TIMIKA, Koranpapua.id– Bupati Mimika Johannes Rettob melantik 18 Koordinator Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tingkat distrik se-Kabupaten Mimika masa bakti 2026–2030 di salah satu Hotel di Timika, Sabtu 5 September 2026.
Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah/janji jabatan dan penyerahan SK KONI Kabupaten Mimika Nomor 12 Tahun 2026 kepada para koordinator.
Bupati Rettob mengatakan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi awal untuk memperluas pembinaan olahraga hingga distrik dan kampung.
Menurut dia, banyak generasi muda berbakat yang tersebar di berbagai wilayah Mimika, tetapi belum seluruhnya mendapatkan pembinaan secara optimal.
“Jangan pernah lelah mencari dan membina anak-anak muda berbakat di setiap distrik. Berikan mereka kesempatan untuk bermimpi, berlatih dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Rettob.
Ia meminta para koordinator aktif memetakan potensi atlet, menggelar kompetisi secara berkala, serta membangun kerja sama dengan pemerintah distrik, sekolah, klub, pelatih dan masyarakat.
Dia berharap pembinaan dari tingkat distrik dapat melahirkan atlet Mimika yang mampu berprestasi di tingkat Papua Tengah, nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Mimika Antonius Kemong mengatakan, keberadaan 18 koordinator distrik menjadi langkah untuk mengubah pola pembinaan olahraga yang selama ini lebih banyak terpusat di wilayah perkotaan.
Para koordinator diharapkan menjadi penggerak kegiatan olahraga sekaligus membantu menemukan bibit atlet potensial dari kampung.
“Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan olahraga juga harus dimulai dari kampung,” ujar Antonius.
Lebih jauh, Ia meminta koordinator tidak hanya menunggu program KONI Mimika, tetapi aktif menghidupkan kegiatan olahraga melalui berbagai momentum di distrik dan kampung.
KONI Mimika juga akan mendorong pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Mimika dengan melibatkan peserta dari distrik.
Antonius berharap pembentukan koordinator distrik menjadi awal pemerataan pembinaan olahraga sehingga atlet potensial dari kampung memiliki kesempatan berkembang hingga tingkat yang lebih tinggi. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









