ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pendataan di 133 Kampung, BPS Mimika Terjunkan 191 Petugas Sensus Pertanian

Data yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan BPS, tetapi akan dipergunakan oleh semua lembaga negara pemerintah daerah dan kementerian

31 Mei 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika secara resmi menerjunkan 191 petugas sensus pertanian, yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh I Nyoman Dwitana, Sekdis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Mimika.

Ouceu Satyadipura, Kepala BPS Mimika juga hadir dalam acara yang berlangsung di halaman Kantor BPS, Jalan Hasanuddin, Rabu 30 Mei 2023. Para petugas sensus selanjutkan mulai bekerja melakukan pendataan di 18 distrik dan 133 kampung, kelurahan di wilayah Kabupaten Mimika, terhitung tanggal 1 Juni – 31 Juli 2023.

ADVERTISEMENT
Masyarakat biasanya selalu malas dan menolak bertemu petugas, karena merasa selama ini sudah didata namun tidak pernah mendapat bantuan

“Berapa jumlah petugas setiap kampung tergantung konsentrasi rumah tangga petani. Sesuai agenda awal sensus berlangsung dua bulan, tapi karena ada beberapa wilayah yang beban kerja bisa selesai satu bulan,” ujar Ouceu kepada Koranpapua.id.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Beban kerja setiap petugas sensus akan berlaku adil. Untuk menghindari jangan sampai ada yang beban kerjanya sama namun kosentrasinya sedikit, maka BPS melakukan kontrak kerja perbulan. Dengan sistem kotrak kerja sebulan akan gampang melakukan evaluasi dan menghindari terjadinya penumpukan petugas di salah satu wilayah.

Baca Juga

Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

Titik distribusi petugas yang paling banyak di daerah Satuan Pemukiman (SP) dan dan wilayah pesisir, karena lebih banyak ditinggali warga yang berprofesi sebagai nelayan. Berbeda dengan wilayah pegununganan yang lebih didominasi karyawan.

“Tidak menutup kemungkinan dilakukan rolling petugas dari daerah yang jumlah petani sedikit ke tempat yang petani dan nelayan banyak,” tandas  Ouceu sembari berpesan menghindari penolakan warga, petugas harus pandai membangun komunikasi yang baik dengan warga.

Dari data yang dikumpulkan dapat mengetahui apa yang dibutuhkan petani di setiap kampung. Selanjutnya pemerintah membuat program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat

BPS juga melakukan kerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pentingnya sensus pertanian. Kepala distrik dan kepala kampung diharapkan dapat memberikan pemahaman yang positif kepada warganya.

Masyarakat biasanya selalu malas dan menolak bertemu petugas, karena merasa selama ini sudah didata namun tidak pernah mendapat bantuan. Padahal melalui pendataan masyarakat akan mendapatkan manfaat secara tidak langsung. Karena melalui sensus pertanian bisa mengetahui re-kondisi petani.

Dari data yang dikumpulkan dapat mengetahui apa yang dibutuhkan petani di setiap kampung. Selanjutnya pemerintah membuat program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.

“Petani atau pedagang maupun mama-ama tidak akan mengerti apa itu inflasi. Tapi kalau bilang harga cabai di pasar naik, itulah inflasi dan mereka baru paham. Jadi kita pakai bahasa sederhana biar masyarakat kecil mudah paham,” pesan Ouceu.

Kepada masyarakat Mimika, Ouceu berharap bisa memahami dan menerima petugas sensus pertanian dengan memberikan data sesungguhnya. Karena data yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan BPS, tetapi akan dipergunakan oleh semua lembaga negara pemerintah daerah dan kementerian.

Melalui data ini pemerintah bisa melihat potret pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan di wilayah Mimika. Untuk selanjutnya pemerintah dapat mengambil kebijakan yang dituangkan dalam program daerah maupun program nasional.

Ia menyadari untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tidak mudah. Berdasarkan pengalamannya selama kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebelumnya, banyak petugas yang ditolak dan warga tidak mau memberikan data.

Namun ketika BPS melakukan Forum Konsultasi Publik (FKP) di kampung-kampung ternyata begitu banyak warga yang datang memberikan informasi. Dalam mensuskeskan program ini, BPS selalu berkolaborasi dengan kepala distrik, kepala kampung, lurah termasuk media. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

10 Juni 2026
Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

10 Juni 2026
“Johannes Rettob Itu Kepala Daerah, Tidak Mungkin Ikut Memperkeruh Situasi di Kapiraya”, Lemasko Kecewa Pernyataan Sejumlah Pihak

Rekrutmen Honorer Amungme-Kamoro Tidak Boleh Dihentikan, Marianus: Mereka Berhak Bekerja di Tanahnya Sendiri

10 Juni 2026
Membuka Jendela Ilmu: Personil Korpasgat Dampingi Anak‑anak Belajar Membaca di Pedalaman Papua

Membuka Jendela Ilmu: Personil Korpasgat Dampingi Anak‑anak Belajar Membaca di Pedalaman Papua

10 Juni 2026
Pemkab Mimika Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, Sejumlah Kapsul di Jalan Utama Ditutup

Pemkab Mimika Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, Sejumlah Kapsul di Jalan Utama Ditutup

10 Juni 2026
Resmi Naik, Harga Pertamax Tembus Rp16.650 per Liter

Resmi Naik, Harga Pertamax Tembus Rp16.650 per Liter

10 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Kepala BPS Puncak. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Harga Beras di Kabupaten Puncak Tembus Rp50 Ribu Per Kg

Plt Bupati Tegaskan APBD 2023 Tetap Jalan, Kepala OPD Bekerja Jangan Pikir Rolling

Kepala BPS Puncak. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Petugas Sensus Pertanian di Kabupaten Puncak 100 Persen OAP

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id