TIMIKA, Koranpapua.id – Rumah Sakit (RS) Waa Banti di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, terancam ambruk.
Pasalnya titik longsor pada sungai yang mengalir tepat di depan gedung rumah sakit tinggal tersisa sekitar lima meter.
Dan jika terlambat ditangani, ditambah dengan curah hujan deras bisa mengakibatkan rumah sakit yang resmi beroperasi 15 September 2023, terjatuh ke sungai.
Terkait kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) bergerak cepat menangani bencana longsor tersebut.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak PTFI telah dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Sudah koordinasi dengan Freeport dan besok kayaknya selesai. Kami juga berikan bantuan pada mereka yang terisolasi,” ujar Johannes Rettob, Selasa 28 April 2026.
Ia menambahkan, tim dari Pemkab Mimika telah diterjunkan langsung ke Tembagapura untuk memantau kondisi serta menilai dampak yang ditimbulkan akibat longsor tersebut.
Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran bahwa bencana ini akan mengganggu pelayanan di Rumah Sakit Waa Banti. Namun, Bupati memastikan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi.
“Kami sudah kirim tim untuk melihat. Tapi sekarang belum ada laporan dari PTFI seperti yang di desas desukan di Timika sini, bahkan sekarang jalannya sudah bagus. besok mungkin sudah selesai,” jelasnya.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mimika pada Sabtu malam 25 April 2026.
Akibatnya, longsor terjadi di sejumlah titik, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta memutus beberapa akses jalan, khususnya jalur dari Kampung Kimbeli menuju Banti II. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










