TIMIKA, Koranpapua.id – Pengurus Pokja III TP PKK Kabupaten Mimika belajar mengolah limbah sayuran dan buah-buahan menjadi Eco Enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun herbal di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) SP4, Kamis 17 September 2026.
Pelatihan tersebut juga mengenalkan pemanfaatan bahan lokal seperti serai, daun kelor dan buah merah untuk produk rumah tangga.
Sekretaris I TP PKK Mimika, Saralisa, yang mewakili Ketua TP PKK Mimika Susana Suzy Rettob, mengatakan keterampilan itu nantinya akan dibagikan kepada masyarakat melalui kunjungan kerja ke distrik.
“Setelah mereka tahu, kemudian saat kunjungan kerja ke distrik-distrik kita bisa berbagi ilmu di sana. Kenapa sabun? Karena serai, daun kelor dan buah merah banyak ditemui di Mimika,” ujarnya.
Menurut Saralisa, pemanfaatan bahan alami dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga sekaligus mengoptimalkan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.
“Bahan-bahan alami ini bisa kita gunakan sehari-hari, untuk mencuci piring, sabun mandi maupun sebagai pembersih alat rumah tangga. Jadi kita memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SATP Sonianto Kuddi mengatakan program Eco Enzyme telah diterapkan di sekolah tersebut sejak 2020 sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Anak-anak harus punya rasa kepedulian terhadap sampah. Sampah harus diolah seperti apa agar bisa menjadi sesuatu yang berguna,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan pengolahan limbah tersebut dapat semakin luas diterapkan masyarakat Mimika.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu PKK Kabupaten Mimika atas kunjungan luar biasa ini. Mari kita belajar bersama untuk melestarikan lingkungan di Mimika,” tandasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









