JAYAPURA, Koranpapua.id- Penembakan yang menewaskan Nicholas F. Goselin, Pilot AMA Air PK-RCY di Bandara Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis 2 Juni 2026, mendapatkan tanggapan dari Uskup Keuskupan Jayapura, Mrg. Yanuarius Teofilus Matopai You.
Uskup Yanuarius mengatakan, sebagai pemimpin umat Katolik lokal, dirinya sangat terpukul dengan terjadinya peristiwa tersebut.
Bagi Uskup Yanuarius, peristiwa penembakan pilot yang disertai dengan pembakaran pesawat, tidak saja menjadi kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga menjadi pukulan terhadap pelayanan kemanusiaan di pedalaman Tanah Papua.
“Sebagai pimpinan gereja yang memiliki pesawat ini, kami sangat terpukul dengan peristiwa tersebut,” ungkap Uskup Yanuarius kepada awak media di Bandara Sentani, Jayapura, Jumat 3 Juli 2026.
Operasional penerbangan misi yang dijalankan Gereja Katolik selama ini, kata Uskup Yanuarius, bukan bertujuan mencari keuntungan, melainkan bagian dari pelayanan untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil.
“Dari sisi bisnis, sebenarnya kami tidak memperoleh apa-apa. Bahkan kami lebih banyak mengalami kerugian. Namun kami sadar ini adalah bagian dari amanat agung untuk membawa pelayanan dan firman Tuhan hingga ke pelosok,” tuturnya.
Direktur PT AMA, Bob Kayadu mengatakan, keluarga besar AMA Air sangat terpukul atas terjadinya peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat.
Menurutnya, selama 67 tahun empat bulan telah melayani penerbangan misi di Tanah Papua. “Baru kali ini terjadi pembunuhan terhadap awak pesawat,” kata Bob.
Dikatakan, kecelakaan pesawat bisa saja terjadi kapan saja, namun pembakaran pesawat dan pembunuhan seperti ini merupakan tindakan yang sungguh tidak manusiawi. “Ini menjadi luka yang sangat dalam bagi kami,” ungkap Bob.
Ia berharap para pelaku menyadari perbuatannya, dan menghentikan tindakan kekerasan terhadap penerbangan sipil yang melayani masyarakat pedalaman.
Menurut Bob, apabila aksi kekerasan terhadap pesawat-pesawat misi terus terjadi, maskapai penerbangan misi seperti AMA, MAF, Advent, maupun operator penerbangan misi lainnya dapat menghentikan pelayanan mereka.
Bob juga membantah tudingan bahwa pesawat AMA digunakan untuk mendukung operasi militer. Ia menegaskan seluruh penerbangan dilakukan sesuai standar operasional perusahaan dengan menjunjung prinsip netralitas.
“Kami tidak pernah membawa barang-barang militer. Semua dapat dicek melalui manifes penerbangan,” jelasnya.
Dikatakan, sesuai SOP, pihaknya selama ini menolak permintaan pengangkutan yang berkaitan dengan operasi militer.
Ia menjelaskan maskapai AMA saat ini memiliki sekitar 16 pilot yang melayani berbagai wilayah pedalaman Papua.
Rute menuju Balingga mulai dilayani sejak 2023, dengan frekuensi satu kali penerbangan setiap pekan, dan almarhum Nicholas F. Goselin telah bertugas sebagai pilot di Papua selama hampir tiga tahun. (Redaksi)










