NABIRE, Koranpapua.id- Dalam penyelidikan terkait kasus mobil meledak di SPBU Oyehe, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, polisi mendapatkan 17 jeriken yang disembunyikan di dalam kabin mobil yang sudah dimodifikasi.
Belasan jeriken tersebut sengaja disiapkan untuk menampung Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk selanjutnya diduga akan diperdagangkan kembali.
Penemuan ini disampaikan Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu terkait kelanjutan penyelidikan kasus mobil meledak di SPBU yang terjadi Senin 8 Juni 2026.
“Dari 17 jeriken itu ada delapan jeriken berkapasitas besar diketahui sudah terisi penuh Pertalite bersubsidi,” tuturnya.
Samuel menyampaikan, pelaku menggunakan sambungan pipa khusus untuk memindahkan bahan bakar secara langsung.
Pipa rahasia itu dirancang sedemikian rupa untuk menghubungkan lubang corong tangki kendaraan menuju deretan jeriken di dalam kabin
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa menegangkan ini, kerugian materiel akibat kerusakan kendaraan ditaksir cukup besar.
Pemilik kendaraan dipastikan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena seluruh bodi mobil hangus terbakar.
Seperti diberitakan sebelumnya satu unit mobil meledak saat melakukan proses pengisian bahan bakar pada Senin 8 Juni sekitar pukul 13.00 WIT.
Ledakan berasal dari bagian depan mobil bernomor polisi PA 1884 KE. Ketika tangki sedang diisi ulang, percikan api mendadak muncul dan memicu dentuman keras yang mengejutkan warga sekitar.
“Pada saat pengisian BBM, tiba-tiba ada ledakan disertai api dari bagian depan mobil, sehingga petugas yang ada di SPBU langsung berupaya memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” jelas Samuel. (Redaksi)







