ADVERTISEMENT
Senin, September 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Apabila ditemukan anggota keluarga mengalami demam disertai ruam kemerahan, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

18 Juli 2026
0
Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Tim investigasi Dinkes Provinsi Papua Tengah saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

DOGIYAI, Koranpapua.id- Informasi dugaan ditemukan kasus campak di Kabupaten Dogiyai, langsung direspon cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah.

Langkah cepat itu dilakukan dengan menurunkan tim ivestigasi langsung ke Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Dogiyai, lokasi yang dilaporkan adanya temuan dugaan campak.

ADVERTISEMENT

Tim investigasi dipimpin Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, selanjutnya melakukan penyelidikan epidemiologi dan pendampingan teknis di lokasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam pelaksanaan ivestigasi di lapangan, tim Dinkes Papua Tengah bekerja sama dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Adapun tim Dinkes Dogiyai yang juga turun ke lokasi yakni, dr. Nila dan Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Yulita Keiya. Ikut juga tenaga kesehatan Noak Boma, Selpian Pigai, Berta Keiya bersama petugas Puskesmas setempat.

Kolaborasi antardua tim yang juga melibatkan pemerintah kampung dan tokoh masyarakat itu, bertujuan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, transparan, dan dapat diterima oleh warga.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, S.KM., M.Kes mengatakan pembentukan tim ini adalah wujud komitmen nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini.

“Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Yohanes Kayame seperti dikutip, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurutnya, di lapangan tim melakukan serangkaian langkah teknis meliputi verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit.

Termasuk melakukan pencarian kasus tambahan, pengecekan status imunisasi, hingga pengambilan sampel sesuai pedoman resmi Kementerian Kesehatan.

Dalam kesempatan itu, masyarakat yang dikunjungi juga diberikan pemahaman mengenai tanda gejala campak, pentingnya melengkapi imunisasi dasar, serta cara mencegah penularan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pelatihan dan penguatan kapasitas bagi petugas kesehatan di tingkat kabupaten dan Puskesmas, agar cepat respon terhadap informasi penyakit menular yang berkembang di masyarakat.

Meski demikian, Yohanes menuturkan dalam pelaksanaannya, tim menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian keluarga terkait proses investigasi pada kasus anak yang meninggal dunia.

Setelah melalui pendekatan yang penuh rasa hormat, persuasif, serta dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah kampung, hambatan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Tim tetap menjalankan tugas sesuai prosedur tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat setempat.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, terutama warga di sekitar lokasi yang diduga terjadi penyebaran campak, agar tidak panik, namun tetap waspada.

Apabila ditemukan anggota keluarga mengalami demam disertai ruam kemerahan, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

“Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak kita, karena itu adalah perlindungan paling efektif. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita pastikan penanganan berjalan maksimal dan penyakit tidak menyebar lebih luas,” ujar Yohanes. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026
HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

14 September 2026
Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

14 September 2026
Yohana Paliling Soroti Disiplin ASN Mimika dan Korupsi Waktu

Yohana Paliling Soroti Disiplin ASN Mimika dan Korupsi Waktu

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Tiga Anggota KKB Yahukimo Tewas Diterjang Peluru Satgas ODC-2026

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id