ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Apabila ditemukan anggota keluarga mengalami demam disertai ruam kemerahan, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

18 Juli 2026
0
Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Tim investigasi Dinkes Provinsi Papua Tengah saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

DOGIYAI, Koranpapua.id- Informasi dugaan ditemukan kasus campak di Kabupaten Dogiyai, langsung direspon cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah.

Langkah cepat itu dilakukan dengan menurunkan tim ivestigasi langsung ke Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Dogiyai, lokasi yang dilaporkan adanya temuan dugaan campak.

ADVERTISEMENT

Tim investigasi dipimpin Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, selanjutnya melakukan penyelidikan epidemiologi dan pendampingan teknis di lokasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam pelaksanaan ivestigasi di lapangan, tim Dinkes Papua Tengah bekerja sama dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Adapun tim Dinkes Dogiyai yang juga turun ke lokasi yakni, dr. Nila dan Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Yulita Keiya. Ikut juga tenaga kesehatan Noak Boma, Selpian Pigai, Berta Keiya bersama petugas Puskesmas setempat.

Kolaborasi antardua tim yang juga melibatkan pemerintah kampung dan tokoh masyarakat itu, bertujuan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, transparan, dan dapat diterima oleh warga.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, S.KM., M.Kes mengatakan pembentukan tim ini adalah wujud komitmen nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini.

“Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Yohanes Kayame seperti dikutip, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurutnya, di lapangan tim melakukan serangkaian langkah teknis meliputi verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit.

Termasuk melakukan pencarian kasus tambahan, pengecekan status imunisasi, hingga pengambilan sampel sesuai pedoman resmi Kementerian Kesehatan.

Dalam kesempatan itu, masyarakat yang dikunjungi juga diberikan pemahaman mengenai tanda gejala campak, pentingnya melengkapi imunisasi dasar, serta cara mencegah penularan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pelatihan dan penguatan kapasitas bagi petugas kesehatan di tingkat kabupaten dan Puskesmas, agar cepat respon terhadap informasi penyakit menular yang berkembang di masyarakat.

Meski demikian, Yohanes menuturkan dalam pelaksanaannya, tim menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian keluarga terkait proses investigasi pada kasus anak yang meninggal dunia.

Setelah melalui pendekatan yang penuh rasa hormat, persuasif, serta dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah kampung, hambatan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Tim tetap menjalankan tugas sesuai prosedur tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat setempat.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, terutama warga di sekitar lokasi yang diduga terjadi penyebaran campak, agar tidak panik, namun tetap waspada.

Apabila ditemukan anggota keluarga mengalami demam disertai ruam kemerahan, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

“Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak kita, karena itu adalah perlindungan paling efektif. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita pastikan penanganan berjalan maksimal dan penyakit tidak menyebar lebih luas,” ujar Yohanes. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

7 Agustus 2026
Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

7 Agustus 2026
Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

7 Agustus 2026
Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

7 Agustus 2026
PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

7 Agustus 2026
DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

7 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id