TIMIKA, Koranpapua.id– Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Mimika.
Pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini, dalam rangka memperingati HUT PPNI ke-52 yang sudah berlangsung 17 Maret dan HUT Perawat Internasinal yang jatuh tanggal 12 Mei 2026.
Pelayanan cek kesehatan untuk kali ketiga yang melibatkan rumah ibadah ini, dilaksanakan pada Minggu 26 April 2026, bertempat di Gereja Katolik Santo Stefanus, Paroki Sempan, Timika.
Ketua Panitia HUT PPNI Mimika, Ns. Marlince Giyai, S.Tr.Kep mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perawat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mimika.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, PPNI dapat berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Mimika, khususnya umat di wilayah Paroki Sempan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh layanan dalam kegiatan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Adapun layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, deteksi dini kondisi kesehatan, serta pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan oleh tenaga medis profesional.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Mimika, Samuel E.G.J. Kermite, S.Tr.Kep menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT PPNI ke-52 di Mimika telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dengan berbagai agenda.
Kegiatan diawali dengan peningkatan dan evaluasi kompetensi perawat melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes).
Selain itu, PPNI juga melaksanakan sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat, di antaranya pelayanan kesehatan gratis yang sebelumnya telah dilakukan di Gereja Protestan Indonesia Jemaat Tiberias dan Jemaat Torsina.
“Dan untuk hari ini di Gereja Sempan merupakan yang ketiga kali dilakukan di rumah ibadah,” Jelas Samuel.
Ia menambahkan, kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok Lanjut Usia (lansia) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan mereka.
“Selama ini pelayanan Posyandu Lansia sering dilakukan di gereja-gereja dengan jumlah jemaat yang besar. Namun, saat ini terdapat perubahan kebijakan, di mana layanan tersebut dipusatkan di kelurahan,” jelasnya.
Perubahan tersebut, lanjutnya, memerlukan penyesuaian, mengingat Lansia umumnya lebih nyaman menerima pelayanan di lingkungan gereja.
Oleh karena itu, PPNI turut berperan dalam mensosialisasikan kebijakan baru tersebut kepada masyarakat.
“Kami secara bertahap mengedukasi para Lansia agar dapat menyesuaikan diri dan mengakses layanan Posyandu di lokasi yang telah ditetapkan oleh kelurahan dan fasilitas kesehatan setempat,” katanya.
Ke depan, kegiatan serupa masih akan dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya di Gereja Pontiku wilayah kerja Puskesmas Pasar Sentral.
Termasuk wilayah kerja Puskesmas Mapurujaya, dengan tetap melibatkan pihak Puskesmas dan pemimpin jemaat setempat.
Selain kegiatan pengabdian masyarakat, PPNI Mimika juga akan menggelar berbagai rangkaian acara lain menjelang puncak peringatan HUT Perawat Internasional pada 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut meliputi Fun Run yang terbuka untuk tenaga kesehatan dan masyarakat umum, serta berbagai lomba internal bagi perawat.
Samuel berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat kebersamaan antarperawat dan sekaligus memberikan semangat baru dalam bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










