ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Uskup Timika Sebut Papua Masih Menyimpan Memori Penderitaan yang Panjang

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan Uskup yakni berkaitan dengan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang merusak hutan adat di Papua.

1 Januari 2026
0
Uskup Timika Sebut Papua Masih Menyimpan Memori Penderitaan yang Panjang

Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Uskup Keuskupan Timika (foto:ist multimedia tiga raja/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Hingga akhir tahun 2025, Papua masih menyimpan memori penderitaan yang panjang akibat kekerasan militer terhadap Orang Asli Papua (OAP).

Memoria passionis ini berlangsung sejak Papua terintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu diungkapkan Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Uskup Keuskupan Timika dalam kotbahnya ketika memimpin misa akhir tahun di Gereja Katedral Timika, Rabu 31 Desember 2025.

Pemimpin gereja lokal yang belum setahun menjabat sebagai Uskup Timika itu, mengatakan, akibat kekerasan militer masih menjadi trauma masyarakat Papua.

Baca Juga

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

Trauma itu seketika akan muncul, apabila berkaitan dengan kehadiran militer, operasi keamanan atau Daerah Operasi Militer (DOM).

“Memori pahit ini ada sejak kita kecil sampai kita dewasa sekarang ini,” ujar Uksup.

“Dengan kondisi itu, maka orang Papua sangat mudah emosi, tersinggung dan marah jika melihat saudara-saudara kita memegang senjata dan memakai baju loreng,” tambah Uskup.

Dari mimbar gereja, Uskup juga menyinggung kondisi pengungsi akibat konflik senjata yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua.

Seperti yang saat ini terjadi di Nduga hingga Intan Jaya, Maybrat dan Bintuni.

Penanganan terhadap kelanjutan hidup para pengungsi yang sebagian besar orang asli Papua, seharusnya menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani.

“Pertanyaannya memoria pahit seperti ini kapan berakhir? Kapan selesai? Supaya ada memoria kasih, memoria yang indah menghapus kesedihan, amarah, kekecewaan,” pungkasnya.

Bertepatan dengan misa penutupan tahun 2025, Uskup juga berpesan kepada umatnya untuk menghargai waktu dan menjauhi sikap-sikap yang disebut sebagai anti-Kristus.

Menurut Uskup, anti-Kristus bukan hanya persoalan iman, tetapi juga perbuatan dalam hidup sehari-hari.

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan Uskup yakni berkaitan dengan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang merusak hutan adat di Papua.

Serta merusak lingkungan hidup dengan mengatasnamakan pembangunan nasional, namun tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Termasuk penyalahgunaan kekuasaan, perampasan hak rakyat kecil, dan penggunaan seluruh komponen negara demi kepentingan tertentu merupakan wujud nyata sikap anti-Kristus.

“Anti Kristus adalah yang melaksanakan kebijakan PSN tetapi isinya adalah kepentingan perutnya, mereka yang babat habis hutan adat, demi pembangunan nasional tetapi tujuannya bukan untuk rakyat,” sindirnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026
Kualitas Udara Memburuk, BPBD Mimika Perkuat Pemantauan dan Bagikan Masker

Kualitas Udara Memburuk, BPBD Mimika Perkuat Pemantauan dan Bagikan Masker

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    719 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Hari Pertama 2026, Lanny Jaya Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo

Hari Pertama 2026, Lanny Jaya Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo

Perekonomian di Papua Raya Relatif Terjaga, Papua Tengah Terkontraksi, Ini Penyebabnya

Perekonomian di Papua Raya Relatif Terjaga, Papua Tengah Terkontraksi, Ini Penyebabnya

Setahun Berdinas di Papua, 446 Personel ODC Kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua

Setahun Berdinas di Papua, 446 Personel ODC Kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id