ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Uskup juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan yang dapat merusak lingkungan dan mengabaikan martabat manusia.

23 Mei 2026
0
Dari Pulau Bonyom Fakfak, Uskup Timika Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan di Tanah Papua

Uskup Keuskupan Timika, Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA memimpin misa syukur perayaan 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Pulau Bonyom, Fakfak, Papua Barat, Sabtu 23 Mei 2026. (foto Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id- Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menyerukan untuk melawan semua tindakan ketidakadilan yang terjadi di Tanah Papua.

Seruan ini disampaikan Uskup Bernadus dalam khotbahnya ketika memimpin perayaan syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Pulau Bonyom, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Sabtu 23 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan ungkapan syukur satu tahun tahbisan episkopal Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Uskup Bernardus menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberanian moral, perjuangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta tanggung jawab menjaga alam dan martabat masyarakat Papua di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.

Baca Juga

Kasus Penembakan Pilot Amerika dan Pembakaran AMA Air, Satgas ODC Tetapkan Tujuh Tersangka

Gaji ke-13 ASN Belum Dibayar: Ombudsman Papua Barat Pertanyakan Anggarannya ke Mana?

Momentum tersebut menjadi bagian dari napak tilas sejarah masuknya Gereja Katolik di Tanah Papua melalui misionaris pertama, Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, SJ, yang tiba di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894.

Dari wilayah tersebut, ajaran Katolik kemudian berkembang ke berbagai daerah di Papua.

Mengawali khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak umat merenungkan keteladanan Rasul Petrus dan Rasul Paulus sebagai fondasi Gereja serta teladan iman bagi umat Kristiani.

Menurutnya, Rasul Petrus menunjukkan keberanian dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan iman meski pernah mengalami kegagalan.

“Petrus memiliki semangat keberanian dan pengorbanan. Walaupun pernah jatuh, ia bangkit kembali dan memberikan hidupnya bagi Kristus. Spiritualitas Petrus harus menjadi kekuatan Gereja saat ini,” ujarnya.

Sementara Rasul Paulus, lanjutnya, menjadi teladan pengabdian dan pengorbanan melalui pelayanan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan.

“Paulus menunjukkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan keberanian menghadapi tantangan demi pewartaan Injil,” katanya.

Di hadapan ribuan umat yang hadir, Uskup Bernardus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Ia mengatakan perbedaan budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial seharusnya dipandang sebagai kekayaan yang memperkuat persaudaraan, bukan menjadi pemicu konflik.

“Perbedaan bukan masalah untuk dijadikan konflik. Perbedaan adalah kekayaan yang harus diselesaikan dengan iman, harapan, dan cinta kasih,” tegasnya.

Dalam bagian khotbahnya, Uskup Bernardus juga menyoroti kondisi sosial Papua dan mengajak seluruh umat, tokoh masyarakat, serta para pemangku kebijakan agar memiliki keberanian menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Menurut dia, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keutuhan ciptaan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kita harus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, keutuhan ciptaan, dan keindahan alam Papua,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kepentingan yang dapat merusak lingkungan dan mengabaikan martabat manusia.

Pesan tersebut secara khusus disampaikan kepada para pemimpin daerah, unsur pemerintahan, serta tokoh masyarakat yang hadir dalam perayaan itu.

Uskup juga menegaskan bahwa peringatan 132 Tahun Misi Katolik tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali semangat para misionaris yang datang ke Papua dengan pengorbanan besar.

Ia mengenang perjalanan para misionaris yang meninggalkan tanah kelahiran mereka demi melayani masyarakat Papua dalam berbagai keterbatasan.

“Mereka datang dengan semangat pengabdian dan pelayanan karena panggilan iman,” ujarnya.

Menutup khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak seluruh umat untuk menjaga tanah Papua, melindungi hutan, tanah adat, budaya, serta martabat masyarakat Papua sebagai warisan yang harus dipertahankan.

Suasana haru menyelimuti Pulau Bonyom ketika ribuan umat berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Hai Tanahku Papua.

Lagu tersebut menandai simbol kecintaan terhadap Papua dan komitmen menjaga warisan iman yang telah tumbuh selama 132 tahun di Bumi Cenderawasih. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bupati Johannes Rettob: Tahun 2026 Pemkab Mimika Targetkan Satu Data Terintegrasi Real-Time

Bupati Johannes Rettob: Tahun 2026 Pemkab Mimika Targetkan Satu Data Terintegrasi Real-Time

8 Juli 2026
Kasus Penembakan Pilot Amerika dan Pembakaran AMA Air, Satgas ODC Tetapkan Tujuh Tersangka

Bupati Mimika Sebut Hingga Juli 2026 Serapan Anggaran Pemkab Mimika Masih 22,37 Persen

8 Juli 2026
Kasus Penembakan Pilot Amerika dan Pembakaran AMA Air, Satgas ODC Tetapkan Tujuh Tersangka

Kasus Penembakan Pilot Amerika dan Pembakaran AMA Air, Satgas ODC Tetapkan Tujuh Tersangka

8 Juli 2026
Gaji ke-13 ASN Belum Dibayar: Ombudsman Papua Barat Pertanyakan Anggarannya ke Mana?

Gaji ke-13 ASN Belum Dibayar: Ombudsman Papua Barat Pertanyakan Anggarannya ke Mana?

8 Juli 2026
Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

8 Juli 2026
Pengurus DPC PWKI Mimika Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran Perempuan Kristen dalam Pembangunan Daerah

Pengurus DPC PWKI Mimika Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran Perempuan Kristen dalam Pembangunan Daerah

7 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pendeta GKI Tewas di Intan Jaya, Menham Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggotanya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dr. Abraham Kateyau Ingatkan Kepala Kampung Jalankan Amanah dengan Baik, Tim Evaluasi Masih Bekerja

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV, LPPD Kabupaten di Papua Tengah Berkumpul di Nabire

Langkah Cepat Ribka Haluk Damaikan Konflik Suku di Wamena Perlu Diapresiasi

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id