ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

“Kami tidak pernah membawa barang-barang militer. Semua dapat dicek melalui manifes penerbangan. Sesuai SOP, selama ini menolak permintaan pengangkutan yang berkaitan dengan operasi militer”.

4 Juli 2026
0
Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

Pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) berregistrasi PK-RCY sesudah dibakar. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Penembakan yang menewaskan Nicholas F. Goselin, Pilot AMA Air PK-RCY di Bandara Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis 2 Juni 2026, mendapatkan tanggapan dari Uskup Keuskupan Jayapura, Mrg. Yanuarius Teofilus Matopai You.

Uskup Yanuarius mengatakan, sebagai pemimpin umat Katolik lokal, dirinya sangat terpukul dengan terjadinya peristiwa tersebut.

Bagi Uskup Yanuarius, peristiwa penembakan pilot yang disertai dengan pembakaran pesawat, tidak saja menjadi kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga menjadi pukulan terhadap pelayanan kemanusiaan di pedalaman Tanah Papua.

“Sebagai pimpinan gereja yang memiliki pesawat ini, kami sangat terpukul dengan peristiwa tersebut,” ungkap Uskup Yanuarius kepada awak media di Bandara Sentani, Jayapura, Jumat 3 Juli 2026.

Baca Juga

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

Operasional penerbangan misi yang dijalankan Gereja Katolik selama ini, kata Uskup Yanuarius, bukan bertujuan mencari keuntungan, melainkan bagian dari pelayanan untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil.

“Dari sisi bisnis, sebenarnya kami tidak memperoleh apa-apa. Bahkan kami lebih banyak mengalami kerugian. Namun kami sadar ini adalah bagian dari amanat agung untuk membawa pelayanan dan firman Tuhan hingga ke pelosok,” tuturnya.

Direktur PT AMA, Bob Kayadu mengatakan, keluarga besar AMA Air sangat terpukul atas terjadinya peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat.

Menurutnya, selama 67 tahun empat bulan telah melayani penerbangan misi di Tanah Papua. “Baru kali ini terjadi pembunuhan terhadap awak pesawat,” kata Bob.

Dikatakan, kecelakaan pesawat bisa saja terjadi kapan saja, namun pembakaran pesawat dan pembunuhan seperti ini merupakan tindakan yang sungguh tidak manusiawi. “Ini menjadi luka yang sangat dalam bagi kami,” ungkap Bob.

Ia berharap para pelaku menyadari perbuatannya, dan menghentikan tindakan kekerasan terhadap penerbangan sipil yang melayani masyarakat pedalaman.

Menurut Bob, apabila aksi kekerasan terhadap pesawat-pesawat misi terus terjadi, maskapai penerbangan misi seperti AMA, MAF, Advent, maupun operator penerbangan misi lainnya dapat menghentikan pelayanan mereka.

Bob juga membantah tudingan bahwa pesawat AMA digunakan untuk mendukung operasi militer. Ia menegaskan seluruh penerbangan dilakukan sesuai standar operasional perusahaan dengan menjunjung prinsip netralitas.

“Kami tidak pernah membawa barang-barang militer. Semua dapat dicek melalui manifes penerbangan,” jelasnya.

Dikatakan, sesuai SOP, pihaknya selama ini menolak permintaan pengangkutan yang berkaitan dengan operasi militer.

Ia menjelaskan maskapai AMA saat ini memiliki sekitar 16 pilot yang melayani berbagai wilayah pedalaman Papua.

Rute menuju Balingga mulai dilayani sejak 2023, dengan frekuensi satu kali penerbangan setiap pekan, dan almarhum Nicholas F. Goselin telah bertugas sebagai pilot di Papua selama hampir tiga tahun. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

2 Oktober 2026
Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

2 Oktober 2026
Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

2 Oktober 2026
PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

2 Oktober 2026
KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

2 Oktober 2026
M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

2 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Dr. Ribka Haluk: Hidup di Atas Emas, Seharusnya Masyarakat Sejahtera

Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Kasus Penembakan di Intan Jaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id