18 hingga 28 Juni 2026 di Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Mengingat waktu penyelenggaraan yang tersisa tidak sampai sebulan lagi, mendorong Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Papua Tengah, melakukan berbagai persiapan untuk bisa tampil maksimal di ajang tiga tahunan tersebut.
Pada Sabtu 23 Mei 2026, seluruh pengurus LPPD provinsi dan kabupaten di wilayah Papua Tengah menghadiri rapat koordinasi dan konsolidasi guna membahas kesiapan menghadapi Pesparawi yang rencananya akan dihadiri peserta dari 38 provinsi 38 provinsi di Indonesia.
Rapat yang dipusatkan di Ruang Tunggu VIP Bandara Lama Nabire itu, juga dihadiri Ketua LPPD Provinsi Papua Tengah, Silwanus Sumule yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun.
Turut hadir Penasehat LPPD Provinsi Papua Tengah, Yance Nawipa, Ketua Harian LPPD Provinsi Papua Tengah.
Adapun agenda yang dibahas dalam pertemuan itu yakni meliputi kesiapan kontingen Papua Tengah, termasuk kesiapan teknis tim peserta dari kabupaten, hingga penguatan koordinasi antar-LPPD kabupaten.
Seperti diketahui, LPPD Kabupaten Nabire, Mimika, dan Puncak akan menjadi peserta Pesparawi Nasional XIV. Sementara itu, LPPD Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai hadir sebagai peninjau.
Penasehat LPPD Papua Tengah, Pdt. Dr. Yance Nawipa, menegaskan pentingnya menjaga persatuan, pelayanan, dan kualitas pembinaan musik gerejawi sebagai bagian dari misi Pesparawi.
Ia menyampaikan tema pembinaan yakni, “Bersatu dalam Pelayanan, Berkarya dalam Pujian, dan Memuliakan Tuhan untuk Papua Tengah yang Damai dan Sejahtera.”
Dikatakan, Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara, tetapi menjadi sarana pembinaan iman, mempererat persaudaraan antar gereja, serta menghadirkan damai sejahtera di Tanah Papua.
Yance Nawipa juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan pengurus melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, dan mengutamakan pelayanan dalam setiap tugas organisasi.
Peserta Pesparawi diminta memahami bahwa mereka merupakan pelayan Tuhan dan duta Kristus yang membawa nama gereja, daerah, dan Tuhan dalam setiap pelayanan pujian.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan dirigen, workshop musik gerejawi, seminar liturgi, hingga pembinaan paduan suara bagi anak-anak, remaja, pemuda, dan dewasa.
Termasuk mengingatkan seluruh pengurus LPPD agar menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, termasuk pengelolaan keuangan dan laporan kegiatan secara terbuka. (Redaksi)










