MERAUKE, Koranpapua.id- Berdasarkan laporan hasil pengawasan semester II tahun 2025 yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Papua, menemukan kenaikan angka stunting di wilayah Papua Selatan.
Temuan ini disampaikan Kepala Perwakilan BPKP Wilayah Papua, Muh. As’af, ketika menyerahkan laporan kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo di salah satu hotel di Merauke, Senin 18 Mei 2026.
Dikatakan, dari sejumlah sektor yang diawasi selama semester II tahun 2025, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola penanganan stunting di Papua Selatan.
Menurutnya, fokus tersebut diambil setelah BPKP menemukan adanya anomali data terkait prevalensi stunting di Papua Selatan ketika dibandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Di saat angka stunting nasional mengalami penurunan, Papua Selatan malah naik,” ujar Muh. As’af.
Meskipun angka kenaikannya tidak terlalu banyak, tetapi BPKP ingin melihat dan membedah lebih dalam, apa sebenarnya permasalahan utama dalam pengelolaan stunting di Papua Selatan.
Ia menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya berkaitan dengan sektor kesehatan semata, tetapi juga menyangkut investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi masa depan Papua Selatan.
“Karena kami menganggap stunting ini sangat penting untuk jangka panjang. Ini berkaitan erat dengan masa depan generasi Papua Selatan yang akan datang,” jelasnya.
Dikatakan, stunting erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak-anak, yang kelak akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Papua Selatan.
Melalui laporan tersebut, BPKP berharap Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama pemerintah kabupaten dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi penanganan stunting.
Termasuk perbaikan akurasi data, efektivitas intervensi program, serta memastikan penggunaan anggaran berjalan transparan dan tepat sasaran.
Langkah tersebut dinilai penting guna mendukung terciptanya generasi Papua Selatan yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa mendatang.
Gubernur Apolo Safanpo usai menerima laporan itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPKP atas pengawasan dan evaluasi yang telah dilakukan terhadap berbagai program pembangunan di Papua Selatan.
Menurut Apolo, laporan hasil pengawasan tersebut merupakan instrumen penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan daerah.
“Saya kira ini hal yang baik untuk kita semua, supaya kita bisa memperbaiki kinerja kita dan juga meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat,” ujar Apolo Safanpo.
Ia menegaskan bahwa berbagai rekomendasi yang terdapat dalam laporan tersebut harus dipandang sebagai peluang untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Ada ditemukan rekomendasi yang harus diperbaiki dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kita di waktu selanjutnya,” tambahnya.
Apolo juga menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut atas hasil pengawasan tersebut agar target pembangunan daerah maupun nasional dapat tercapai secara maksimal dan berdampak langsung bagi masyarakat Papua Selatan. (Redaksi)








