MANOKWARI, Koranpapua.id– Tim gabungan bersama jajaran Polda Papua Barat melakukan operasi penertiban tambang emas illegal yang berlokasi di kawasan Kali Waserawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.
Dalam operasi yang mulai dilakukan tanggal 14 Juli 2026 itu, tim gabungan berhasil mengamankan enam unit excavator, lima orang pekerja, serta sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal.
Operasi tersebut dipimpin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat bersama Timsus Orion, Brimob, dan Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter).
Ditreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol. Darma Suwandito, menjelaskan saat tiba di lokasi, tim gabungan menemukan dua camp dengan pekerja yang masih aktif beroperasi.
Pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 17.35 WIT, tim mengamankan dua unit excavator merek CAT dan SANY serta lima orang yang berada di lokasi.
Penyisiran kemudian dilanjutkan hingga malam hari. Petugas berhasil menemukan empat unit excavator lainnya yang diduga sengaja disembunyikan oleh para pelaku.
Di antaranya, satu unit Zoomlion, satu unit Doosan, satu unit CAT, dan satu unit SANY. Seluruh alat berat tersebut diamankan sebagai barang bukti dan dibawa ke Mapolda Papua Barat.
Selain enam unit excavator, polisi juga menyita emas seberat 28,2 gram, tiga botol merkuri, dua alat pengaduk, dua sendok dan satu alat pembakar.
Polisi juga menyita tiga timbangan, buku catatan, mesin alkon, karpet, selang, serta berbagai peralatan pendulangan emas.
Sementara lima pekerja yang diamankan masing-masing Juhran Sahude selaku pengawas, EW sebagai operator excavator, R, I, dan J sebagai pekerja, serta ML yang bertugas sebagai juru masak.
Sementara itu, tujuh orang lainnya diduga melarikan diri, termasuk seorang berinisial F yang diduga merupakan pemodal utama kegiatan pertambangan ilegal tersebut.
Menurut penyidik, aktivitas pertambangan dilakukan secara terorganisir dan dalam skala besar dan menggunakan merkuri dalam proses pengolahan emas.
“Merkuri ini berpotensi mencemari lingkungan, khususnya aliran sungai di sekitar lokasi tambang,” tegasnya.
Dikatakan, upaya pelaku menyembunyikan alat berat saat petugas mendekat juga diduga menunjukkan adanya kebocoran informasi.
“Dari hasil kegiatan ini, yang diamankan masih sebatas pekerja dan pengawas lapangan. Kami akan melakukan pengembangan untuk mencari saudara F sebagai pihak yang berada di belakang kegiatan tersebut,” ujar Kombes Darma Suwandito. (Redaksi)










