TIMIKA, Koranpapua.id- Posyandu Trans Suaka Mandiri (TSM) Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, mendapat apresiasi karena para kadernya aktif melakukan pelayanan hingga kunjungan rumah kepada warga.
Hal itu terlihat saat Posyandu TSM mengikuti Lomba Posyandu tingkat Kabupaten Mimika yang digelar Senin 31 Agustus 2026.
Posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karang Senang tersebut menjadi salah satu peserta yang dinilai Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama Tim Penggerak PKK dan lintas sektor.
Kepala Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, mengatakan semangat para kader menjadi kekuatan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Melihat semangat mama-mama kader kami yang luar biasa melayani, melihat waktu tanpa pernah mengeluh capek. Mereka sungguh setia,” kata Mariana.
Menurut dia, kader Posyandu TSM tidak hanya menunggu warga datang ke posyandu. Mereka juga aktif melakukan kunjungan rumah, termasuk memantau bayi yang tidak hadir saat jadwal pelayanan serta ibu hamil yang membutuhkan pemantauan.
“Baik itu di posyandu, kunjungan-kunjungan rumah, mengunjungi bayi-bayi yang tidak hadir, ibu hamil, dan juga bersama dengan petugas dalam pelayanan-pelayanan lainnya,” ujarnya.
Bukan Sekadar Mencari Juara
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Haetubun, mengatakan lomba posyandu bukan semata-mata untuk mencari posyandu terbaik.
Menurut Carolina, penilaian menjadi momentum evaluasi sekaligus mendorong kader dan tenaga kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Penilaian ini tidak hanya sekadar kami nilai, tetapi menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di posyandu,” kata Carolina.
Ia menjelaskan, kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek yang dinilai. Selain itu, pencatatan dan pelaporan juga menjadi perhatian karena diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelayanan dan kondisi masyarakat.
“Kita tidak hanya melayani, tetapi kita wajib untuk mencatat dan melaporkan,” tegasnya.
Carolina berharap kader Posyandu TSM terus meningkatkan kapasitas sehingga mampu menjadi kader mandiri sekaligus contoh bagi posyandu lainnya di Kabupaten Mimika.
“Kami harapkan kader-kader yang ada di TSM ini menjadi kader yang mandiri, yang pintar-pintar dan menjadi contoh untuk posyandu lainnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu. Menurutnya, posyandu harus mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan melayani seluruh siklus hidup.
“Diharapkan dapat menggerakkan masyarakat sehingga mereka bisa memanfaatkan posyandu yang ada. Semua siklus hidup dapat terlayani,” tuturnya.
Carolina menambahkan, pelayanan posyandu harus dilakukan secara rutin dan terencana agar berbagai program kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Peningkatan kualitas posyandu, kata Carolina, tidak dapat hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Dukungan lintas sektor diperlukan agar pelayanan posyandu semakin kuat.
Dalam penilaian Posyandu TSM, Dinas Kesehatan melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat.
“Kami harapkan kolaborasi lintas sektor ini dapat memberikan semangat untuk ibu-ibu kader agar dapat meningkatkan lagi pelayanan di posyandu,” kata Carolina.
Ia berharap hasil penilaian dapat menjadi bahan evaluasi bagi Posyandu TSM, baik untuk mempertahankan hal-hal yang sudah berjalan maupun memperbaiki kekurangan.
“Kalau sudah bagus, ini lebih ditingkatkan lagi. Kalau ada hal-hal yang menjadi catatan, itu yang harus diperbaiki,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








