TIMIKA, Koranpapua.id – Kebiasaan hidup bersih dan sehat mulai ditanamkan kepada siswa SMP Negeri 6 Timika melalui Gerakan Hidup Bersih dan Sehat serta Aksi Bergizi, Jumat 25 September 2026.
Kegiatan yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika itu tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Para siswa juga diajak aktif menjawab pertanyaan dan mempraktikkan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.
Narasumber dari Dinas Kesehatan Mimika, Agustina Paulina Gayatri, mengingatkan siswa bahwa hidup sehat tidak harus dimulai dari hal yang sulit.
Kebiasaan sederhana seperti aktif bergerak, minum air putih, menjaga kebersihan tubuh dan mencuci tangan dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Menurut Agustina, aktivitas fisik juga penting bagi kesehatan. Aktivitas sedang hingga berat tidak harus dilakukan sekaligus selama 60 menit, tetapi bisa dibagi dalam beberapa kegiatan sepanjang hari.
“Jangan bangun tidur langsung mencari HP. Biasakan bergerak dan minum air putih,” pesannya kepada para siswa.
Selain aktivitas fisik, siswa diajak mengurangi konsumsi minuman manis serta makanan dengan kandungan gula, garam, dan tepung yang tinggi. Minuman manis, kata Agustina, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan dan tidak dijadikan kebiasaan setiap hari.
Kebiasaan lain yang ditekankan yakni mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan tubuh, menggosok gigi, serta memotong kuku secara rutin.
Agustina juga mengingatkan siswa mengenai bahaya rokok. Ia meminta siswa yang belum pernah merokok agar tidak mencoba, karena rokok mengandung zat yang dapat menyebabkan ketergantungan dan berdampak pada kesehatan.
“Tidak ada manfaat baik dari rokok. Jadi, yang belum pernah merokok jangan coba-coba,” tegasnya.
Siswa Antusias
Suasana kegiatan berlangsung cukup interaktif. Siswa terlihat mengikuti materi dengan serius, terutama saat narasumber memberikan pertanyaan dan mengajak mereka berdiskusi.
Sejumlah siswa bahkan berani maju ke depan untuk memperkenalkan diri, menjawab pertanyaan, hingga menyampaikan kembali materi yang telah mereka terima.
Pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana, yakni PHBS tidak cukup hanya dipahami sebagai materi di sekolah. Kebiasaan itu perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









