TIMIKA, Koranpapaua.id– Peristiwa penembakan yang mengakibatkan beberapa warga sipil meninggal dunia dan lainnya terluka di wilayah Camp Wini MP 69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini belum ada pihak yang bertanggungjawab.
Di tengah simpang siurnya pernyataan seputar peristiwa tersebut, Pendeta Anton Wamang, ayah dari Nalince Wamang, memberikan klarifikasi atas kematian putrinya.
Pada kesempatan sebelumnya, Pdt. Anton sempat menyebut ada oknum TNI yang terlibat sebagai pelaku penembakan putrinya.
Pernyataan itu kemudian diklarifikasi kembali oleh Pdt. Anton melalui video yang dibagikan Dinas Penerangan Komando Operasi HABEMA, pada Sabtu 16 Mei 2026.
Dalam video tersebut, Pdt. Anton mengaku, pernyataan yang sempat disampaikan kepada awak media televisi beberapa waktu lalu, keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya.
Ia menegaskan bahwa rasa duka yang begitu mendalam membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.
“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu,” ungkap Pdt. Anton.
“Saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media beberapa hari lalu,” lanjutnya seperti dikutip Kumparan.
Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian serta mengetahui bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, Anton menyatakan bahwa pelaku penembakan hingga kini belum dapat dipastikan.
Ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh aparat TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya, guna mengungkap fakta sebenarnya secara objektif dan transparan.
“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya sekaligus berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Sehingga saya menarik kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian putri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Anton menegaskan bahwa keluarga tetap menginginkan keadilan bagi almarhumah Nalince Wamang.
Ia berharap pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa memandang siapa pun pihak yang terlibat. (Redaksi)








