JAYAPURA, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meluncurkan program Kartu Pace Mace, sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya mencerdaskan anak-anak Papua.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, Jumat 12 Juni 2026 di Kota Jayapura saat meluncurkan program tersebut mengatakan, peluncuran Kartu Pace Mace menjadi komitmen dan gerakan besar untuk mempersiapkan generasi masa depan Papua.
“Hari ini adalah peluncuran sebuah gerakan besar untuk membangun sumber daya manusia Papua. Ini merupakan langkah awal perjalanan panjang menuju Papua yang cerdas, Papua yang sejahtera, dan Papua yang harmonis,” ujar Gubernur Matius.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu kemajuan daerah, melebihi kekayaan alam yang dimiliki.
“Papua memiliki emas, tembaga, hutan dan laut yang luar biasa. Namun kekayaan terbesar Papua sesungguhnya adalah anak-anak Papua. Karena itu, saya memilih menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama kepemimpinan kami,” tegasnya.
Konsep Kartu Pace Mace dirancang sebagai sebuah siklus pembangunan manusia Papua yang berkelanjutan.
Dalam program tersebut, Pace merupakan simbol Pelajar Cerdas, sedangkan Mace merupakan simbol Mahasiswa Cerdas.
“Seorang anak Papua memulai langkahnya sebagai pelajar cerdas, tumbuh menjadi mahasiswa cerdas, lalu kembali menjadi pemimpin di Papua,” katanya.
Pemerintah sedang menyiapkan program Kartu Sehat sebagai fondasi awal dalam pembangunan SDM. Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor yang saling berkaitan dalam menciptakan generasi unggul Papua.
Pemerintah Provinsi Papua terus berupaya memperkuat akses pendidikan melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Papua.
Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada para rektor yang selama ini memberikan dukungan dan masukan dalam merancang berbagai program pembangunan pendidikan.
Gubernur pada kesempatan tersebut, juga menegaskan komitmennya untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda Papua, termasuk melalui pemberian dukungan pendidikan yang lebih besar dan merata.
Gubernur menyakini 15 hingga 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin Papua dari program Pace Mace, mulai dari bupati, wali kota, gubernur, pimpinan BUMN, akademisi, profesional, diplomat, jenderal, pengusaha hingga investor.
“Saya bermimpi 15 hingga 20 tahun ke depan akan lahir para pemimpin yang pernah menjadi bagian dari program Pace Mace. Itulah investasi terbesar yang sedang kita lakukan hari ini,” ujarnya. (Redaksi)










