TIMIKA, Koranpapua.id– SD Inpres Timika II kembali menggelar Education Expo 2026 yang melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Kegiatan yang berlangsung, Selasa 2 Juni 2026 di halaman sekolah ini, menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta hasil pembelajaran yang telah mereka kembangkan selama satu tahun ajaran.
Sebanyak 12 stan dipamerkan dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam karya siswa yang mengangkat tema “Inovasi Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Papua untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak.”
Berbagai hasil karya yang dipamerkan antara lain noken, mahkota adat, tifa, pupuk organik, buletin sekolah, kerajinan dari bahan daur ulang, hingga produk olahan seperti keripik.
Seluruh karya tersebut mencerminkan perpaduan antara pelestarian budaya Papua, kreativitas siswa, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SD Inpres Timika II, Sherly Sere, mengatakan Education Expo merupakan salah satu inovasi sekolah yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
Tahun ini, kegiatan dikemas lebih beragam karena dirangkaikan dengan Gelar Karya Kokurikuler serta peluncuran inovasi sekolah bertajuk “Karaka”.
Menurut Sherly, kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta didik, khususnya siswa kelas VI, dengan berbagai kompetensi yang dapat menjadi modal saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menyiapkan anak-anak agar mampu bersaing dan tidak merasa kaku ketika memasuki lingkungan pendidikan yang baru,” ujarnya.
“Mereka (peserta didik-Red) dibekali berbagai kompetensi yang kami harapkan dapat menjadi modal saat meninggalkan SD Inpres Timika II,” sambungnya.
Selain sebagai sarana pengembangan kompetensi, expo juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas, menggali bakat, serta mengembangkan kemampuan berinovasi.
Karya-karya yang ditampilkan banyak mengangkat unsur budaya lokal Papua sekaligus pemanfaatan bahan daur ulang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Sherly menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan komitmen SD Inpres Timika II sebagai sekolah berwawasan lingkungan yang saat ini tengah menuju penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.
“Kami ingin menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada anak-anak. Karena itu banyak karya yang menggunakan bahan daur ulang sekaligus mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Papua,” katanya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para lulusan memiliki kompetensi abad ke-21, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkreasi.
“Harapan kami, anak-anak dapat terus bereksplorasi sesuai dengan bakat dan minat mereka sehingga potensi yang dimiliki tidak terpendam dan dapat berkembang secara optimal,” tambah Sherly. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










