ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Nabire

Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

pemerintah daerah kini harus menanggung beban belanja pegawai setelah dukungan pendanaan dari pemerintah pusat tidak lagi tersedia.

30 Juli 2026
0
Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

Bupati Nabire Mesak Magai. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Bupati Nabire Mesak Magai meminta pemerintah pusat mengevaluasi sejumlah kebijakan yang dinilai membebani keuangan daerah dan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan Papua.

Hal itu disampaikannya dalam dialog bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas serta para kepala daerah se-Tanah Papua di Timika, Kamis 30 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Salah satu yang disorot Mesak ialah pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, pemerintah daerah kini harus menanggung beban belanja pegawai setelah dukungan pendanaan dari pemerintah pusat tidak lagi tersedia.

Baca Juga

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

“Tahun pertama kami diberi alokasi gaji P3K supaya kami mengangkat pegawai, setelah itu tidak ada lagi. Sekarang kami membayar gaji P3K dari dana bagi hasil dan PAD yang kami miliki.” ujar Mesak.

“Sebetulnya belanja pegawai harus menjadi tanggung jawab pemerintah pusat karena ini kebijakan pemerintah pusat,” tambahnya.

Ia meminta pemerintah pusat memberikan kepastian mengenai skema pembiayaan gaji P3K agar tidak terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, Mesak juga meminta pemerintah pusat meninjau kembali sejumlah program nasional, seperti Koperasi Merah Putih dan program kampung nelayan.

Karena menurutnya, pendekatan pembangunan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain karena kebutuhan utamanya masih terletak pada pembangunan infrastruktur dasar.

“Bagi kami, program pemerintah pusat seperti Koperasi Merah Putih, kampung nelayan, dan sebagainya itu tidak efektif bagi Papua. Kalau bisa, tambahkan DAK untuk kami bangun infrastruktur di Papua demi percepatan pembangunan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, penerapan program yang tidak mempertimbangkan kondisi riil daerah justru berpotensi menimbulkan persoalan di lapangan.

“Kalau program itu dipaksakan oleh pemerintah pusat, saya khawatir justru akan menimbulkan persoalan di masyarakat,” kata Mesak. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

50 Tahun Mapurujaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Nusantara

18 Agustus 2026
Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

Merah Putih Berkibar di Agandugume, Warga Rayakan Kemerdekaan dalam Suasana Damai

18 Agustus 2026
Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

Berbulan-bulan Diusut, Dugaan Korupsi Lahan 150 Hektar di Mimika Belum Tetapkan Tersangka

18 Agustus 2026
HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

HUT Ke-81 RI, 232 Warga Binaan Lapas Timika Terima Remisi

18 Agustus 2026
Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

Harga Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Rp25.000 per Kilogram

18 Agustus 2026
Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

Dari Timika untuk Flores, Warga Galang Bantuan di Tengah Pesta Kemerdekaan

18 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    916 shares
    Bagikan 366 Tweet 229
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    704 shares
    Bagikan 282 Tweet 176
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    681 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
Next Post
Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

Wamen Bappenas Minta RKPD 2027 Seluruh Daerah di Papua Selaras dengan RAP3

Bupati Nabire Minta Pusat Evaluasi Skema Gaji P3K dan Program Nasional di Papua

"Babi Saja Naik Pesawat," Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

Berlayar dari Timika Menuju Kaimana, Penumpang KM Sabuk Nusantara 75 Hilang Diduga Jatuh ke Laut

Berlayar dari Timika Menuju Kaimana, Penumpang KM Sabuk Nusantara 75 Hilang Diduga Jatuh ke Laut

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id