TIMIKA, Koranpapua.id- Ribuan warga memadati Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat Karnaval Nusantara dan Profesi digelar dalam rangkaian HUT Emas Mapurujaya ke-50, Selasa 18 Agustus 2026.
Karnaval yang diikuti banyak generasi muda itu menjadi salah satu rangkaian menuju puncak perayaan 50 tahun Mapurujaya pada 22 Agustus 2026.
Kegiatan yang digagas anak-anak Labema, generasi yang lahir dan besar di Mapurujaya, dilepas Koordinator HUT Emas Mapurujaya, Rampeani Rachman, dari halaman Masjid Jabal Rahma Mapurujaya.
Peserta tampil dengan beragam busana dan atribut profesi. Kreativitas tersebut sekaligus menggambarkan keberagaman masyarakat Mapurujaya.
Ketua Panitia HUT Emas Mapurujaya, Abraham Frabun, mengapresiasi antusiasme masyarakat, guru, orang tua, dan anak-anak yang turut menyukseskan kegiatan.
“Acara ini tidak akan berlangsung ramai apabila tidak didukung oleh Bapak dan Ibu, guru-guru serta anak-anak yang tercinta,” ujarnya.
Rampeani mengatakan usia 50 tahun harus menjadi momentum bagi Mapurujaya untuk bangkit dan berkembang.
Menurut dia, perayaan tersebut tidak semata-mata menjadi hiburan, tetapi juga energi baru untuk membangun daerah.
“Mapurujaya harus bangkit dan terus maju,” tegas Rampeani.
Panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta karnaval. Sebanyak 38 peserta masing-masing menerima uang pembinaan Rp1 juta. Selain itu, panitia menyiapkan sejumlah hadiah, di antaranya kulkas, sepeda, perlengkapan sekolah, dan setrika.
Puncak HUT Emas Mapurujaya dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Pelabuhan Pomako. Sejumlah perlombaan akan digelar untuk memeriahkan acara, termasuk lomba ikat karaka dengan hadiah utama emas.
“Semoga hari ini menjadi kebanggaan bagi seluruh generasi penerus yang ada di Mimika Timur, khususnya Mapurujaya. Lima puluh tahun sudah membuktikan bahwa Mapurujaya harus bangkit untuk maju,” kata Rampeani.
Perayaan setengah abad Mapurujaya itu pun tidak sekadar menjadi pesta rakyat. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kreativitas generasi muda dan semangat membangun daerah. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







