TIMIKA, Koranpapua.id- Polres Mimika saat ini telah membentuk tim untuk mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan dua warga Timika beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan Kombes Pol Gatot Suprasetya, Irwasda Polda Papua Tengah saat tatap muka dengan Kadistrik Kwamki Narama dan tokoh pemuda, Senin 13 April 2026.
“Kapolres sudah menyampaikan bahwa sudah dibentuk tim untuk mencari pelaku, tapi ini kenapa masih terjadi perang lagi,” kata Kombes Gatot.
Ditegaskan bahwa sesuai dengan kesepakatan bersama pada saat proses perdamaian waktu lalu agar tidak terjadi perang lagi.
“Tadi sudah disampaikan bahwa apabila ketemu masyarakat yang membawah sajam (panah dan busur) akan kita tangkap dan proses,” tegas Kombes Gatot.
“Ini bukan untuk menyakiti tapi memberikan pelajaran pada masyarakat supaya tahu kalau itu salah sehingga Kwamki Narama ini aman,” tandasnya.
Kedatangan Kombes Gatot Suprasetya, beserta rombongan ke Kwamki Narama untuk melakukan peninjauan langsung situasi Kamtibmas di wilayah itu.
“Pak Kapolda memerintahkan saya sebagai Irwasda dalam pengawas kegiatan-kegiatan di Polda untuk mengecek kejadian disini dan penanganannya sudah sampai dimana oleh Polres Mimika,” katanya.
Menurut Kombes Gatot, tujuannya ke Kwamki Narama ingin bertemu dengan para tokoh-tokoh masyarakat untuk mendengarkan aspirasi mereka mengapa hal ini (perang) ini terjadi lagi.
“Sebenarnya tadi kita mau ketemu dengan para tokoh-tokoh masyarakat, namun mungkin ada kesibukan sehingga tidak bisa hadir. Akhirnya kita bertemu dengan kadistrik dan tokoh pemuda,” ujarnya.
Sementara itu Kadistrik Kwamki Narama, Edwin Naftali Hanuebi, sangat berharap Kwamki Narama aman sehingga pembangunan berjalan dengan baik.
“Saya selaku Kadistrik sangat tidak mau ada perang lagi. Kami mau harus ada tindakan tegas supaya kwamki narama aman, kasihan Kwamki ini perlu ada kemajuan dalam hal pembangunan,” ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh tokoh pemuda sekaligus mewakili keluarga korban, Awen Magai.
“Kami tidak mau seperti ini lagi, dan sebagai pihak korban kami serahkan sepenuhnya ke pihak keamanan untuk ungkap pelaku,” ujarnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










