ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 31, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Papua Bukan Tanah Kosong: Kami Merasa Seperti Anak Domba Kehilangan Induk di Negeri Sendiri

Tuhan sudah menentukan bagi setiap bangsa, bahwa suku, bahasa, budaya, dan pulau sudah jelas batas dan pemiliknya. Maka hargailah kepada setiap suku, budaya, dan segalanya yang ada.

10 April 2026
0
Papua Bukan Tanah Kosong: Kami Merasa Seperti Anak Domba Kehilangan Induk di Negeri Sendiri

Yudas Degei. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TANAH PAPUA bukanlah tanah kosong yang siap diambil sembarangan. Bagi dunia luar, mungkin mata mereka hanya melihat hamparan hutan belantara yang luas, gunung yang menjulang, dan kekayaan alam yang belum tergali.

Namun bagi kami, orang asli Papua, setiap jengkal tanah ini memiliki nama, memiliki sejarah, memiliki pemilik adat, dan menyimpan ikatan spiritual yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Hutan, sungai, dan gunung bukan sekadar objek sumber daya alam yang bisa dihitung nilainya dalam rupiah atau dolar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bagi kami, semua itu adalah tubuh, adalah rumah, dan adalah induk yang terus memberi kehidupan bagi generasi demi generasi.

Baca Juga

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Di tanah ini, nenek moyang kami telah hidup, berjuang, dan meninggal. Di tanah inilah tulang belulang leluhur kami bersemayam.

Setiap pohon yang tumbuh, setiap aliran sungai yang mengalir, memiliki cerita dan aturan main yang dijaga secara turun-temurun melalui hukum adat.

Kami tidak pernah menganggap tanah ini sebagai sesuatu yang mati atau menganggur. Tanah ini hidup, tanah ini bernyawa, dan tanah ini milik kami.

Namun, ironisnya, apa yang kami rasakan saat ini sangat menyakitkan. Di negeri sendiri, di tanah yang kami warisi dari leluhur, kami merasa seperti anak domba yang kehilangan induknya.

Indonesia, sebagai negara yang mengaku mengayomi kami, justru sering kali membuat kami merasa terasing, terpinggirkan, tak berdaya, dan tersesat di tempat kami sendiri dilahirkan.

Kebijakan-kebijakan yang dibuat seolah-olah memandang tanah kami sebagai “tanah tanpa tuan”.

Peta-peta digambar di meja-meja empuk di kota jauh di sana, tanpa pernah menapakkan kaki untuk melihat siapa yang sebenarnya hidup di atas tanah tersebut.

Izin-izin konsesi dikeluarkan, batas-batas wilayah digeser, dan proyek-proyek raksasa dibangun, seolah-olah penduduk asli tidak ada sama sekali.

Kami melihat hutan yang menjadi induk dan sumber hidup kami ditebang habis.

Sungai yang menjadi tempat kami mencari makan dan mandi menjadi keruh dan tercemar.

Tanah ulayat yang menjadi jaminan masa depan anak cucu kami perlahan hilang, berubah menjadi kawasan industri, perkebunan, atau wilayah yang diklaim sebagai milik negara atau pihak lain.

Semua itu terjadi seringkali tanpa persetujuan kami, tanpa konsultasi yang baik, dan tanpa kompensasi yang adil.

Kami merasa diperlakukan seperti orang bodoh yang mudah ditipu dengan janji-janji manis pembangunan, atau seperti anak domba yang kehilangan induknya, hanya bisa mengembik kesepian tapi tidak punya kuasa untuk melawan saat hak-haknya dirampas.

Pembangunan yang digembar-gemborkan untuk kesejahteraan, pada akhirnya hanya dinikmati oleh orang-orang yang datang dari luar, sementara kami tetap hidup dalam keterbatasan, bahkan semakin menderita dan merasa asing.

Kami menolak dengan tegas cara seperti ini terus berlanjut. Kami tidak menolak kemajuan, kami juga ingin hidup sejahtera, kami juga ingin jalan yang bagus, sekolah yang layak, dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Tapi tolong pahami dengan sangat jelas, kemajuan tidak harus datang dengan cara menginjak-injak harga diri kami dan merampas apa yang menjadi hak mutlak kami.

Kami menginginkan kemajuan yang menghargai keberadaan kami. Kami ingin menjadi subjek dalam pembangunan negeri ini, bukan objek yang bisa digeser-geser sesuka hati.

Kami ingin diakui sebagai pemilik sah tanah ini, bukan orang asing yang harus menyingkir demi kepentingan kelompok lain.

Kepada pemerintah, kepada para investor, dan kepada seluruh bangsa Indonesia: Dengarkan suara hati ini. Papua bukanlah wilayah yang baru ditemukan dan siap dieksploitasi.

Papua adalah rumah dan induk bagi jutaan manusia yang memiliki budaya luhur dan cinta tanah air yang luar biasa.

Berhentilah berpikir bahwa Papua adalah tanah kosong. Mata hati kalian harus terbuka bahwa di sini sudah ada peradaban dan pemiliknya yang sah. Cukup sudah kami merasa seperti anak domba yang kehilangan induknya di negeri sendiri.

Papua milik orang Papua. Hak adat tak boleh tergadaikan. Tanah ini hidup, dan kami akan terus menjaganya sampai akhir.

Karena Tuhan sudah menentukan bagi setiap bangsa, bahwa suku, bahasa, budaya, dan pulau sudah jelas batas dan pemiliknya. Maka hargailah kepada setiap suku, budaya, dan segalanya yang ada. (*)

Penulis: Yudas Degei

Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapaa Deiyai, Papua Tengah.

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lonjakan Skrining TBC di Mimika, 1.208 Kasus Terdeteksi pada Semester I  2026

Lonjakan Skrining TBC di Mimika, 1.208 Kasus Terdeteksi pada Semester I  2026

31 Agustus 2026
Danyon 472 Satgas Pasgat Kunjungi Bandara Tigiles Sinak, Pastikan Kesiapan Personel

Dua Pelajar Tewas dengan Luka di Leher, Polisi Buru Pelaku

31 Agustus 2026
Danyon 472 Satgas Pasgat Kunjungi Bandara Tigiles Sinak, Pastikan Kesiapan Personel

Kebakaran Mengancam Runway Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Bergotong Royong Padamkan Api

31 Agustus 2026
Danyon 472 Satgas Pasgat Kunjungi Bandara Tigiles Sinak, Pastikan Kesiapan Personel

Danyon 472 Satgas Pasgat Kunjungi Bandara Tigiles Sinak, Pastikan Kesiapan Personel

31 Agustus 2026
HUT HIMPAUDI ke-21, 100 Guru PAUD di Mimika Dilatih Pertolongan Pertama

HUT HIMPAUDI ke-21, 100 Guru PAUD di Mimika Dilatih Pertolongan Pertama

30 Agustus 2026
Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

30 Agustus 2026

POPULER

  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    619 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Jaga Keamanan Obvitnas, Korpasgat Supadio Lakukan Pemeriksaan Ketat di Bandara Nabire

Jaga Keamanan Obvitnas, Korpasgat Supadio Lakukan Pemeriksaan Ketat di Bandara Nabire

Evakuasi Guru yang Menderita Sakit di Distrik Hoya Masih Terkendala Cuaca Buruk

Dugaan Pemotongan Dana BOS di Mimika Jadi Atensi, Kadisdik: Jika Ada Temuan Kepsek Berani Lapor

Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id