ADVERTISEMENT
Rabu, Juni 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Uskup Timika Sebut Papua Masih Menyimpan Memori Penderitaan yang Panjang

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan Uskup yakni berkaitan dengan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang merusak hutan adat di Papua.

1 Januari 2026
0
Uskup Timika Sebut Papua Masih Menyimpan Memori Penderitaan yang Panjang

Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Uskup Keuskupan Timika (foto:ist multimedia tiga raja/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Hingga akhir tahun 2025, Papua masih menyimpan memori penderitaan yang panjang akibat kekerasan militer terhadap Orang Asli Papua (OAP).

Memoria passionis ini berlangsung sejak Papua terintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ADVERTISEMENT

Hal itu diungkapkan Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Uskup Keuskupan Timika dalam kotbahnya ketika memimpin misa akhir tahun di Gereja Katedral Timika, Rabu 31 Desember 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pemimpin gereja lokal yang belum setahun menjabat sebagai Uskup Timika itu, mengatakan, akibat kekerasan militer masih menjadi trauma masyarakat Papua.

Baca Juga

Papua Tengah Diantara Dua Prestasi: Peringkat Pertama Penurunan Tingkat Pengangguran dan Provinsi Termiskin di Indonesia

Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Lewat Bakti Kesehatan

Trauma itu seketika akan muncul, apabila berkaitan dengan kehadiran militer, operasi keamanan atau Daerah Operasi Militer (DOM).

“Memori pahit ini ada sejak kita kecil sampai kita dewasa sekarang ini,” ujar Uksup.

“Dengan kondisi itu, maka orang Papua sangat mudah emosi, tersinggung dan marah jika melihat saudara-saudara kita memegang senjata dan memakai baju loreng,” tambah Uskup.

Dari mimbar gereja, Uskup juga menyinggung kondisi pengungsi akibat konflik senjata yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua.

Seperti yang saat ini terjadi di Nduga hingga Intan Jaya, Maybrat dan Bintuni.

Penanganan terhadap kelanjutan hidup para pengungsi yang sebagian besar orang asli Papua, seharusnya menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani.

“Pertanyaannya memoria pahit seperti ini kapan berakhir? Kapan selesai? Supaya ada memoria kasih, memoria yang indah menghapus kesedihan, amarah, kekecewaan,” pungkasnya.

Bertepatan dengan misa penutupan tahun 2025, Uskup juga berpesan kepada umatnya untuk menghargai waktu dan menjauhi sikap-sikap yang disebut sebagai anti-Kristus.

Menurut Uskup, anti-Kristus bukan hanya persoalan iman, tetapi juga perbuatan dalam hidup sehari-hari.

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan Uskup yakni berkaitan dengan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang merusak hutan adat di Papua.

Serta merusak lingkungan hidup dengan mengatasnamakan pembangunan nasional, namun tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Termasuk penyalahgunaan kekuasaan, perampasan hak rakyat kecil, dan penggunaan seluruh komponen negara demi kepentingan tertentu merupakan wujud nyata sikap anti-Kristus.

“Anti Kristus adalah yang melaksanakan kebijakan PSN tetapi isinya adalah kepentingan perutnya, mereka yang babat habis hutan adat, demi pembangunan nasional tetapi tujuannya bukan untuk rakyat,” sindirnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Papua Tengah Diantara Dua Prestasi: Peringkat Pertama Penurunan Tingkat Pengangguran dan Provinsi Termiskin di Indonesia

Papua Tengah Diantara Dua Prestasi: Peringkat Pertama Penurunan Tingkat Pengangguran dan Provinsi Termiskin di Indonesia

23 Juni 2026
Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Lewat Bakti Kesehatan

Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Layani Ratusan Warga Lewat Bakti Kesehatan

23 Juni 2026
Kasus Tewasnya Siswa Magang di Kuala Kencana Masuk Meja Hijau, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus Tewasnya Siswa Magang di Kuala Kencana Masuk Meja Hijau, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

23 Juni 2026
Polres Mimika Usut Dugaan Penipuan Loker, Korban Diperkirakan Tembus 200 Orang

Polres Mimika Usut Dugaan Penipuan Loker, Korban Diperkirakan Tembus 200 Orang

23 Juni 2026
Langkah Kecil yang Bermakna: Satgas Pasgat Pamtas RI- PNG Salurkan Bansos untuk Warga di Pegunungan Papua

Langkah Kecil yang Bermakna: Satgas Pasgat Pamtas RI- PNG Salurkan Bansos untuk Warga di Pegunungan Papua

23 Juni 2026
Penurunan Tingkat Pengangguran, Papua Tengah Raih Peringkat Pertama

Penurunan Tingkat Pengangguran, Papua Tengah Raih Peringkat Pertama

23 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    652 shares
    Bagikan 261 Tweet 163
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Ledakan yang Tewaskan Tiga Warga Sipil, Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli di Danggoa

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • 160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • 12 Hari Berjuang, Remaja Putri Akhirnya Meninggal Usai Diduga Dibakar Ibu Kandung

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Hari Pertama 2026, Lanny Jaya Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo

Hari Pertama 2026, Lanny Jaya Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo

Perekonomian di Papua Raya Relatif Terjaga, Papua Tengah Terkontraksi, Ini Penyebabnya

Perekonomian di Papua Raya Relatif Terjaga, Papua Tengah Terkontraksi, Ini Penyebabnya

Setahun Berdinas di Papua, 446 Personel ODC Kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua

Setahun Berdinas di Papua, 446 Personel ODC Kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id