ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev: Dari Ruang Kelas ke Ruang Kebijakan, Merancang Masa Depan Mimika Lewat Riset

"Pembangunan yang baik bukan lahir dari asumsi, melainkan dari riset, data, dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan”.

15 Juli 2026
0
Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev: Dari Ruang Kelas ke Ruang Kebijakan, Merancang Masa Depan Mimika Lewat Riset

Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev, (Plt.) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Di meja kerjanya, tak terlihat tumpukan proposal proyek atau gambar pembangunan fisik.

Yang berserakan justru dokumen kajian, buku ekonomi pembangunan, jurnal ilmiah, dan catatan hasil diskusi.

ADVERTISEMENT

Di ruangan itulah Darius Sabon Rain percaya, pembangunan daerah tidak boleh lahir dari dugaan, melainkan dari pengetahuan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bagi Darius, riset bukan pekerjaan akademisi yang berakhir di perpustakaan. Riset harus hidup dalam setiap keputusan pemerintah.

Baca Juga

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Ia harus menjelma menjadi jalan baru bagi sekolah-sekolah di pedalaman, pelayanan kesehatan di kampung pesisir, hingga kebijakan ekonomi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepercayaan itu mengantarnya dipercaya Bupati Mimika Johannes Rettob menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, lembaga baru yang dibentuk pada Maret 2026 untuk menjadi dapur pemikiran Pemerintah Kabupaten Mimika.

Namun perjalanan menuju ruang kebijakan itu bukanlah cerita yang dibangun dalam semalam.

Anak Flores yang Memilih Tanah Papua

Darius Sabon Rain lahir di Pulau Adonara, Flores, NTT pada 3 Januari 1973. Masa kecilnya dijalani di lingkungan sederhana hingga menyelesaikan pendidikan dasar di SD Inpres Pledo, kemudian SMP Swasta Palugodam dan SMA Katolik Lamaholot Witihama.

Selepas SMA, ia memilih menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Ketertarikannya pada pembangunan daerah membuatnya melanjutkan studi Magister Ekonomika Pembangunan di Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu pusat pemikiran ekonomi pembangunan terbaik di Indonesia.

Bekal akademik itu tidak membuatnya memilih bekerja di kota besar.

Sekitar pergantian milenium, Darius justru memutuskan merantau ke Timika, Kabupaten Mimika Mimika, Papua Tengah.

Di saat banyak orang melihat Papua sebagai daerah yang penuh tantangan, Darius justru melihatnya sebagai tempat belajar sekaligus mengabdi.

Kariernya tidak langsung dimulai sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia terlebih dahulu menjadi tenaga pendidik di sekolah swasta Katolik.

Dunia pendidikan menjadi ruang pertama yang membentuk cara pandangnya bahwa pembangunan selalu dimulai dari manusia.

Menjadi ASN, Belajar dari Pajak

Ketika diterima sebagai Aparatur Sipil Negara, Darius ditempatkan di instansi yang saat itu menangani pendapatan daerah.

Banyak orang menganggap urusan pajak hanya soal angka. Namun bagi Darius, pendapatan daerah sesungguhnya adalah cermin kemampuan pemerintah membiayai pembangunan.

Ia menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika.

Mulai sebagai Kepala Seksi Keberatan dan Pengurangan Pajak Daerah, kemudian dipercaya menangani Penilaian dan Penetapan PBB dan BPHTB, hingga akhirnya menjadi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

Belasan tahun bergelut dengan data fiskal membuatnya memahami satu hal kebijakan yang baik selalu membutuhkan data yang baik.

Dosen yang Tak Pernah Berhenti Menulis

Di luar pekerjaannya sebagai birokrat, Darius memiliki dunia lain.

Ia mengajar di perguruan tinggi selama bertahun-tahun. Dunia akademik membuatnya terbiasa berdiskusi, menguji gagasan, sekaligus menulis.

Menulis baginya bukan sekadar hobi

Darius juga rutin menulis opini dan artikel di berbagai media massa. Dari ruang kelas hingga halaman surat kabar, Darius terbiasa menyampaikan gagasan mengenai pembangunan daerah, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.

Pengalaman sebagai dosen dan penulis inilah yang kemudian menjadi salah satu modal penting ketika dipercaya memimpin BRIDA Mimika.

Sebab BRIDA bukan sekadar kantor pemerintahan tetapi menjadi rumah bagi gagasan.

BRIDA: Membuat Pemerintah Tidak Lagi Menebak

Saat dipercaya menjadi Plt. Kepala BRIDA Mimika, Darius tidak berbicara tentang proyek besar. Ia justru berbicara tentang pertanyaan sederhana.

Apakah pemerintah benar-benar mengetahui kebutuhan guru di kampung-kampung pegunungan?

Apakah pembangunan fasilitas kesehatan sudah sesuai kebutuhan masyarakat pesisir?

Apakah anggaran yang dikeluarkan selama ini benar-benar menyelesaikan persoalan?

Semua pertanyaan itu, menurutnya, hanya bisa dijawab melalui riset.

Karena itu BRIDA dibangun bukan sebagai lembaga penelitian yang menghasilkan tumpukan laporan, melainkan lembaga yang menyediakan dasar ilmiah bagi setiap keputusan pemerintah.

“Kami tidak ingin hasil riset hanya menjadi dokumen yang disimpan di lemari. Kajian harus menjadi dasar kebijakan dan benar-benar dilaksanakan oleh perangkat daerah. Karena fungsi BRIDA ini menyiapkan hasil riset dan kajian,” ujarnya kepada Koranpapua.id saat wawancara diruang kerjanya, Rabu 15 Juli 2026.

Menghubungkan Akademisi dan Pemerintah

Salah satu langkah pertama yang dilakukan Darius adalah membangun jejaring dengan perguruan tinggi.

Ia percaya pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu BRIDA membentuk forum bersama perguruan tinggi di Mimika agar para akademisi dapat terlibat langsung dalam menjawab persoalan pembangunan.

Baginya, kampus menyimpan banyak pengetahuan yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan pemerintah.

Jika hasil penelitian kampus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, maka pembangunan akan jauh lebih efektif.

Pembangunan Harus Berbasis Bukti

Di bawah kepemimpinannya, BRIDA memprioritaskan kajian mengenai pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, inovasi daerah, hingga pembangunan wilayah pesisir dan pegunungan.

Setiap hasil penelitian nantinya diterjemahkan menjadi policy brief atau rekomendasi kebijakan yang disampaikan langsung kepada Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Dengan cara itu, program pemerintah tidak lagi disusun berdasarkan perkiraan atau kebiasaan lama. Ia ingin setiap rupiah anggaran memiliki dasar ilmiah.

Membangun Warisan Intelektual

Bagi Darius Sabon Rain, jabatan hanyalah amanah yang suatu saat akan berakhir. Namun gagasan, menurutnya, dapat hidup jauh lebih lama.

Ia ingin BRIDA dikenang bukan karena gedungnya, melainkan karena keberhasilannya mengubah cara pemerintah mengambil keputusan.

Dari seorang guru, dosen, penulis, hingga birokrat, perjalanan Darius memperlihatkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dengan alat berat atau proyek bernilai miliaran rupiah.

Kadang, pembangunan justru lahir dari sebuah pertanyaan, sebuah data, dan keberanian menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar setiap kebijakan.

Profil Singkat

Nama: Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev.

Lahir: Flores, 3 Januari 1973

Agama: Katolik

Status: Menikah

Riwayat Pendidikan

  1. Magister Ekonomika Pembangunan, Universitas Gadjah Mada (2014)
  2. S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (1999)

Riwayat Jabatan

  1. Kepala Seksi Keberatan dan Pengurangan Pajak Daerah (2015)
  2. Kepala Sub Bidang Penilaian dan Penetapan PBB-BPHTB (2018)
  3. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika (2025)
  4. Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika (2026)
  5. Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Mimika (2026)

Moto yang tercermin dari perjalanan kariernya, “Pembangunan yang baik bukan lahir dari asumsi, melainkan dari riset, data, dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan.” (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

29 Agustus 2026
Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Kuliah Perdana ITB Dibuka, 176 Mahasiswa Disiapkan Jadi Generasi Penggerak Teluk Bintuni

29 Agustus 2026
Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

29 Agustus 2026
Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

29 Agustus 2026
Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

29 Agustus 2026
DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

29 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id