ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You: Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

13 April 2026
0
Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Distra OFM. (Foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kabar duka bagi umat Katolik di tanah Papua dan sejumlah wilayah di Indonesia yang pernah menjadi tempatnya berkarya.

Pater Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM, meninggal dunia di Negeri Belanda di usia 87 tahun pada 11 April 2026.

Sebelum kembali ke Belanda, Pater Nico merupakan seorang imam misonaris Belanda yang mengabdi di Indonesia, khususnya di Tanah Papua selama lebih dari 40 tahun.

Pater Nico, lahir di Belanda tahun 1939. Ia menempuh pendidikan filsafat dan teologi di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Baca Juga

Setahun Berdiri, SR 76 Mimika Ukir Prestasi hingga Tingkat Provinsi

Penyidikan Dana Pilkada Bergulir, KPU Mimika Pastikan Aktivitas Tetap Normal

Tahun 1957, Pater Nico masuk novisiat OFM, dan ditabiskan imam pada 8 Maret 1964.

Setelah ditahbiskan ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Leuven pada 1972.

Usai menyelesaikan pendidikannya di Universitas Leuven, Ia memilih Indonesia sebagai tempat pengabdian.

Pater Nico mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara sejak 1973, kemudian di Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik Karya Wacana sejak 1977.

Di tahun 1983, Pater Nico mengadikan diri di Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur, Jayapura hingga purnakarya.

Ia mengajar banyak matakuliah teologi dan filsafat. Di bidang teologi beliau mengajar pengantar teologi, kristologi, sejarah dogma, pneumatologi.

Di bidang filsafat dia mengajar pengantar filsafat, sejarah filsafat, metafisika, filsafat manusia dan filsafat ketuhanan.

Selain mengajar ia juga menjabat sebagai ketua SFTF Fajar Timur dari 1984 hingga 1988.

Bagi umat Katolik di Papua, Pater Nico bukan hanya seorang dosen, tetapi juga sahabat dan penasehat.

Ia sangat setia dan memiliki perhatian besar terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk pentingnya menjaga warisan gedung-gedung tua yang memiliki nilai historis.

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You mengatakan bahwa “Pastor Nico Syukur Dister adalah misionaris terakhir Fransiskan yang berjasa besar untuk STFT Fajar Timur.

“Pater Nico telah mencetak banyak orang hebat baik dalam jajaran para klerus serta awam di STFT Fajar Timur termasuk saya saat ini yang menjadi uskup pertama orang asli Papua,” kata Uskup Yanuarius.

Aktivis muda Katolik Papua, Soleman Itlay, mengenang peran besar Pater Nico dalam perjuangan menetapkan Hari Misi Katolik di Tanah Papua.

“Perjuangan kami soal penetapan Hari Misi Katolik di Tanah Papua tidak terlepas dari berkat saran dan nasihat Pater Nico,” ungkap Soleman seperti dikutip Nadipapua.com.

Ia sering berbicara soal penyelamatan terhadap sejarah misi Katolik di Tanah Papua, termasuk gedung-gedung tua yang bernilai sejarah.

Menurutnya, Pater Nico terus mendorong generasi muda agar tidak kehilangan jejak sejarah perkembangan iman Katolik di Tanah Papua.

“Dia sering memberi saran dan masukan untuk kami agar tidak kehilangan jejak sejarah iman katolik di Tanah Papua,” ujarnya.

“Sebelum pergi, Pater Nico masih aktif mengikuti diskusi kami di grup (Katolik Papua), bahkan memberikan catatan dan bobot-bobot tertentu,” lanjutnya.

Kepergian Pater Nico meninggalkan jejak mendalam bukan hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam perjuangan menjaga identitas, sejarah, dan iman umat Katolik di Tanah Papua.

Pater Nico meninggalkan Papua pada 19 April 2024 dan pulang ke negara asalnya Belanda, dan setahun kemudian ia wafat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

17 Oktober 2026
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

17 Oktober 2026
TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

TNI Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

17 Oktober 2026
Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

Sekda Mimika Minta BUMDes Kembangkan Potensi Kampung, Bukan Sekadar Terima Modal

16 Oktober 2026
19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

19 Orang Ditangani dalam Kasus Peredaran Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

16 Oktober 2026
Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

16 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    806 shares
    Bagikan 322 Tweet 202
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id