ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Uskup Timika Sebut Papua Masih Menyimpan Memori Penderitaan yang Panjang

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan Uskup yakni berkaitan dengan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang merusak hutan adat di Papua.

1 Januari 2026
0
Uskup Timika Sebut Papua Masih Menyimpan Memori Penderitaan yang Panjang

Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Uskup Keuskupan Timika (foto:ist multimedia tiga raja/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-Hingga akhir tahun 2025, Papua masih menyimpan memori penderitaan yang panjang akibat kekerasan militer terhadap Orang Asli Papua (OAP).

Memoria passionis ini berlangsung sejak Papua terintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ADVERTISEMENT

Hal itu diungkapkan Mrg. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Uskup Keuskupan Timika dalam kotbahnya ketika memimpin misa akhir tahun di Gereja Katedral Timika, Rabu 31 Desember 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pemimpin gereja lokal yang belum setahun menjabat sebagai Uskup Timika itu, mengatakan, akibat kekerasan militer masih menjadi trauma masyarakat Papua.

Baca Juga

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

Trauma itu seketika akan muncul, apabila berkaitan dengan kehadiran militer, operasi keamanan atau Daerah Operasi Militer (DOM).

“Memori pahit ini ada sejak kita kecil sampai kita dewasa sekarang ini,” ujar Uksup.

“Dengan kondisi itu, maka orang Papua sangat mudah emosi, tersinggung dan marah jika melihat saudara-saudara kita memegang senjata dan memakai baju loreng,” tambah Uskup.

Dari mimbar gereja, Uskup juga menyinggung kondisi pengungsi akibat konflik senjata yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua.

Seperti yang saat ini terjadi di Nduga hingga Intan Jaya, Maybrat dan Bintuni.

Penanganan terhadap kelanjutan hidup para pengungsi yang sebagian besar orang asli Papua, seharusnya menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani.

“Pertanyaannya memoria pahit seperti ini kapan berakhir? Kapan selesai? Supaya ada memoria kasih, memoria yang indah menghapus kesedihan, amarah, kekecewaan,” pungkasnya.

Bertepatan dengan misa penutupan tahun 2025, Uskup juga berpesan kepada umatnya untuk menghargai waktu dan menjauhi sikap-sikap yang disebut sebagai anti-Kristus.

Menurut Uskup, anti-Kristus bukan hanya persoalan iman, tetapi juga perbuatan dalam hidup sehari-hari.

Persoalan lain yang juga menjadi sorotan Uskup yakni berkaitan dengan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang merusak hutan adat di Papua.

Serta merusak lingkungan hidup dengan mengatasnamakan pembangunan nasional, namun tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Termasuk penyalahgunaan kekuasaan, perampasan hak rakyat kecil, dan penggunaan seluruh komponen negara demi kepentingan tertentu merupakan wujud nyata sikap anti-Kristus.

“Anti Kristus adalah yang melaksanakan kebijakan PSN tetapi isinya adalah kepentingan perutnya, mereka yang babat habis hutan adat, demi pembangunan nasional tetapi tujuannya bukan untuk rakyat,” sindirnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

19 Agustus 2026
Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

Kontraktor OAP Palang UPBJ Mimika, Tuntut Perpres 108/2025 Benar-Benar Diterapkan

19 Agustus 2026
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Poros Kuala Kencana SP3

Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Poros Kuala Kencana SP3

19 Agustus 2026
Cegah Bullying di Sekolah, Kejaksaan Mimika Ajak Pelajar Berani Stop Perundungan

Cegah Bullying di Sekolah, Kejaksaan Mimika Ajak Pelajar Berani Stop Perundungan

19 Agustus 2026
Merah Putih Menembus Awan Yahukimo, Satgas Pasgat Taklukkan Keterisolasian di Puncak Balinggama

Merah Putih Menembus Awan Yahukimo, Satgas Pasgat Taklukkan Keterisolasian di Puncak Balinggama

19 Agustus 2026
Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

19 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    718 shares
    Bagikan 287 Tweet 180
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Buntut Kasus Pembunuhan di Kilometer 10, Keluarga Korban Palang Jalan Budi Utomo Timika

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Hari Pertama 2026, Lanny Jaya Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo

Hari Pertama 2026, Lanny Jaya Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo

Perekonomian di Papua Raya Relatif Terjaga, Papua Tengah Terkontraksi, Ini Penyebabnya

Perekonomian di Papua Raya Relatif Terjaga, Papua Tengah Terkontraksi, Ini Penyebabnya

Setahun Berdinas di Papua, 446 Personel ODC Kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua

Setahun Berdinas di Papua, 446 Personel ODC Kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id