JAYAPURA, Koranpapua.id – Potensi perkebunan rakyat di Papua kembali menunjukkan geliat. Sebanyak 30 ton kopra hasil produksi petani Kabupaten Sarmi resmi dikirim ke luar daerah dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp516 juta.
Pelepasan pengiriman kopra tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Papua, Dr. Aryoko A.F. Rumaropen, Selasa 11 Agustus 2026.
Aryoko menilai pengiriman tersebut bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi menjadi bukti bahwa komoditas lokal Papua mampu memberikan nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara serius, terarah dan berkelanjutan.
“Nilai ini mungkin baru sebuah awal, tetapi memiliki makna yang sangat besar,” ujar Aryoko.
Menururnya, dengan pengiriman ini membuktikan bahwa apabila potensi lokal dikelola secara serius, maka akan tercipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dikatakan, keberhasilan petani Sarmi mengirim puluhan ton kopra tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah, petani, dunia usaha, mitra pembangunan serta berbagai pemangku kepentingan.
Papua Punya 10.615 Hektare Potensi Kelapa
Aryoko menyebut kelapa merupakan salah satu komoditas strategis Papua dengan peluang pasar yang terbuka luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
Potensi pengembangan kelapa di Papua mencapai sekitar 10.615 hektare yang tersebar di kawasan pesisir dan dataran rendah pada empat kabupaten sentra, yakni Jayapura, Sarmi, Biak Numfor dan Supiori.
“Potensi ini harus kita kelola secara optimal melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, petani, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Tak hanya kelapa, Pemprov Papua juga mendorong pengembangan komoditas unggulan lain seperti kakao, vanili, sagu dan kelapa sawit.
Pengembangan tersebut, kata Aryoko, harus dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Dengan demikian, hasil perkebunan masyarakat tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah sehingga menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Jangan Bergantung pada Satu Sektor
Aryoko menilai penguatan sektor produktif berbasis potensi daerah semakin penting setelah pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) pada 2022.
Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, ingin pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor tertentu, tetapi juga memperkuat perkebunan dan berbagai komoditas unggulan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi Papua CERAH- Cerdas, Sejahtera dan Harmoni, dengan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi dan mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Wagub Papua juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Sarmi, Yayasan EcoNusa, Otoritas Pelabuhan, para mitra pembangunan serta para petani kelapa yang terus mendorong pengembangan komoditas kelapa.
Ia berharap kolaborasi tersebut semakin diperkuat sehingga semakin banyak produk unggulan Papua mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Pengiriman 30 ton kopra senilai Rp516 juta dari Sarmi menjadi sinyal bahwa komoditas rakyat Papua memiliki potensi ekonomi besar.
Tantangannya kini bukan sekadar memproduksi, tetapi bagaimana memastikan petani memperoleh nilai tambah dan pasar yang berkelanjutan. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru






