ADVERTISEMENT
Selasa, Mei 19, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Koops Habema: Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Bukan Granat TNI

”Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya”.

19 Mei 2026
0
Koops Habema: Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Bukan Granat TNI

Korban ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Intan Jaya, dilarikan ke rumah sakit. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

INTAN JAYA, Koranpapua.id- Ledakan keras yang mengakibatkan empat warga sipil terluka di di Gereja Stasi Santo Paulus, Mbamogo, Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu 17 Mei 2026, tidak ada kaitannya dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Selasa 19 Mei 2026 mengatakan bahwa granat yang ditemukan di lokasi ledakan bukan milik TNI.

ADVERTISEMENT

”Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” tegas Wirya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saat ini tim gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan untuk mencari tahu penyebab pasti ledakan tersebut.

Baca Juga

SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

Berdasarkan temuan awal, granat Granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI.

Wirya juga menegaskan bahwa TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area rumah ibadah.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Koops TNI Habema mengedepankan pendekatan keamanan humanis dan menekankan perlindungan terhadap warga sipil di Papua.

Karena itu, pasca ledakan terjadi, mereka melaksanakan patroli dan pengamanan untuk mencegah aksi serupa terulang.

”Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban,” ujarnya.

Wirya memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil pendalaman pasca ledakan tersebut kepada publik.

”Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya,” ajaknya.

Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua.

Koops TNI Habema juga menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di Gereja Stasi Santo Paulus, yang berdampak langsung kepada umat yang melaksanakan ibadah Minggu. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hasil Pengawasan BPKP Temukan Kenaikan Angka Stunting di Papua Selatan

Hasil Pengawasan BPKP Temukan Kenaikan Angka Stunting di Papua Selatan

19 Mei 2026
Koops Habema: Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Bukan Granat TNI

Koops Habema: Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Bukan Granat TNI

19 Mei 2026
SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

18 Mei 2026
YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

18 Mei 2026
Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

Cegah Perang Suku: Kemendagri Dorong Penyusunan Raperdasus dan Raperdasi, Kewenangan MRP

18 Mei 2026
Serapan APBD Mimika Minim: Wabup Emanuel Tegur Pimpinan OPD Segera Eksekusi Program Kerja

Serapan APBD Mimika Masih 11,38 Persen, Marthen Mallisa Akui Realisasi Anggaran Lambat

18 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • 133 Kepala Kampung dan Ketua Bamuskam di Mimika Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan Hingga 2027

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Hasil Pengawasan BPKP Temukan Kenaikan Angka Stunting di Papua Selatan

Hasil Pengawasan BPKP Temukan Kenaikan Angka Stunting di Papua Selatan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id