ADVERTISEMENT
Senin, September 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Suara yang Terkubur di Tanah Emas

Mereka bukan perusuh. Mereka adalah anak negeri yang hanya ingin diperlakukan adil. Mereka tidak meminta belas kasihan, tetapi hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi haknya.

19 Maret 2026
0
Retret yang Dibubarkan: Luka Lama Kebebasan Beragama di Negeri Pancasila

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh Gabriel Zezo: Pemerhati Sosial, Tinggal di Timika

TIMIKA, Koranpapua.id- Sudah sembilan tahun suara itu berteriak namun tak kunjung terdengar. Suara para karyawan yang pernah menjadi tulang punggung keluarga dan penggerak ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

Mereka juga penyumbang nyata bagi negara melalui keringat dan pajak yang dmereka bayarkan setiap bulan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hari ini, mereka berdiri di titik yang sama, menuntut hak yang diabaikan, menunggu keadilan yang tak kunjung datang.

Baca Juga

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

Di tanah yang kaya akan emas dan sumber daya alam, ironi justru tumbuh subur.

Mereka yang bekerja di dalamnya justru hidup dalam ketidakpastian.

Mogok kerja yang awalnya adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, kini berubah menjadi simbol panjangnya penderitaan.

Sembilan tahun bukan waktu yang singkat itu adalah hampir satu dekade kehilangan penghasilan, kehilangan martabat, bahkan kehilangan harapan.

Lebih menyakitkan lagi, perjuangan ini bukan tanpa korban. Ada yang ditinggalkan keluarga, ada yang kehilangan arah hidup, bahkan ada yang mengakhiri hidupnya sendiri karena tak lagi melihat jalan keluar.

Pertanyaannya sederhana namun mengguncang. Di mana negara ketika rakyatnya berjuang sendirian?

Berbagai pintu telah diketuk dari daerah hingga pusat. Aspirasi telah disampaikan, laporan telah dibuat, janji-janji telah diucapkan.

Namun yang tersisa hanyalah kesunyian. Negara seolah hadir dalam teks undang-undang, tetapi absen dalam kenyataan.

Para wakil rakyat yang dahulu datang dengan janji manis, kini hilang tanpa jejak. Suara-suara yang dulu lantang membela kini redup di balik kepentingan.

Apakah keadilan hanya milik mereka yang kuat? Apakah hak hanya berlaku bagi mereka yang punya kuasa?

Jika demikian, lalu di mana posisi rakyat kecil dalam sistem yang katanya menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia?

Para pekerja ini bukan musuh perusahaan. Mereka bukan perusuh. Mereka adalah anak negeri yang hanya ingin diperlakukan adil.

Mereka tidak meminta belas kasihan, tetapi hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi haknya.

Hak atas pekerjaan yang layak, hak atas penghidupan yang manusiawi, dan hak untuk didengar sebagai warga negara.

Ironi terbesar adalah ketika suara mereka justru tenggelam bukan karena tidak ada, tetapi karena tidak didengar.

Seolah-olah jeritan mereka hanyut bersama arus sungai Ajikwa, lalu hilang di kedalaman Laut Arafura.

Padahal, di balik setiap teriakan itu ada keluarga yang menunggu, ada anak-anak yang berharap, ada kehidupan yang sedang dipertaruhkan.

Tulisan ini bukan sekadar keluhan. Ini adalah panggilan. Panggilan kepada negara untuk hadir, kepada pemimpin untuk bertanggung jawab, dan kepada semua pihak untuk tidak lagi menutup mata.

Karena jika keadilan terus dibiarkan diam, maka yang tumbuh bukan hanya kekecewaan tetapi ketidakpercayaan.

Dan ketika rakyat sudah tidak percaya lagi pada keadilan, maka sesungguhnya yang runtuh bukan hanya harapan, tetapi juga fondasi negara itu sendiri.

Sudah saatnya suara yang terkubur ini diangkat kembali ke permukaan. Didengar, dipahami, dan diselesaikan bukan dengan janji, tetapi dengan tindakan nyata.

Karena mereka bukan sekadar angka dalam statistik. Mereka adalah manusia seperti penguasa di negeri ini. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

20 September 2026
APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

20 September 2026
Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

20 September 2026
TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

19 September 2026
Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

19 September 2026
Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

19 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pengemudi Lajuran Aris Sanda Tewas, Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Polri Masih Menjadi Pilihan Putra-Putri Mimika, 2026 Pendaftar Mencapai 383 Peserta

Polri Masih Menjadi Pilihan Putra-Putri Mimika, 2026 Pendaftar Mencapai 383 Peserta

Satu Unit Rumah Ludes Dibakar Orang Tidak Dikenal

Satu Unit Rumah Ludes Dibakar Orang Tidak Dikenal

Tiga Bintang Polri Jatuh di Tanah Papua

Tiga Bintang Polri Jatuh di Tanah Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id