ADVERTISEMENT
Selasa, Juni 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Senator PFM Lantang Bersuara di Parlemen: Tolak Sawit dan Pembangunan Batalion TP di Papua

“Yonif TP memiliki kompi khusus yang mengurus bidang pertanian dan peternakan. Orang Papua butuh sekolah dan rumah sakit. Bukan markas tentara”.

15 Januari 2026
0
Senator PFM Lantang Bersuara di Parlemen: Tolak Sawit dan Pembangunan Batalion TP di Papua

Paul Finsen Mayor (Foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), lantang bersuara di parlemen.

PFM dengan tegas menolak rencana Presiden Prabowo membuka perkebunan sawit berskala besar di wilayah Papua.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan PFM saat sesi interupsi dalam rapat paripurna DPD, kompleks DPR, DPD, MPR di Jakarta pada Rabu 14 Januari 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penolakan itu, menurut PFM merupakan aspirasi masyarakat adat Papua yang belakangan ini menyatakan tidak setuju atas rencana perluasan penanaman sawit di Bumi Cenderawasih.

Baca Juga

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Sarmi

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

PFM dalam kesempatan itu, juga meminta kepada Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin untuk melaporkan penolakan itu kepada Prabowo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

“Masyarakat adat di Papua menolak wacana sawit di Papua. Jadi nanti sampaikan ke pak Prabowo sama Bahlil itu, setop dengan barang itu karena orang Papua tidak suka,” tegas PFM.

Selain sawit, Finsen juga menyampaikan keberatannya perihal pendirian Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di tanah Papua.

Dia meyakini, markas TNI Angkatan Darat yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan itu tidak selaras dengan kebutuhan di Papua.

“Yonif TP memiliki kompi khusus yang mengurus bidang pertanian dan peternakan. Orang Papua butuh sekolah dan rumah sakit. Bukan markas tentara,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Otonomi Khusus Papua mengamanatkan perbaikan masalah akses pendidikan dan kesehatan, alih-alih ketahanan pangan.

Ketua DPD Sultan menuturkan bahwa ia menghimpuan seluruh masukan yang disampaikan oleh para anggota, dan mengupayakan bertemu Presiden guna menindaklanjuti aspirasi para senator.

“Kami sedang mencari jadwal bertemu, termasuk dengan Pak Presiden dalam rapat konsultasi menyampaikan hal yang sama,” ucap Sultan.

Seperti diketahui, Prabowo belum lama ini mengatakan, akan mendorong agar Papua untuk ditanami kelapa sawit yang bisa menghasilkan bahan bakar minyak alternatif pengganti BBM berbahan bakar hidrokarbon.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan enam gubernur dan 42 bupati di wilayah Papua, bersama jajaran kabinetnya dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta tanggal 16 Desember 2025. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Sarmi

2 Juni 2026
Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

2 Juni 2026
Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

2 Juni 2026
32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

2 Juni 2026
Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

2 Juni 2026
Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

1 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    826 shares
    Bagikan 330 Tweet 207
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Paulus Waterpauw Desak Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Adat Lebih Aktif

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Next Post
Bupati Mimika Tegaskan Pejabat Lama Wajib Kembalikan Kendaraan Dinas

Bupati Mimika Tegaskan Pejabat Lama Wajib Kembalikan Kendaraan Dinas

Pelantikan Bertahap, Bupati JR Pastikan Semua Pejabat Lewati Seleksi Terbuka

Pelantikan Bertahap, Bupati JR Pastikan Semua Pejabat Lewati Seleksi Terbuka

Dua Hari Hilang, Penumpang Perahu Ketinting di Kali Asue Ditemukan Tidak Bernyawa

Dua Hari Hilang, Penumpang Perahu Ketinting di Kali Asue Ditemukan Tidak Bernyawa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id