ADVERTISEMENT
Sabtu, Maret 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Garuda dan Lion Air Group Monopoli Penerbangan ke Papua, Harga Tiket Tembus Rp20 Juta

Robert mendorong pemerintah membuka akses lebih luas bagi maskapai swasta, termasuk dari luar negeri, untuk melayani rute domestik yang belum optimal.

28 Maret 2026
0
Garuda dan Lion Air Group Monopoli Penerbangan ke Papua, Harga Tiket Tembus Rp20 Juta

Ilustrasi (foto: Genereted AI/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Mahalnya harga tiket pesawat untuk tujuan ke sejumlah wilayah di Papua Raya, hingga kini masih menjadi persoalan yang tidak pernah ada solusinya.

Bayangkan saja harga tiket untuk rute Jakarta ke wilayah Papua, secara khusus ke Sorong, Provinsi Papua Barat Daya bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.

ADVERTISEMENT

Melihat harga tiket yang tidak terkontrol mendorong Robert J Kardinal, Anggota DPR Dapil Papua Barat Daya, angkat bicara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia mendesak Kementerian Perhubungan segera menerbitkan kebijakan strategis dengan memutus praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Robert menilai struktur industri penerbangan nasional saat ini tidak sehat karena didominasi dua kelompok besar, yakni Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group.

“Kondisi ini membuat harga tiket pesawat sulit turun, terutama untuk rute ke wilayah timur Indonesia,” ujar Robert keterangannya 27 Maret 2026.

Ia mencontohkan rute menuju wilayah Papua yang sebagian besar hanya dilayani oleh maskapai dalam satu grup, seperti Wings Air, Lion Air, dan Super Air Jet.

“Harga tiket menjadi mahal karena tidak ada kompetisi. Mau tidak mau harus beli, meskipun harganya sangat tinggi,” tegasnya.

Meski terlihat banyak pilihan maskapai, sebenarnya pasar hanya dikuasai segelintir kelompok besar sehingga ruang persaingan menjadi sempit.

Robert bahkan mengaku mengalami langsung kondisi tersebut di daerah pemilihannya.

Ia menyebut, penerbangan ke wilayah pedalaman Papua hanya dilayani oleh Susi Air sehingga masyarakat tidak memiliki banyak pilihan.

“Yang masuk ke kampung-kampung di Papua itu hanya satu maskapai. Akhirnya harga tiket jadi tidak terkendali karena tidak ada alternatif,” ujarnya.

Mengatasi masalah tersebut, Robert mendorong pemerintah membuka akses lebih luas bagi maskapai swasta, termasuk dari luar negeri, untuk melayani rute domestik yang belum optimal.

Ia menyebut sejumlah maskapai berbiaya rendah seperti Scoot, Jetstar Airways, AirAsia, dan Firefly bisa menjadi alternatif guna menciptakan persaingan sehat.

Robert juga menyoroti kebijakan avtur yang dinilai masih dimonopoli. Ia mengusulkan agar maskapai diberikan izin untuk mengimpor bahan bakar sendiri guna menekan biaya operasional.

“Kalau avtur saja dimonopoli, bagaimana harga tiket bisa kompetitif? Maskapai harus diberi ruang untuk mencari biaya yang lebih efisien,” jelasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

28 Maret 2026
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

28 Maret 2026
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

28 Maret 2026
Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

28 Maret 2026
Empat Pelaku Jaringan Amunisi Ilegal Afiliasi KKB Diringkus

Empat Pelaku Jaringan Amunisi Ilegal Afiliasi KKB Diringkus

28 Maret 2026
KM Mekar Alam B Bermuatan 26 Penumpang Terbakar di Laut Arafura

KM Mekar Alam B Bermuatan 26 Penumpang Terbakar di Laut Arafura

28 Maret 2026

POPULER

  • Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    696 shares
    Bagikan 278 Tweet 174
  • Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

    633 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Satu Tahun Kepemimpinan: Tim Pemenang Tagih Realisasi Janji Bupati Mimika, Gerry: Wujudkan Kunjungan Langsung ke Posko

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Dua Prajurit yang Gugur di Maybrat Berasal dari Satuan Berbeda, Ini Identitasnya

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
KM Mekar Alam B Bermuatan 26 Penumpang Terbakar di Laut Arafura

KM Mekar Alam B Bermuatan 26 Penumpang Terbakar di Laut Arafura

Empat Pelaku Jaringan Amunisi Ilegal Afiliasi KKB Diringkus

Empat Pelaku Jaringan Amunisi Ilegal Afiliasi KKB Diringkus

Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id