ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You: Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

13 April 2026
0
Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Distra OFM. (Foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar duka bagi umat Katolik di tanah Papua dan sejumlah wilayah di Indonesia yang pernah menjadi tempatnya berkarya.

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM, meninggal dunia di Negeri Belanda di usia 87 tahun pada 11 April 2026.

ADVERTISEMENT

Sebelum kembali ke Belanda, Pater Nico merupakan seorang imam misonaris Belanda yang mengabdi di Indonesia, khususnya di Tanah Papua selama lebih dari 40 tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pater Nico, lahir di Belanda tahun 1939. Ia menempuh pendidikan filsafat dan teologi di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Baca Juga

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

Tahun 1957, Pater Nico masuk novisiat OFM, dan ditabiskan imam pada 8 Maret 1964.

Setelah ditahbiskan ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Leuven pada 1972.

Usai menyelesaikan pendidikannya di Universitas Leuven, Ia memilih Indonesia sebagai tempat pengabdian.

Pater Nico mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara sejak 1973, kemudian di Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik Karya Wacana sejak 1977.

Di tahun 1983, Pater Nico mengadikan diri di Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur, Jayapura hingga purnakarya.

Ia mengajar banyak matakuliah teologi dan filsafat. Di bidang teologi beliau mengajar pengantar teologi, kristologi, sejarah dogma, pneumatologi.

Di bidang filsafat dia mengajar pengantar filsafat, sejarah filsafat, metafisika, filsafat manusia dan filsafat ketuhanan.

Selain mengajar ia juga menjabat sebagai ketua SFTF Fajar Timur dari 1984 hingga 1988.

Bagi umat Katolik di Papua, Pater Nico bukan hanya seorang dosen, tetapi juga sahabat dan penasehat.

Ia sangat setia dan memiliki perhatian besar terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk pentingnya menjaga warisan gedung-gedung tua yang memiliki nilai historis.

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You mengatakan bahwa “Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

“Pater Nico telah mencetak banyak orang hebat baik dalam jajaran para klerus serta awam di STFT Fajar Timur termasuk saya saat ini yang menjadi uskup pertama orang asli Papua,” kata Uskup Yanuarius.

Aktivis muda Katolik Papua, Soleman Itlay, mengenang peran besar Pater Nico dalam perjuangan menetapkan Hari Misi Katolik di Tanah Papua.

“Perjuangan kami soal penetapan Hari Misi Katolik di Tanah Papua tidak terlepas dari berkat saran dan nasihat Pater Nico,” ungkap Soleman seperti dikutip Nadipapua.com.

Ia sering berbicara soal penyelamatan terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk gedung-gedung tua yang bernilai sejarah.

Menurutnya, Pater Nico terus mendorong generasi muda agar tidak kehilangan jejak sejarah perkembangan iman Katolik di Tanah Papua.

“Dia sering memberi saran dan masukan untuk kami agar tidak kehilangan jejak sejarah iman katolik di Tanah Papua,” ujarnya.

“Sebelum pergi, Pater Nico masih aktif mengikuti diskusi kami di grup (Katolik Papua), bahkan memberikan catatan dan bobot-bobot tertentu,” lanjutnya.

Kepergian Pater Nico meninggalkan jejak mendalam bukan hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam perjuangan menjaga identitas, sejarah, dan iman umat Katolik di Tanah Papua.

Pater Nico meninggalkan Papua pada 19 April 2024 dan pulang ke negara asalnya Belanda, dan setahun kemudian ia wafat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id