ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev: Dari Ruang Kelas ke Ruang Kebijakan, Merancang Masa Depan Mimika Lewat Riset

"Pembangunan yang baik bukan lahir dari asumsi, melainkan dari riset, data, dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan”.

15 Juli 2026
0
Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev: Dari Ruang Kelas ke Ruang Kebijakan, Merancang Masa Depan Mimika Lewat Riset

Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev, (Plt.) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Di meja kerjanya, tak terlihat tumpukan proposal proyek atau gambar pembangunan fisik.

Yang berserakan justru dokumen kajian, buku ekonomi pembangunan, jurnal ilmiah, dan catatan hasil diskusi.

Di ruangan itulah Darius Sabon Rain percaya, pembangunan daerah tidak boleh lahir dari dugaan, melainkan dari pengetahuan.

Bagi Darius, riset bukan pekerjaan akademisi yang berakhir di perpustakaan. Riset harus hidup dalam setiap keputusan pemerintah.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Ia harus menjelma menjadi jalan baru bagi sekolah-sekolah di pedalaman, pelayanan kesehatan di kampung pesisir, hingga kebijakan ekonomi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepercayaan itu mengantarnya dipercaya Bupati Mimika Johannes Rettob menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, lembaga baru yang dibentuk pada Maret 2026 untuk menjadi dapur pemikiran Pemerintah Kabupaten Mimika.

Namun perjalanan menuju ruang kebijakan itu bukanlah cerita yang dibangun dalam semalam.

Anak Flores yang Memilih Tanah Papua

Darius Sabon Rain lahir di Pulau Adonara, Flores, NTT pada 3 Januari 1973. Masa kecilnya dijalani di lingkungan sederhana hingga menyelesaikan pendidikan dasar di SD Inpres Pledo, kemudian SMP Swasta Palugodam dan SMA Katolik Lamaholot Witihama.

Selepas SMA, ia memilih menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Ketertarikannya pada pembangunan daerah membuatnya melanjutkan studi Magister Ekonomika Pembangunan di Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu pusat pemikiran ekonomi pembangunan terbaik di Indonesia.

Bekal akademik itu tidak membuatnya memilih bekerja di kota besar.

Sekitar pergantian milenium, Darius justru memutuskan merantau ke Timika, Kabupaten Mimika Mimika, Papua Tengah.

Di saat banyak orang melihat Papua sebagai daerah yang penuh tantangan, Darius justru melihatnya sebagai tempat belajar sekaligus mengabdi.

Kariernya tidak langsung dimulai sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia terlebih dahulu menjadi tenaga pendidik di sekolah swasta Katolik.

Dunia pendidikan menjadi ruang pertama yang membentuk cara pandangnya bahwa pembangunan selalu dimulai dari manusia.

Menjadi ASN, Belajar dari Pajak

Ketika diterima sebagai Aparatur Sipil Negara, Darius ditempatkan di instansi yang saat itu menangani pendapatan daerah.

Banyak orang menganggap urusan pajak hanya soal angka. Namun bagi Darius, pendapatan daerah sesungguhnya adalah cermin kemampuan pemerintah membiayai pembangunan.

Ia menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika.

Mulai sebagai Kepala Seksi Keberatan dan Pengurangan Pajak Daerah, kemudian dipercaya menangani Penilaian dan Penetapan PBB dan BPHTB, hingga akhirnya menjadi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

Belasan tahun bergelut dengan data fiskal membuatnya memahami satu hal kebijakan yang baik selalu membutuhkan data yang baik.

Dosen yang Tak Pernah Berhenti Menulis

Di luar pekerjaannya sebagai birokrat, Darius memiliki dunia lain.

Ia mengajar di perguruan tinggi selama bertahun-tahun. Dunia akademik membuatnya terbiasa berdiskusi, menguji gagasan, sekaligus menulis.

Menulis baginya bukan sekadar hobi

Darius juga rutin menulis opini dan artikel di berbagai media massa. Dari ruang kelas hingga halaman surat kabar, Darius terbiasa menyampaikan gagasan mengenai pembangunan daerah, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.

Pengalaman sebagai dosen dan penulis inilah yang kemudian menjadi salah satu modal penting ketika dipercaya memimpin BRIDA Mimika.

Sebab BRIDA bukan sekadar kantor pemerintahan tetapi menjadi rumah bagi gagasan.

BRIDA: Membuat Pemerintah Tidak Lagi Menebak

Saat dipercaya menjadi Plt. Kepala BRIDA Mimika, Darius tidak berbicara tentang proyek besar. Ia justru berbicara tentang pertanyaan sederhana.

Apakah pemerintah benar-benar mengetahui kebutuhan guru di kampung-kampung pegunungan?

Apakah pembangunan fasilitas kesehatan sudah sesuai kebutuhan masyarakat pesisir?

Apakah anggaran yang dikeluarkan selama ini benar-benar menyelesaikan persoalan?

Semua pertanyaan itu, menurutnya, hanya bisa dijawab melalui riset.

Karena itu BRIDA dibangun bukan sebagai lembaga penelitian yang menghasilkan tumpukan laporan, melainkan lembaga yang menyediakan dasar ilmiah bagi setiap keputusan pemerintah.

“Kami tidak ingin hasil riset hanya menjadi dokumen yang disimpan di lemari. Kajian harus menjadi dasar kebijakan dan benar-benar dilaksanakan oleh perangkat daerah. Karena fungsi BRIDA ini menyiapkan hasil riset dan kajian,” ujarnya kepada Koranpapua.id saat wawancara diruang kerjanya, Rabu 15 Juli 2026.

Menghubungkan Akademisi dan Pemerintah

Salah satu langkah pertama yang dilakukan Darius adalah membangun jejaring dengan perguruan tinggi.

Ia percaya pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu BRIDA membentuk forum bersama perguruan tinggi di Mimika agar para akademisi dapat terlibat langsung dalam menjawab persoalan pembangunan.

Baginya, kampus menyimpan banyak pengetahuan yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan pemerintah.

Jika hasil penelitian kampus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, maka pembangunan akan jauh lebih efektif.

Pembangunan Harus Berbasis Bukti

Di bawah kepemimpinannya, BRIDA memprioritaskan kajian mengenai pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, inovasi daerah, hingga pembangunan wilayah pesisir dan pegunungan.

Setiap hasil penelitian nantinya diterjemahkan menjadi policy brief atau rekomendasi kebijakan yang disampaikan langsung kepada Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Dengan cara itu, program pemerintah tidak lagi disusun berdasarkan perkiraan atau kebiasaan lama. Ia ingin setiap rupiah anggaran memiliki dasar ilmiah.

Membangun Warisan Intelektual

Bagi Darius Sabon Rain, jabatan hanyalah amanah yang suatu saat akan berakhir. Namun gagasan, menurutnya, dapat hidup jauh lebih lama.

Ia ingin BRIDA dikenang bukan karena gedungnya, melainkan karena keberhasilannya mengubah cara pemerintah mengambil keputusan.

Dari seorang guru, dosen, penulis, hingga birokrat, perjalanan Darius memperlihatkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dengan alat berat atau proyek bernilai miliaran rupiah.

Kadang, pembangunan justru lahir dari sebuah pertanyaan, sebuah data, dan keberanian menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar setiap kebijakan.

Profil Singkat

Nama: Darius Sabon Rain, S.E., M.Ec.Dev.

Lahir: Flores, 3 Januari 1973

Agama: Katolik

Status: Menikah

Riwayat Pendidikan

  1. Magister Ekonomika Pembangunan, Universitas Gadjah Mada (2014)
  2. S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (1999)

Riwayat Jabatan

  1. Kepala Seksi Keberatan dan Pengurangan Pajak Daerah (2015)
  2. Kepala Sub Bidang Penilaian dan Penetapan PBB-BPHTB (2018)
  3. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika (2025)
  4. Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika (2026)
  5. Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Mimika (2026)

Moto yang tercermin dari perjalanan kariernya, “Pembangunan yang baik bukan lahir dari asumsi, melainkan dari riset, data, dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan.” (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Lama Menganggur, Biaya Perbaikannya Kini Dipastikan Membengkak

Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Polres Mimika Amankan Pria 49 Tahun Terduga Pelaku Rudapaksa Anak 12 Tahun di SP4

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Komisi II DPRK Mimika Dukung Sidak SPBU: Bongkar Praktik BBM Bersubsidi yang Diduga Tak Tepat Sasaran

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id