JAYAPURA, Koranpapua.id- Longsor yang mengakibatkan putusnya ruas jalan Trans Papua, tepatnya di Segmen Yetti-Senggi-Memberamo sejak tanggal 19 April 2026, kini sudah mulai ditangani.
Satuan Kerja (Satker) PJN II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan, telah menurunkan alat berat berupa excavator, bulldozer ke lokasi yang menjadi titik longsor.
Seperti diketahui, longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi, menyebabkan badan jalan amblas sepanjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter.
Kondisi itu sempat menjadi penghambat pengiriman logistik dan mobilitas masyarakat, akibat seluruh kendaraan tidak bisa melewati lokasi longsor.
Kasatker PJN II, Yohanes Melsasail, mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Terutama dalam mendukung kelancaran distribusi bahan makanan ke wilayah Papua Pegunungan. Langkah percepatan penanganan dilakukan guna memastikan konektivitas tetap terjaga.
“Sebagai langkah awal kita telah mengerahkan alat berat berupa excavator, bulldozer, serta peralatan pendukung lainnya ke lokasi kejadian,” ujar Yohanes dalam keterangannya, Minggu 26 April 2026.
Menurutnya, pekerjaan membutuhkan waktu dua minggu untuk sampai rampung. Hal itu dikarenakan masih harus melakukan penurunan grade dan penimbunan.
Termasuk pemasangan geotextile stabilisasi dan geobag untuk perkuatan badan jalan.
BBPJN juga menyiapkan jalur alternatif guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan, dengan mengalihkan rute kendaraan melalui Yetti–Yabanfa–Warlef.
Jalur ini akan tembus ke Senggih (Bandara) dengan jarak sekitar 14 kilometer. “Kami telah melakukan survei dan jalur alternatif ini dinilai cukup aman untuk dilalui kendaraan logistic,” ungkap Yohanes.
Yohanes memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, longsor berdampak pada distribusi logistik menuju wilayah Papua Pegunungan.
Ia juga mengimbau para pengemudi kendaraan logistik agar tidak menunggu di lokasi jalan terputus dan segera menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan untuk menghindari penumpukan kendaraan. (Redaksi)









