ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Amran meminta mahasiswa-mahasiswa di Papua untuk mengawasi jalannya pengembangan perkebunan tanaman pangan di Timur Indonesia tersebut.

4 Juli 2026
0
Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Indonesia (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Pagu anggaran sebesar Rp3,2 triliun akan digeser untuk mendanai pengembangan perkebunan ubi jalar di wilayah tanah Papua, secara khusus Provinsi Papua Tengah.

Anggaran tersebut sebelumnya dialokasikan khusus untuk pengembangan pertanian modern, termasuk pengadaan traktor, perbaikan jaringan irigasi, serta penyediaan bibit komoditas unggulan di Papua.

ADVERTISEMENT

“Kami geser beberapa anggaran itu perintah Bapak Presiden, ini Rp5,2 triliun selama dua tahun. Untuk tahun ini Rp3,2 triliun kami geser untuk masyarakat,” katanya seperti dikutip, Sabtu 4 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setelah program tersebut berjalan, pihaknya akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali untuk meninjau efektivitas pengembangan kebun ubi jalar di Papua Tengah.

Baca Juga

Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Kasus Penembakan di Intan Jaya

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Jika tidak berjalan dengan baik, Amran mengancam akan memindahkan program pengembangan perkebunan ke kabupaten lainnya di Papua.

“Contoh nih, kabupaten apa di Papua Pegunungan? Tolikara, terus dari Papua Barat, Fakfak. Begitu Fakfak, itu aku kasih pala sesuai permintaannya,” jelas Amran.

Dan jika dalam evaluasi, Kabupaten Fakfak ternyata tidak bisa melakuan pengembangan perkebunan, maka program tersebut dipindahkan ke wilayah lain di Papua.

“Tiga bulan kami datang, kami kumpulkan nanti bupati dengan gubernur. Tidak tanam, ini saya pindahkan. Contoh ya, tidak tanam, tidak mampu selesaikan anggarannya, pindahkan ke kabupaten Tolikara,” jelasnya.

Agar efektivitas program berjalan dengan baik, Amran meminta mahasiswa-mahasiswa di Papua untuk mengawasi jalannya pengembangan perkebunan tanaman pangan di Timur Indonesia tersebut.

Dengan merangkul mahasiswa pula, ia berharap anggaran yang sudah dialokasikan dapat terserap seluruhnya untuk menjalankan program Presiden Prabowo Subianto.

“Tolong adik-adik yang saya cintai, saya banggakan, minimal membantu pengawasan di lapangan. Melihat. Kalau ada yang menyimpang dan seterusnya, atau terlambat, langsung lapor,” tegas Amran. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dr. Ribka Haluk: Hidup di Atas Emas, Seharusnya Masyarakat Sejahtera

Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Kasus Penembakan di Intan Jaya

4 Juli 2026
Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

4 Juli 2026
Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

4 Juli 2026
Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

4 Juli 2026
Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

4 Juli 2026
Pencarian Empat Nelayan Hilang di Perairan Mimika Dihentikan, Basarnas: Akan Dibuka Kembali Jika Ada Petunjuk

Pencarian Empat Nelayan Hilang di Perairan Mimika Dihentikan, Basarnas: Akan Dibuka Kembali Jika Ada Petunjuk

4 Juli 2026

POPULER

  • Pendeta GKI Tewas di Intan Jaya, Menham Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggotanya

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • SMK Negeri 6 Mimika: Sekolah Gratis dengan Empat Program Unggulan, Pendaftaran Hingga 10 Juli

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Pertamina Berlakukan Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Papua-Maluku, Berikut Daftarnya

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Remaja 14 Tahun Asal Jawa Barat Diduga Dieksploitasi Jadi Pekerja Seks di Lokalisasi Kilometer 10

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Dr. Abraham Kateyau Ingatkan Kepala Kampung Jalankan Amanah dengan Baik, Tim Evaluasi Masih Bekerja

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • 152 Rumah di Mimika Lolos Verifikasi Program BSPS, 224 Usulan Masih Diproses

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Dr. Ribka Haluk: Hidup di Atas Emas, Seharusnya Masyarakat Sejahtera

Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Kasus Penembakan di Intan Jaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id