ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

“Program pembangunan tidak akan berjalan jika masyarakat terus hidup dalam konflik. Rakyat tidak bisa terus hidup dalam ketakutan dan penderitaan”.

29 April 2026
0
Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP PPT), Agustinus Anggaibak, menyerukan segera hentikan perang adat di wilayah Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Konflik berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari enam bulan itu, telah menelan sedikitnya 16 korban jiwa yang terdiri dari 15 laki-laki dan satu perempuan.

ADVERTISEMENT

Agustinus menilai situasi ini tidak dapat terus dibiarkan karena berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan dan ekonomi di wilayah itu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Konflik ini sudah terlalu lama, hampir tujuh bulan. Korban jiwa terus bertambah dan masyarakat hidup dalam ketakutan. Ini harus segera diakhiri,” tegasnya di Timika, Rabu, 29 April 2026.

Baca Juga

“Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

Wamen Bappenas Minta RKPD 2027 Seluruh Daerah di Papua Selaras dengan RAP3

Upaya Dialog dengan Pihak Korban

Agustinus mengungkapkan bahwa pihaknya bersama aparat keamanan telah memanggil dan berdiskusi langsung dengan keluarga korban terakhir.

Secara khusus berdiskusi dengan masyarakat Amungme, guna mencari jalan damai melalui pendekatan kekeluargaan.

Ia menekankan bahwa dalam konflik suku, keputusan untuk menghentikan pertikaian sangat bergantung pada pihak keluarga korban.

Oleh karena itu, dialog intensif terus dilakukan untuk mencegah aksi balas dendam yang berkelanjutan.

“Kami minta mereka berpikir secara bijak dan mengutamakan perdamaian. Jangan lagi ada perang suku atau aksi saling membalas,” ujarnya.

Perlunya Kolaborasi Pemerintah dan Aparat

Agustinus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Termasuk keterlibatan Pemkab Puncak, mengingat sebagian pihak yang terlibat dalam konflik berasal dari daerah tersebut.

Selain itu, keterlibatan aparat keamanan, DPR, tokoh gereja, dan seluruh elemen masyarakat dinilai krusial untuk menciptakan stabilitas serta menjamin keamanan warga.

“Program pembangunan tidak akan berjalan jika masyarakat terus hidup dalam konflik. Rakyat tidak bisa terus hidup dalam ketakutan dan penderitaan,” katanya.

Dampak Sosial dan Harapan Perdamaian

Konflik yang berkepanjangan disebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Anak-anak kesulitan bersekolah, sementara warga diliputi rasa takut untuk beraktivitas di luar rumah.

Agustinus menegaskan bahwa seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan tokoh agama, memiliki komitmen yang sama untuk menghentikan kekerasan dan mendorong kehidupan damai di tengah masyarakat.

Ia juga mengakui bahwa dalam penyelesaian konflik adat, kemungkinan akan dibahas mekanisme “bayar kepala” sebagai bagian dari tradisi penyelesaian sengketa.

Namun, keputusan tersebut masih menunggu kesepakatan bersama dari seluruh keluarga korban.

“Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama dan mencapai kesepakatan damai, sehingga tidak ada lagi korban ke depan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

“Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

30 Juli 2026
Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

Wamen Bappenas Minta RKPD 2027 Seluruh Daerah di Papua Selaras dengan RAP3

30 Juli 2026
Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

30 Juli 2026
Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

30 Juli 2026
Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

29 Juli 2026
Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

29 Juli 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    711 shares
    Bagikan 284 Tweet 178
  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    713 shares
    Bagikan 285 Tweet 178
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Tewas Dipukul Palu, Kasus Kematian Siswa Magang di Mimika Hingga Kini Belum Tuntas

Tewas Dipukul Palu, Kasus Kematian Siswa Magang di Mimika Hingga Kini Belum Tuntas

Solidaritas Pelajar Timika Tuntut Kuota Beasiswa Afirmasi Ditingkatkan Menjadi 500 Peserta

Solidaritas Pelajar Timika Tuntut Kuota Beasiswa Afirmasi Ditingkatkan Menjadi 500 Peserta

Gedung Hasil Rampasan Negara Dihibahkan KPK untuk Kantor Perwakilan Ombudsman Papua

Gedung Hasil Rampasan Negara Dihibahkan KPK untuk Kantor Perwakilan Ombudsman Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id