ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

“Masyarakat selalu bertanya terkait tindak lanjut laporan yang sudah disampaikan. Mereka ingin segera kembali ke kampung untuk melanjutkan kehidupan seperti biasa”.

29 Mei 2026
0
Konflik Kapiraya Memanas, Kantor Distrik dan 18 Rumah Warga Terbakar

Tangkapan layar aksi saling serang antar kelompok warga di Kapiraya pada Rabu 11 Februari 2026 lalu. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Penyelesaian konflik tapal batas wilayah di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah antara Kabupaten Mimika-Deiyai dan Dogiyai, hingga kini tidak ada kabar berita.

Padahal sengketa tapal batas yang sempat meledak beberapa waktu lalu mengakibatkan benturan antardua kelompok masyarakat adat setempat yakni, Suku Kamoro dan Suku Mee.

Bahkan konflik antardua suku tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan belasan rumah warga serta fasilitas umum rusak dan terbakar.

Menghindari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di kemudian hari, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, didesak untuk segera menuntaskan persoalan tapal batas tersebut.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Ernes Kotouki, Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, mengatakan penyelesaian kasus tapal batas harus segera dituntaskan, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa maupun harta benda seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Karena menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan tanpa ada kejelasan justru akan meresahkan masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

“Tim dari Pemprov Papua Tengah harus segera tindak lanjuti laporan hasil harmonisasi dari kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai terkait penetapan dan penegasan tapal batas adat di wilayah Kapiraya,” tegas Ernes dalam siaran pers, Jumat 29 Mei 2026.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan akibat konflik berkepanjangan di wilayah Kapiraya sangat dirasakan dalam masyarakat setempat.

Apalagi hingga kini sebagian masyarakat Mee masih ada di pengungsian dan belum kembali ke kampung karena situasinya belum kondusif.

“Persoalan tapal batas adat di Kapiraya harus segera diselesaikan secara serius oleh pemerintah bersama seluruh pihak terkait agar masyarakat dapat hidup aman dan damai seperti sebelumnya,” pinta Ernes.

Terkait itu, Tim Harmonisasi Deiyai menyampaikan desakan kepada tim penanganan konflik Kapiraya provinsi Papua Tengah agar segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan Tim Harmonisasi Mimika, Deiyai, dan Dogiyai.

“Masyarakat masih ada di pengungsian, perlu ada kepastian dan langkah nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik di Kapiraya,” desaknya.

Menurutnya, saat ini kehidupan masyarakat Mee di Kapiraya seperti terjepit, tak bisa beraktivitas seperti biasanya.

Hal itu berdampak terhadap kehidupan ekonomi, anak-anak tak bisa bersekolah, pelayanan kesehatan macet total, hingga kehidupan sosial masyarakat adat tidak berjalan normal.

“Masyarakat selalu bertanya terkait tindak lanjut laporan yang sudah disampaikan. Mereka ingin segera kembali ke kampung untuk melanjutkan kehidupan seperti biasa,” ungkapnya.

Ernes menyatakan, konflik tapal batas adat yang terus terjadi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih besar serta menghambat pembangunan di wilayah Kapiraya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi Papua Tengah bersama tim penanganan konflik agar segera melakukan langkah konkret.

Termasuk memperjelas penetapan dan penegasan tapal batas adat secara adil dan terbuka dengan melibatkan semua pihak.

“Setelah selesai libur Iduladha, pemerintah dan tim penanganan konflik segera mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti laporan kami,” tandasnya.

Ini bertujuan agar masyarakat bisa kembali hidup aman dan dapat beraktivitas seperti biasa di kampung halamannya masing-masing. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id