ADVERTISEMENT
Selasa, September 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You: Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

13 April 2026
0
Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Distra OFM. (Foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar duka bagi umat Katolik di tanah Papua dan sejumlah wilayah di Indonesia yang pernah menjadi tempatnya berkarya.

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM, meninggal dunia di Negeri Belanda di usia 87 tahun pada 11 April 2026.

ADVERTISEMENT

Sebelum kembali ke Belanda, Pater Nico merupakan seorang imam misonaris Belanda yang mengabdi di Indonesia, khususnya di Tanah Papua selama lebih dari 40 tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pater Nico, lahir di Belanda tahun 1939. Ia menempuh pendidikan filsafat dan teologi di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Baca Juga

Posyandu TSM Karya Kencana Dipuji Aktif Jemput Bola Layani Warga

2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

Tahun 1957, Pater Nico masuk novisiat OFM, dan ditabiskan imam pada 8 Maret 1964.

Setelah ditahbiskan ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Leuven pada 1972.

Usai menyelesaikan pendidikannya di Universitas Leuven, Ia memilih Indonesia sebagai tempat pengabdian.

Pater Nico mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara sejak 1973, kemudian di Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik Karya Wacana sejak 1977.

Di tahun 1983, Pater Nico mengadikan diri di Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur, Jayapura hingga purnakarya.

Ia mengajar banyak matakuliah teologi dan filsafat. Di bidang teologi beliau mengajar pengantar teologi, kristologi, sejarah dogma, pneumatologi.

Di bidang filsafat dia mengajar pengantar filsafat, sejarah filsafat, metafisika, filsafat manusia dan filsafat ketuhanan.

Selain mengajar ia juga menjabat sebagai ketua SFTF Fajar Timur dari 1984 hingga 1988.

Bagi umat Katolik di Papua, Pater Nico bukan hanya seorang dosen, tetapi juga sahabat dan penasehat.

Ia sangat setia dan memiliki perhatian besar terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk pentingnya menjaga warisan gedung-gedung tua yang memiliki nilai historis.

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You mengatakan bahwa “Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

“Pater Nico telah mencetak banyak orang hebat baik dalam jajaran para klerus serta awam di STFT Fajar Timur termasuk saya saat ini yang menjadi uskup pertama orang asli Papua,” kata Uskup Yanuarius.

Aktivis muda Katolik Papua, Soleman Itlay, mengenang peran besar Pater Nico dalam perjuangan menetapkan Hari Misi Katolik di Tanah Papua.

“Perjuangan kami soal penetapan Hari Misi Katolik di Tanah Papua tidak terlepas dari berkat saran dan nasihat Pater Nico,” ungkap Soleman seperti dikutip Nadipapua.com.

Ia sering berbicara soal penyelamatan terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk gedung-gedung tua yang bernilai sejarah.

Menurutnya, Pater Nico terus mendorong generasi muda agar tidak kehilangan jejak sejarah perkembangan iman Katolik di Tanah Papua.

“Dia sering memberi saran dan masukan untuk kami agar tidak kehilangan jejak sejarah iman katolik di Tanah Papua,” ujarnya.

“Sebelum pergi, Pater Nico masih aktif mengikuti diskusi kami di grup (Katolik Papua), bahkan memberikan catatan dan bobot-bobot tertentu,” lanjutnya.

Kepergian Pater Nico meninggalkan jejak mendalam bukan hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam perjuangan menjaga identitas, sejarah, dan iman umat Katolik di Tanah Papua.

Pater Nico meninggalkan Papua pada 19 April 2024 dan pulang ke negara asalnya Belanda, dan setahun kemudian ia wafat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

Solidaritas untuk Flores, IPSU Papua Barat Daya Galang Rp20,2 Juta

1 September 2026
2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

Posyandu TSM Karya Kencana Dipuji Aktif Jemput Bola Layani Warga

1 September 2026
2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

1 September 2026
Realisasi Anggaran Mimika Baru 37 Persen, Bupati Rettob Ancam Pangkas Kegiatan OPD

Realisasi Anggaran Mimika Baru 37 Persen, Bupati Rettob Ancam Pangkas Kegiatan OPD

31 Agustus 2026
Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

31 Agustus 2026
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

31 Agustus 2026

POPULER

  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanah Merah Baru, 75 Personel Dikerahkan

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Nakes Dievakuasi, Layanan Kesehatan Warga Jila Terancam Terganggu

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id