ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kementerian HAM: Baku Tembak di Puncak Tewaskan 15 Warga Sipil

“Masyarakat setempat seharusnya sudah mengetahui siapa pelaku penembakan lantaran peristiwa terjadi antara pagi dan siang hari”. ‘

21 April 2026
0
Komnas HAM Resmi Nyatakan 12 Warga Sipil Tewas dalam Kontak Tembak TNI-OPM di Puncak

Ilustrasi (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden Sinak, Selasa 14 April 2026.

Jika sebelumnya dilaporkan warga sipil yang tewas saat terjadi kontak tembak TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebanyak 12 orang, kini jumlah itu bertambah menjadi 15 orang.

ADVERTISEMENT

“Kami dapatkan 15 orang meninggal dunia akibat serangan di Kembru,” ujar Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) dalam konferensi pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin 20 April 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Natalius menjelaskan, jumlah warga yang tewas itu berdasarkan data, fakta, dan informasi yang didapatkannya dari berbagai sumber baik pemerintah daerah maupun sumber lain.

Baca Juga

Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

Pemkab Mimika Janji Perkuat Ekosistem Seni dan Budaya Amungme Kamoro

Kementerian HAM juga mencatat ada tujuh orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Pigai menegaskan, insiden di Kabupaten Puncak tersebut telah menjadi atensi serius pemerintah.

Karenanya, Kementerian HAM berupaya mendorong agar kasus tersebut dapat diungkap sehingga publik bisa mengetahui siapa pelaku penembakan dan apa motifnya.

Dengan kata lain, kejadian tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan hukum karena dapat menjadi “bom waktu” yang mengancam integritas negara.

“Apapun peristiwa yang bisa memicu munculnya bom waktu yang meledak, itu tidak boleh, kerannya tidak boleh dimatikan, harus dibuka. Karena di situlah menjadi mendapatkan keadilan bagi mereka yang korban,” tuturnya.

Menurut Natalius, masyarakat setempat seharusnya sudah mengetahui siapa pelaku penembakan lantaran peristiwa terjadi antara pagi dan siang hari.

Ia pun meminta pihak yang merasa menjadi pelaku untuk mengaku dan menjalani proses hukum demi terciptanya keadilan di Papua.

“Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, mereka yang ada di masyarakat lokasi tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka,” ucap Pigai. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

22 Juli 2026
Pemkab Mimika Janji Perkuat Ekosistem Seni dan Budaya Amungme Kamoro

Pemkab Mimika Janji Perkuat Ekosistem Seni dan Budaya Amungme Kamoro

22 Juli 2026
Distrik Miru Jadikan HUT RI ke-81 Momentum Perangi Sampah, Bidik 17 Ton Plastik Terkumpul

Distrik Miru Jadikan HUT RI ke-81 Momentum Perangi Sampah, Bidik 17 Ton Plastik Terkumpul

22 Juli 2026
Mimika Baru Fokus Atasi Banjir Lewat Padat Karya, Anggaran Rp1 Miliar Dinilai Belum Cukup

Mimika Baru Fokus Atasi Banjir Lewat Padat Karya, Anggaran Rp1 Miliar Dinilai Belum Cukup

22 Juli 2026
Kogabwilhan III Mulai Program MBG di Wilayah Rawan, Ratusan Warga Nduga Ikut Makan Bersama

Kogabwilhan III Mulai Program MBG di Wilayah Rawan, Ratusan Warga Nduga Ikut Makan Bersama

22 Juli 2026
Ironi Triliunan Rupiah di Bumi Cenderawasih

Ironi Triliunan Rupiah di Bumi Cenderawasih

21 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    902 shares
    Bagikan 361 Tweet 226
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    630 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Gibran Instruksikan Pemprov Papua Tengah Optimalkan Pelabuhan Nabire Jadi Simpul Ekonomi

Gibran Instruksikan Pemprov Papua Tengah Optimalkan Pelabuhan Nabire Jadi Simpul Ekonomi

Melawan Saat Ditangkap, DPO Penembak Anggota TNI Tewas Dibedil Aparat

Melawan Saat Ditangkap, DPO Penembak Anggota TNI Tewas Dibedil Aparat

PSSI dan Freeport Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini lewat FGT 2026 di Papua

PSSI dan Freeport Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini lewat FGT 2026 di Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id