ADVERTISEMENT
Minggu, Juni 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

“Program pembangunan tidak akan berjalan jika masyarakat terus hidup dalam konflik. Rakyat tidak bisa terus hidup dalam ketakutan dan penderitaan”.

29 April 2026
0
Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP PPT), Agustinus Anggaibak, menyerukan segera hentikan perang adat di wilayah Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Konflik berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari enam bulan itu, telah menelan sedikitnya 16 korban jiwa yang terdiri dari 15 laki-laki dan satu perempuan.

ADVERTISEMENT

Agustinus menilai situasi ini tidak dapat terus dibiarkan karena berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan dan ekonomi di wilayah itu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Konflik ini sudah terlalu lama, hampir tujuh bulan. Korban jiwa terus bertambah dan masyarakat hidup dalam ketakutan. Ini harus segera diakhiri,” tegasnya di Timika, Rabu, 29 April 2026.

Baca Juga

Polres Mimika Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Empat Lokasi, Konvoi Koordinasi Polisi

Ratusan Warga Timika Padati CFD, Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Upaya Dialog dengan Pihak Korban

Agustinus mengungkapkan bahwa pihaknya bersama aparat keamanan telah memanggil dan berdiskusi langsung dengan keluarga korban terakhir.

Secara khusus berdiskusi dengan masyarakat Amungme, guna mencari jalan damai melalui pendekatan kekeluargaan.

Ia menekankan bahwa dalam konflik suku, keputusan untuk menghentikan pertikaian sangat bergantung pada pihak keluarga korban.

Oleh karena itu, dialog intensif terus dilakukan untuk mencegah aksi balas dendam yang berkelanjutan.

“Kami minta mereka berpikir secara bijak dan mengutamakan perdamaian. Jangan lagi ada perang suku atau aksi saling membalas,” ujarnya.

Perlunya Kolaborasi Pemerintah dan Aparat

Agustinus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Termasuk keterlibatan Pemkab Puncak, mengingat sebagian pihak yang terlibat dalam konflik berasal dari daerah tersebut.

Selain itu, keterlibatan aparat keamanan, DPR, tokoh gereja, dan seluruh elemen masyarakat dinilai krusial untuk menciptakan stabilitas serta menjamin keamanan warga.

“Program pembangunan tidak akan berjalan jika masyarakat terus hidup dalam konflik. Rakyat tidak bisa terus hidup dalam ketakutan dan penderitaan,” katanya.

Dampak Sosial dan Harapan Perdamaian

Konflik yang berkepanjangan disebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Anak-anak kesulitan bersekolah, sementara warga diliputi rasa takut untuk beraktivitas di luar rumah.

Agustinus menegaskan bahwa seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan tokoh agama, memiliki komitmen yang sama untuk menghentikan kekerasan dan mendorong kehidupan damai di tengah masyarakat.

Ia juga mengakui bahwa dalam penyelesaian konflik adat, kemungkinan akan dibahas mekanisme “bayar kepala” sebagai bagian dari tradisi penyelesaian sengketa.

Namun, keputusan tersebut masih menunggu kesepakatan bersama dari seluruh keluarga korban.

“Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama dan mencapai kesepakatan damai, sehingga tidak ada lagi korban ke depan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ratusan Warga Timika Padati CFD, Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Polres Mimika Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Empat Lokasi, Konvoi Koordinasi Polisi

13 Juni 2026
Ratusan Warga Timika Padati CFD, Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Ratusan Warga Timika Padati CFD, Sambut HUT Bhayangkara ke-80

13 Juni 2026
Ratusan Warga Timika Padati CFD, Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari: 120 Peserta Wakili Puncak, Berlomba di Lima Kategori

13 Juni 2026
Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

13 Juni 2026
Cerdaskan Anak-anak Papua, Gubernur Mathius Luncurkan Kartu Pace Mace

Cerdaskan Anak-anak Papua, Gubernur Mathius Luncurkan Kartu Pace Mace

13 Juni 2026
Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Pegaf Rp4,2 Miliar, Kejaksaan Tahab Dua Tersangka

Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Pegaf Rp4,2 Miliar, Kejaksaan Tahab Dua Tersangka

13 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    626 shares
    Bagikan 250 Tweet 157
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Tewas Dipukul Palu, Kasus Kematian Siswa Magang di Mimika Hingga Kini Belum Tuntas

Tewas Dipukul Palu, Kasus Kematian Siswa Magang di Mimika Hingga Kini Belum Tuntas

Solidaritas Pelajar Timika Tuntut Kuota Beasiswa Afirmasi Ditingkatkan Menjadi 500 Peserta

Solidaritas Pelajar Timika Tuntut Kuota Beasiswa Afirmasi Ditingkatkan Menjadi 500 Peserta

Gedung Hasil Rampasan Negara Dihibahkan KPK untuk Kantor Perwakilan Ombudsman Papua

Gedung Hasil Rampasan Negara Dihibahkan KPK untuk Kantor Perwakilan Ombudsman Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id