ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc: Papua Jadi Penentu Target Eliminasi Malaria Tahun 2030

UMS terus mendorong riset dan pengabdian masyarakat serta pengembangan biolarvasida serta inovasi dan penyusunan buku ajar “Books Chapter mengenai Malaria From Basic to Clinic”

4 Mei 2026
0
Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc: Papua Jadi Penentu Target Eliminasi Malaria Tahun 2030

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc., (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SURAKARTA, Koranpapua.id- Ketimpangan distribusi kasus malaria di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam mencapai target eliminasi pada tahun 2030.

Meski sebagian besar wilayah telah bebas malaria, konsentrasi kasus yang tinggi di Indonesia Timur, khususnya Papua, menjadi persoalan utama yang perlu segera dituntaskan.

ADVERTISEMENT

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc., mengungkapkan bahwa secara nasional Indonesia telah menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan data terbaru, sekitar 79-80 persen wilayah Indonesia telah mendapatkan status eliminasi malaria hingga pertengahan 2025.

Baca Juga

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

“Kalau dilihat dari datanya, Indonesia sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Tren kasus juga terus menurun dari tahun ke tahun,” ujarnya seperti dilansir dari ARP/Humas UMS, Senin 4 Mei 2026.

Namun, Riandini menekankan bahwa keberhasilan tersebut belum merata. Ia menyebut sekitar 90 persen kasus malaria nasional masih terpusat di wilayah Papua dan sekitarnya, sehingga menjadi faktor penentu keberhasilan atau kegagalan target nasional.

“Artinya, target Indonesia bebas malaria 2030 sangat bergantung pada intervensi di Papua. Kalau berhasil, dampaknya besar. Tapi kalau tidak optimal, angka kegagalannya juga tinggi,” jelasnya.

Dari sisi data pemeriksaan, ia menyebutkan bahwa dari sekitar 450 ribu orang yang diperiksa, masih ditemukan hampir 60 ribu kasus positif malaria.

Meski angka kematian relatif kecil dibandingkan jumlah yang sembuh, keberadaan kasus ini menunjukkan bahwa penularan masih terus terjadi.

Ia menjelaskan bahwa malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium, dengan salah satu jenis paling berbahaya yaitu Plasmodium falciparum (malaria falciparum) yang dapat memicu komplikasi berat.

“Jenis ini bisa berkembang cepat, bahkan dalam waktu kurang dari 24 jam dapat menyebabkan komplikasi seperti malaria serebral, anemia berat, hingga kegagalan organ,” paparnya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal malaria. Gejala seperti demam kerap dianggap penyakit biasa, sehingga banyak kasus terlambat terdeteksi.

Padahal, deteksi dini melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) sangat penting untuk memastikan diagnosis secara cepat dan akurat.

Selain itu, Riandini menekankan pentingnya ketersediaan terapi yang efektif seperti Artemisinin-based Combination Therapy (ACT).

Terapi kombinasi ini dinilai lebih efektif karena mampu membunuh berbagai jenis parasit sekaligus serta mencegah resistensi obat.

“Kendala di lapangan bukan hanya soal pengetahuan masyarakat, tapi juga akses. Di wilayah terpencil, ketersediaan RDT dan obat ACT sering tidak konsisten, sehingga penanganan menjadi terlambat,” ungkapnya.

Ia menilai roadmap eliminasi malaria nasional sebenarnya sudah on the track. Namun, diperlukan percepatan penurunan kasus secara signifikan, terutama di daerah endemis seperti Papua, agar target zero local transmission pada tahun 2030 dapat tercapai.

Dalam hal ini, penguatan sistem surveilans menjadi kunci. Riandini mendorong penggunaan pendekatan aktif melalui strategi jemput bola.

Serta pemanfaatan teknologi seperti platform digital dan pemetaan geospasial untuk meningkatkan deteksi dini dan pemantauan kasus secara real time.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah, dalam memastikan aksesibilitas layanan kesehatan.

“Akses terhadap diagnosis cepat dan pengobatan harus tersedia secara merata dan berkelanjutan, khususnya di wilayah terpencil,” tegasnya.

Sebagai masukan, Riandini menilai perlu adanya penguatan edukasi masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian vector.

Termasuk peningkatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan malaria. Menurutnya, peran aktif masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menekan angka penularan.

Sebagai bagian dari kontribusi akademik, UMS terus mendorong riset dan pengabdian masyarakat.

Termasuk pengembangan biolarvasida serta inovasi dan penyusunan buku ajar “Books Chapter mengenai Malaria From Basic to Clinic” di bidang kedokteran tropis.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat eliminasi malaria sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

3 Agustus 2026
SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

3 Agustus 2026
Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

3 Agustus 2026
Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

3 Agustus 2026
Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

3 Agustus 2026
KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

3 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    644 shares
    Bagikan 258 Tweet 161
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    583 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

PFA Kembali Jaring Talenta Muda Kelahiran 2013 di Enam Provinsi di Tanah Papua

PFA Kembali Jaring Talenta Muda Kelahiran 2013 di Enam Provinsi di Tanah Papua

DPR PPT dan Pemkab Mimika Sepakati Pembukaan Kembali Rute Kapal Perintis ke Jita

DPR PPT dan Pemkab Mimika Sepakati Pembukaan Kembali Rute Kapal Perintis ke Jita

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id