TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan bantuan bahan makanan bagi masyarakat di wilayah pegunungan tetap disalurkan, meski distribusi masih menghadapi kendala transportasi udara.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan stok bahan makanan dan bahan bakar pesawat (avtur) di hanggar. Namun, pendistribusian ke sejumlah wilayah pegunungan, seperti Alama dan Tsinga, masih menunggu ketersediaan penerbangan.
Menurut Rettob, sejumlah maskapai masih enggan melayani penerbangan ke wilayah pegunungan karena pertimbangan keamanan. Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan PT Freeport Indonesia untuk mencari alternatif transportasi, termasuk helikopter.
“Bahan makanan sudah kita siapkan, tapi sementara ini kami lagi koordinasi untuk mendapatkan transportasi helikopter ke atas. Masalah kita sekarang penerbangan agak segan untuk terbang ke wilayah gunung,” kata Rettob kepo awak media, Senin 7 September 2026.
Ia meminta masyarakat tidak khawatir karena pemerintah tetap berupaya memastikan kebutuhan bahan makanan di wilayah pegunungan terpenuhi.
“Nah, makanya kita sabar-sabar dulu. Kami juga lagi koordinasi sama TNI, sama Polri, sama Freeport, semuanya ya, supaya mudah-mudahan (secepatnya dikirim-Red),” ujarnya.
Rettob menegaskan, keterbatasan penerbangan tidak membuat pemerintah menghentikan penyaluran bantuan. Logistik yang telah disiapkan akan segera didistribusikan setelah sarana transportasi tersedia.
“Pemerintah tetap melaksanakan proses bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sana. Tidak kita diam saja,” katanya.
Ia menyebut kebutuhan bantuan untuk wilayah Jila dan Tsinga mencapai sekitar 45 ton. Sementara itu, stok bahan makanan untuk Jila saat ini tersisa sekitar 4 ton.
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Rettob, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau tersebut dapat segera dilakukan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Martahen LL Moru










