ADVERTISEMENT
Jumat, Mei 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

“Masyarakat selalu bertanya terkait tindak lanjut laporan yang sudah disampaikan. Mereka ingin segera kembali ke kampung untuk melanjutkan kehidupan seperti biasa”.

29 Mei 2026
0
Konflik Kapiraya Memanas, Kantor Distrik dan 18 Rumah Warga Terbakar

Tangkapan layar aksi saling serang antar kelompok warga di Kapiraya pada Rabu 11 Februari 2026 lalu. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Penyelesaian konflik tapal batas wilayah di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah antara Kabupaten Mimika-Deiyai dan Dogiyai, hingga kini tidak ada kabar berita.

Padahal sengketa tapal batas yang sempat meledak beberapa waktu lalu mengakibatkan benturan antardua kelompok masyarakat adat setempat yakni, Suku Kamoro dan Suku Mee.

ADVERTISEMENT

Bahkan konflik antardua suku tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan belasan rumah warga serta fasilitas umum rusak dan terbakar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menghindari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di kemudian hari, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, didesak untuk segera menuntaskan persoalan tapal batas tersebut.

Baca Juga

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Ernes Kotouki, Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, mengatakan penyelesaian kasus tapal batas harus segera dituntaskan, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa maupun harta benda seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Karena menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan tanpa ada kejelasan justru akan meresahkan masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

“Tim dari Pemprov Papua Tengah harus segera tindak lanjuti laporan hasil harmonisasi dari kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai terkait penetapan dan penegasan tapal batas adat di wilayah Kapiraya,” tegas Ernes dalam siaran pers, Jumat 29 Mei 2026.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan akibat konflik berkepanjangan di wilayah Kapiraya sangat dirasakan dalam masyarakat setempat.

Apalagi hingga kini sebagian masyarakat Mee masih ada di pengungsian dan belum kembali ke kampung karena situasinya belum kondusif.

“Persoalan tapal batas adat di Kapiraya harus segera diselesaikan secara serius oleh pemerintah bersama seluruh pihak terkait agar masyarakat dapat hidup aman dan damai seperti sebelumnya,” pinta Ernes.

Terkait itu, Tim Harmonisasi Deiyai menyampaikan desakan kepada tim penanganan konflik Kapiraya provinsi Papua Tengah agar segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan Tim Harmonisasi Mimika, Deiyai, dan Dogiyai.

“Masyarakat masih ada di pengungsian, perlu ada kepastian dan langkah nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik di Kapiraya,” desaknya.

Menurutnya, saat ini kehidupan masyarakat Mee di Kapiraya seperti terjepit, tak bisa beraktivitas seperti biasanya.

Hal itu berdampak terhadap kehidupan ekonomi, anak-anak tak bisa bersekolah, pelayanan kesehatan macet total, hingga kehidupan sosial masyarakat adat tidak berjalan normal.

“Masyarakat selalu bertanya terkait tindak lanjut laporan yang sudah disampaikan. Mereka ingin segera kembali ke kampung untuk melanjutkan kehidupan seperti biasa,” ungkapnya.

Ernes menyatakan, konflik tapal batas adat yang terus terjadi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih besar serta menghambat pembangunan di wilayah Kapiraya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi Papua Tengah bersama tim penanganan konflik agar segera melakukan langkah konkret.

Termasuk memperjelas penetapan dan penegasan tapal batas adat secara adil dan terbuka dengan melibatkan semua pihak.

“Setelah selesai libur Iduladha, pemerintah dan tim penanganan konflik segera mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti laporan kami,” tandasnya.

Ini bertujuan agar masyarakat bisa kembali hidup aman dan dapat beraktivitas seperti biasa di kampung halamannya masing-masing. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026
Konflik Kapiraya Memanas, Kantor Distrik dan 18 Rumah Warga Terbakar

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

29 Mei 2026
Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

29 Mei 2026
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

29 Mei 2026
Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

29 Mei 2026
Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    642 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    719 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    631 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id