TIMIKA, Koranpapua.id – Persoalan hunian layak masih menjadi pekerjaan besar di Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dari sekitar 10 kampung, masih terdapat lebih dari 1.000 rumah yang dinilai belum layak huni dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, menyampaikan kondisi tersebut saat konferensi pers di salah satu hotel di Timika, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Yunus, pemerintah saat ini telah memberikan bantuan pembangunan 29 unit rumah layak huni yang tersebar di sembilan dari total 10 kampung di Distrik Jita. Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan masyarakat.
“Pada umumnya masyarakat di distrik kami masih membutuhkan rumah layak huni. Kalau dari 10 kampung, ada lebih dari 1.000 rumah yang tidak layak huni,” ujarnya.
Bahkan menurut Yunus, pihaknya masih menemukan satu rumah masih bisa ditempati sampai tiga Kepala Keluarga (KK).
Ia mengatakan bantuan rumah tersebut berasal dari Dinas Perumahan dan diperuntukkan bagi masyarakat berdasarkan data kepala keluarga.
Namun, Yunus mengaku belum mengetahui secara pasti alasan satu kampung tidak mendapatkan alokasi pembangunan rumah tersebut, termasuk spesifikasi maupun tipe rumah yang akan dibangun.
“Dari 10 kampung, sembilan kampung mendapatkan bantuan, sementara satu kampungnya belum. Untuk alasannya saya belum tahu, termasuk ukuran dan tipenya karena kami di distrik hanya menerima informasi untuk pelaksanaan,” jelasnya.
Yunus berharap ke depan pemerintah dapat kembali mengalokasikan bantuan perumahan bagi masyarakat Jita secara lebih merata. Menurutnya, kebutuhan hunian di wilayah tersebut masih sangat mendesak.
Ia bahkan berharap seluruh kampung di Jita dapat memperoleh bantuan apabila program serupa kembali digulirkan.
“Kalau saya bisa memastikan, saya ingin semua 10 kampung mendapatkan bantuan. Karena kebutuhan masyarakat memang masih sangat besar,” katanya.
Tak Hanya Rumah, Bantuan Peternakan Juga Masuk Jita
Selain sektor perumahan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mimika juga mulai menjalankan program pembangunan dan bantuan di Distrik Jita.
Salah satunya bantuan dari sektor peternakan berupa ayam petelur kepada masyarakat. Selain itu, terdapat pula bantuan sekitar 300 unit sarana penerangan tenaga surya yang pendataannya menggunakan data KK.
Yunus menyebut berbagai bantuan tersebut menjadi langkah positif, namun belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan masyarakat Jita.
“Bantuan-bantuan ini tentu kami apresiasi. Tetapi kebutuhan masyarakat masih banyak. Karena itu kami berharap ke depan ada lagi bantuan dan kami dari distrik akan terus berusaha memperjuangkannya,” pungkasnya.
Menurut Yunus, pemerintah distrik saat ini juga masih fokus menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sementara sejumlah program dari OPD lain diharapkan tetap berjalan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







