ADVERTISEMENT
Rabu, Juni 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

Sempat gagal berkali-kali Perjalanan Aprianus tidak mudah. Ia harus menghadapi kegagalan berulang kali sebelum berhasil mengenakan seragam TNI.

2 Mei 2026
0
Praka Aprianus Gugur di Papua: Harapan Ibunya Terkalahkan dengan Niat Bahagiakan Orang Tua

Praka Anumerta Aprianus (24 tahun) gugur setelah diserang kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SINTANG, Koranpapua.id– Prajurit Kepala (Praka) Aprianus, anggota Satuan Yonif 611/Awang Long (AWL), dinyatakan gugur dalam kontak tembak di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Rabu 29 April 2026 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Praka Anumerta Aprianus (24 tahun) gugur setelah diserang kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama.

ADVERTISEMENT

Dalam serangan yang terjadi sekitar pukul 09.55, Praka Aprianus tertembak pada bagian leher dan akhirnya meninggal dunia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kedatangan jenazah Praka Aprianus di kampung halamannya Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, disambut oleh jajaran TNI, pemerintah daerah, serta keluarga besar almarhum.

Baca Juga

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

Pada Jumat 1 Mei 2026, Praka Aprianus telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang.

Dandim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono seperti dilansir dari Penkodim 1205/Sintang, Sabtu 2 Mei 2026 menyebutkan, upacara persemayaman dan pemakaman militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Upacara ini akan dipimpin secara militer sesuai dengan tradisi TNI sebagai penghargaan atas jasa dan pengorbanan almarhum selama bertugas.

Anggit mewakili TNI AD menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia juga menegaskan bahwa almarhum adalah prajurit yang berdedikasi tinggi dan telah memberikan pengabdian terbaik bagi negara.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi TNI dan bangsa Indonesia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Di balik kabar gugurnya Praka Aprianus di Papua, tersimpan kisah perjuangan seorang anak desa yang memilih jalan hidup sebagai prajurit demi membantu keluarganya.

Aprianus merupakan putra daerah asal Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Ia dikenal sebagai anak bungsu sekaligus satu-satunya laki-laki dalam keluarga.

Pilih TNI demi bantu orangtua Sang ibunda, Agnes, mengaku sempat berharap anaknya tidak menjadi prajurit TNI dan memilih jalan lain yang dinilai lebih aman.

Ia bahkan pernah menyarankan Aprianus untuk melanjutkan pendidikan atau menjadi pastor.

“Pernah saya bilang,’Bang, kau tidak usah jadi tentara. Kuliah saja dulu atau jadi pastor, mau tidak?’,” ujar Agnes, di rumah duka seperti dikutip kompas.com.

Namun, Aprianus memiliki alasan sendiri. Ia ingin segera bekerja agar bisa membantu ekonomi keluarga.

“Dia bilang, ‘Aku tidak mau, Mak. Nanti kalau aku kuliah, kapan aku bisa kasih kalian uang?’,” tutur Agnes.

Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan panjang Aprianus hingga akhirnya menjadi prajurit TNI.

Sempat gagal berkali-kali Perjalanan Aprianus tidak mudah. Ia harus menghadapi kegagalan berulang kali sebelum berhasil mengenakan seragam TNI.

Aprianus tercatat dua kali gagal dalam seleksi TNI. Ia juga sempat mencoba jalur kepolisian, namun belum berhasil.

Meskipun demikian, ia tidak menyerah hingga berhasil masuk ke jajaran.  Pada percobaan ketiga di tahun 2021, Aprianus akhirnya dinyatakan lolos dan resmi menjadi prajurit TNI.

Bagi keluarga, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Terbiasa bantu orangtua di pasar Sebelum menjadi prajurit, Aprianus sudah terbiasa membantu orangtuanya berjualan sayur di pasar.

Kakaknya, Margareta, mengatakan Aprianus dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras dan peduli terhadap keluarga.

“Kadang subuh-subuh dia sudah bangun, antar mama bapak ke pasar, bantu beli sayur. Dia memang anak yang luar biasa,” ujar Margareta.

Kebiasaan itu menunjukkan kedekatan Aprianus dengan keluarga sekaligus tanggung jawabnya sejak usia muda.

Kini, keluarga hanya bisa mengenang sosok Aprianus sebagai anak yang berbakti dan tidak mudah menyerah. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Sempat Turun, Kepesertaan JKN Mimika Kini Tembus 82 Persen

17 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Gereja Dorong Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin

17 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

17 Juni 2026
Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Tiga Masih Hilang

Dua Oknum Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan Ketua Partai Garuda

17 Juni 2026
Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

Curhatan Anak Tembagapura ke Kapolda Papua Tengah, “Kami Mau Jadi Dokter, Polisi, TNI dan Guru, Tapi Tidak Ada Sekolah”

17 Juni 2026
Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

Raup Puluhan Juta, Residivis Janjikan Korban Bekerja di Perusahaan Tambang di Mimika

17 Juni 2026

POPULER

  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Targetkan Lima Proyek Strategis Daerah Mulai Kontrak Awal Agustus, Berikut Daftarnya

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

Empat Persen Kasus TB Nasional Berasal dari Tanah Papua, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

Pelatihan Literasi AI di Timika ‘Diserbu’ Ratusan Peserta, Sinyal Kuat Generasi Muda Terhadap Penguasaan Teknologi

Pelatihan Literasi AI di Timika ‘Diserbu’ Ratusan Peserta, Sinyal Kuat Generasi Muda Terhadap Penguasaan Teknologi

“Kau Keluar Kau Aman”, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Timika, Tiga Pelaku Diburu

“Kau Keluar Kau Aman”, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Timika, Tiga Pelaku Diburu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id