ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

“Kami tidak pernah membawa barang-barang militer. Semua dapat dicek melalui manifes penerbangan. Sesuai SOP, selama ini menolak permintaan pengangkutan yang berkaitan dengan operasi militer”.

4 Juli 2026
0
Penembakan Pilot AMA Air, Uskup Jayapura: Pukulan terhadap Pelayanan Kemanusian di  Pedalaman Papua

Pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) berregistrasi PK-RCY sesudah dibakar. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Penembakan yang menewaskan Nicholas F. Goselin, Pilot AMA Air PK-RCY di Bandara Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis 2 Juni 2026, mendapatkan tanggapan dari Uskup Keuskupan Jayapura, Mrg. Yanuarius Teofilus Matopai You.

Uskup Yanuarius mengatakan, sebagai pemimpin umat Katolik lokal, dirinya sangat terpukul dengan terjadinya peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

Bagi Uskup Yanuarius, peristiwa penembakan pilot yang disertai dengan pembakaran pesawat, tidak saja menjadi kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga menjadi pukulan terhadap pelayanan kemanusiaan di pedalaman Tanah Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Sebagai pimpinan gereja yang memiliki pesawat ini, kami sangat terpukul dengan peristiwa tersebut,” ungkap Uskup Yanuarius kepada awak media di Bandara Sentani, Jayapura, Jumat 3 Juli 2026.

Baca Juga

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

Operasional penerbangan misi yang dijalankan Gereja Katolik selama ini, kata Uskup Yanuarius, bukan bertujuan mencari keuntungan, melainkan bagian dari pelayanan untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil.

“Dari sisi bisnis, sebenarnya kami tidak memperoleh apa-apa. Bahkan kami lebih banyak mengalami kerugian. Namun kami sadar ini adalah bagian dari amanat agung untuk membawa pelayanan dan firman Tuhan hingga ke pelosok,” tuturnya.

Direktur PT AMA, Bob Kayadu mengatakan, keluarga besar AMA Air sangat terpukul atas terjadinya peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat.

Menurutnya, selama 67 tahun empat bulan telah melayani penerbangan misi di Tanah Papua. “Baru kali ini terjadi pembunuhan terhadap awak pesawat,” kata Bob.

Dikatakan, kecelakaan pesawat bisa saja terjadi kapan saja, namun pembakaran pesawat dan pembunuhan seperti ini merupakan tindakan yang sungguh tidak manusiawi. “Ini menjadi luka yang sangat dalam bagi kami,” ungkap Bob.

Ia berharap para pelaku menyadari perbuatannya, dan menghentikan tindakan kekerasan terhadap penerbangan sipil yang melayani masyarakat pedalaman.

Menurut Bob, apabila aksi kekerasan terhadap pesawat-pesawat misi terus terjadi, maskapai penerbangan misi seperti AMA, MAF, Advent, maupun operator penerbangan misi lainnya dapat menghentikan pelayanan mereka.

Bob juga membantah tudingan bahwa pesawat AMA digunakan untuk mendukung operasi militer. Ia menegaskan seluruh penerbangan dilakukan sesuai standar operasional perusahaan dengan menjunjung prinsip netralitas.

“Kami tidak pernah membawa barang-barang militer. Semua dapat dicek melalui manifes penerbangan,” jelasnya.

Dikatakan, sesuai SOP, pihaknya selama ini menolak permintaan pengangkutan yang berkaitan dengan operasi militer.

Ia menjelaskan maskapai AMA saat ini memiliki sekitar 16 pilot yang melayani berbagai wilayah pedalaman Papua.

Rute menuju Balingga mulai dilayani sejak 2023, dengan frekuensi satu kali penerbangan setiap pekan, dan almarhum Nicholas F. Goselin telah bertugas sebagai pilot di Papua selama hampir tiga tahun. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

18 Agustus 2026
Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

18 Agustus 2026
Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

18 Agustus 2026
HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

18 Agustus 2026
Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

18 Agustus 2026
Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

18 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    915 shares
    Bagikan 366 Tweet 229
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    702 shares
    Bagikan 281 Tweet 176
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    681 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
Next Post
Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Geser Rp3,2 Triliun untuk Pengembangan Ubi Jalar di Papua Tengah

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Bupati Intan Jaya: Kontak Tembak TNI dan OPM Tewaskan Seorang Ibu Hamil

Dr. Ribka Haluk: Hidup di Atas Emas, Seharusnya Masyarakat Sejahtera

Ribka Haluk Desak Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Kasus Penembakan di Intan Jaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id